TIM PUNTO KUASAI PODIUM, SANDHUR PALING “GILA” di LIGA BATAVIA SERI 3.

Tim Punto meledak di Bekasi  semua jagoannya juara—Gelaran Liga Batavia Seri 3 yang berlangsung di Lapangan Irama Budidaya pada 5 April 2026 menjelma bak pasar kaget jelang Lebaran—ramai, penuh energi, dan sarat emosi.  Kung mania datang memenuhi lapangan yang berdempetan dengan permukiman, bukan sekadar untuk berkompetisi, tetapi juga untuk melepas rindu, bersilaturahmi, dan saling bermaafan dalam suasana halal bihalal yang hangat.

Momentum pasca-mudik dimanfaatkan para penggemar perkutut untuk “menghibur diri” setelah perjalanan panjang. Menggantang burung kesayangan menjadi terapi tersendiri, sekaligus ajang pemanasan menuju event bergengsi berikutnya di LPI Caruban yang tinggal sepekan lagi.

Liga Batavia Seri 3 menghadirkan banyak kejutan, khususnya di kelas dewasa senior. Burung-burung langganan juara justru tampil kurang maksimal. Nama-nama besar seperti Rotang dan Mistikus, pacil tampak lebih banyak “diam”—diduga efek libur panjang Lebaran, bahkan tak sedikit yang berseloroh soal “kelebihan opor dan santan” jadi bawaannya “molor mlulu”.

Di tengah kondisi itu, tim Punto justru mencuri perhatian lewat amunisi barunya, Syahdur (Sadur). Tampil stabil sejak awal, Sadur sukses merebut posisi puncak dan menghidupkan kembali tensi persaingan. Peran joki kawakan Wasid Nusantara yang didatangkan khusus dari Sampang terbukti krusial dalam menjaga performa burung ini tetap prima. ini lah kenapa di sebut syahdur paling “Gila” karena diantara semua jagoan yang turun cuman syahdur yang menempuh perjalanan  paling jauh,

Kemenangan Sadur menjadi sinyal serius menjelang LPI Caruban, di mana ia diprediksi bakal bersaing sengit dengan burung viral milik tim ALf seperti Big Show dan Donald Trump.

Meski gagal menjadi yang terbaik, Rodtang masih berkesempatan membawa pulang poin liga dan masih memuncaki klasemen Liga Batavia dengan poin 46.

Aldegeur milik Wewe Alf konsisten dengan poin 20 setelah sukses bertahan di peringkat kedua. Disusul Abimanyu milik Sunardi Tambun di peringkat ke-3.

Sejak awal penilaian, SANDHUR  langsung tancap gas. Tidak hanya berhenti di juara pertama, Team Punto juga menunjukkan kedalaman kualitas amunisinya. Nama BISMA dan CHIKI CHIKI turut menyumbang poin penting dengan finis di posisi lima dan delapan. Konsistensi ini menjadi bukti bahwa Team Punto bukan sekadar unggul di satu burung, tetapi benar-benar matang secara tim.

Persaingan ketat justru terjadi di posisi runner-up. ALDEGUER milik Wew ALF dari Malang tampil solid dengan 20 poin, mengamankan posisi kedua. Sementara ABIMANYU milik Soenardi dari Cibitung menempel ketat di posisi tiga dengan 16 poin, memperlihatkan performa yang tak kalah stabil.

Di papan tengah, nama-nama seperti RONTANG, PINKY, hingga ROCKY GERUNG tetap memberikan warna dalam persaingan. Meski terpaut poin dari tiga besar, performa mereka tetap layak diapresiasi, terutama dalam menjaga ritme di tengah tekanan kompetisi yang cukup ketat.

Hasil ini semakin memperkuat posisi Team Punto sebagai salah satu kekuatan utama di kancah liga perkutut nasional. Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi kandidat kuat untuk menjadi juara umum di akhir musim Liga Batavia.

Kelas Piyik Bebas: Srikandi Bersinar

Sorotan lain datang dari kelas piyik bebas. Burung Srikandi milik Haji Nunu Pesona Depok tampil luar biasa. Meski sempat dibawa mudik oleh perawatnya, Heru Wi, performanya tetap stabil dan bahkan keluar sebagai yang terbaik.

Kemenangan ini semakin menegaskan mental juara Srikandi yang sebelumnya juga sukses di Liga Jasela Kebumen. Sementara itu, King Dom yang biasanya dominan harus rela mengakui keunggulan Srikandi kali ini.

Klasemen Memanas, Kingdom Konsisten

Di papan klasemen, Kingdom menunjukkan konsistensi luar biasa. Tambahan 20 poin membuat totalnya kini mencapai 70 poin, menjadikannya kandidat kuat untuk menjadi juara umum. Sementara pesaing terdekat seperti Acosta justru tampil kurang maksimal.

Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Tengkung milik Satya Serang yang kembali menambah poin penting, meski belum cukup untuk menggeser posisi papan atas.

Kelas Piyek Yunior: Dimitrov Lengkapi Dominasi TIM PUNTO.

Kelas piyek Yunior di Liga Batavia Seri 3 benar-benar menjadi panggung masa depan. Di tengah ramainya suasana pasca-Lebaran, persaingan justru tampil segar dengan munculnya amunisi-amunisi muda yang siap mengguncang peta kekuatan perkutut nasional.

Sorotan utama tertuju pada ring Discovery milik TIM Punto milik Dimitriov. Tampil stabil sejak awal gantangan, Dimitrio sukses mengunci kemenangan mutlak dengan raihan 25 poin. Penampilan matang burung muda ini menegaskan bahwa Tim Punto tak hanya kuat di kelas senior, tetapi juga serius menyiapkan regenerasi juara. nantikan ulasanya tim punto di web site ini

Di posisi runner-up, Sari Tomo milik Dede Primarasa tampil konsisten dan mengamankan 20 poin. Tak hanya itu, dominasi kubu Primarasa semakin terasa dengan masuknya Amelia di posisi ketiga. Duet ini menjadi sinyal kuat bahwa Bandung juga tak kehabisan stok talenta muda meski mulai seret di kelas dewasa.

Sementara itu, Sidik Jari milik H. Supriadi / Paung dari Bekasi tampil solid di posisi empat, disusul Comando dari Serang yang menunjukkan karakter fighter meski bersaing ketat di papan tengah atas.

Nama-nama seperti Mandarin, Al Hadid, hingga Si Pinang turut meramaikan persaingan dengan performa yang cukup stabil, membuktikan bahwa kelas piyek yunior kini semakin merata kualitasnya.

Yang menarik, beberapa burung muda seperti Bintang Baru, Hormus, hingga Bobah mulai menunjukkan progres positif dan berpotensi menjadi ancaman serius di seri-seri berikutnya.

ULASAN KELAS HANGING – PENUTUP PANAS PENUH GENGSI

Kelas hanging di Liga Batavia Seri 3 Bekasi benar-benar menjadi klimaks yang ditunggu-tunggu. Bukan sekadar kelas penutup, tetapi inilah “kelas madu bakat”—tempat para pemandu bakat membaca masa depan dan arena unjuk kualitas burung-burung potensial yang siap naik level.

Monichell bergelang Nusa milik Roni Pakansari. Tampil penuh percaya diri dan stabil sepanjang penilaian, Monichell sukses mengunci posisi puncak dengan 25 poin, sekaligus menegaskan dirinya sebagai salah satu burung prospek paling menjanjikan di kelas hanging saat ini. Menurut Roni, dirinya menutup diri dari penawaran mana pun karena dirinya tidak mau kejadian “terjualnya BIg Show” terulang.

Persaingan ketat datang dari Stallion milik Wondo Jakarta yang harus puas di posisi kedua, disusul Joaquin milik Apay yang juga tampil impresif. Sementara itu, nama Sipitung dari Karawang dan Arion dari Tangerang turut meramaikan papan atas dengan performa yang cukup solid.

Yang tak kalah menarik, ring JML milik peternakan Haji Jamil Depok sukses menempatkan dua wakilnya, Klaras dan El Satria, di posisi 6 dan 7. Hasil ini semakin mempertegas kualitas breeding JML yang konsisten melahirkan burung-burung kompetitif, terlebih dengan sentuhan tangan dingin perawat legendaris Mul gobang, JML bf sendiri dalam perawatan ternaknya selalu memakai produk pakan golden voice pro kung chek out disini .

Di sisi lain, kehadiran Queen, Binong, hingga Mahesa semakin memperkaya warna persaingan. Nama terakhir, Mahesa ring Pesona Olala milik H. Nunu, menjadi penutup manis bagi tim Pesona dengan menempatkan wakilnya di 10 besar.

Ketua Pengwil Sejabodetabek, H. Sularno, menyampaikan apresiasi atas suksesnya gelaran Liga Batavia Seri 3 di Bekasi yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

“Alhamdulillah, Liga Batavia Seri 3 ini berjalan sangat sukses. ANTUSIASME kung mania luar biasa, bahkan bisa kita lihat sendiri suasananya sampai tumpah ruah seperti pasar kaget. Ini bukti bahwa semangat hobi perkutut tetap hidup, bahkan semakin kuat setelah momentum Lebaran,” ujar H. Sularno.

Ia juga menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi ruang silaturahmi antarpenghobi dari berbagai daerah.

“Yang paling penting bukan hanya soal juara, tapi bagaimana kita bisa saling bersilaturahmi, halal bihalal, dan mempererat persaudaraan. Liga Batavia ini jadi wadah yang sangat positif untuk itu,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, H. Sularno berharap performa para peserta di Bekasi bisa menjadi bekal penting menuju event berikutnya.

“Kami berharap hasil dari seri ini bisa menjadi pemanasan yang baik menuju LPI Caruban. Persaingan semakin menarik, kualitas burung juga semakin meningkat. Ini sinyal positif untuk perkembangan dunia perkutut ke depan,” pungkasnya.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Related news