Atlas BF: Generasi Putra Kadur Cetak Suara Depan Melengking, Mirip Sang Legenda 2023.

Atlas BF Semarang mengembangkan generasi Putra Kadur yang mulai menunjukkan suara depan melengking. Tiga tetasan awal bikin kung mania penasaran.

Atlas BF kembali mencuri perhatian di jagad kung mania Nusantara. Kali ini bukan sekadar karena nama besar farm asal Semarang tersebut, tetapi karena munculnya generasi Putra Kadur yang mulai menunjukkan karakter suara depan melengking, mengingatkan kung mania pada sosok sang indukan yang pernah membuat arena perkutut heboh.

Sekitar tiga tahun silam, jagad kung mania Indonesia dibuat penasaran dengan kemunculan Putra Kadur, burung milik H. Hairul dari Pamekasan. Saat itu, Putra Kadur mampu membuat banyak kung mania di pinggir lapangan terpukau melalui suara depannya yang dianggap memiliki karakter menonjol.

Bukan hanya sekadar ramai diperbincangkan. Salah satu momen yang paling membekas terjadi ketika Putra Kadur tampil di Pasuruan.

Burung bergelang Atlas BF Semarang tersebut sukses meraih koncer empat warna. Penampilan itu kemudian menjadi salah satu titik penting perjalanan Putra Kadur sekaligus membuat nama trahnya semakin diperhitungkan.

Dari Lapangan Menuju Perburuan Trah

Setelah penampilan Putra Kadur mencuri perhatian, perburuan terhadap saudara dan generasinya mulai terjadi.

Kung mania tidak hanya memburu burung yang sudah berprestasi, tetapi juga mulai mencari adik-adik Putra Kadur serta generasi yang memiliki keterkaitan dengan K.333 A.

Bagi peternak dan para pemburu trah, munculnya Putra Kadur menjadi sinyal bahwa darah tersebut mempunyai potensi untuk dikembangkan lebih jauh.

Kondisi itu membuat Koh Henry, pemilik Atlas BF, harus menghadapi tingginya permintaan kung mania terhadap produk breeding Atlas. Antusiasme pasar bahkan semakin terasa setelah Putra Kadur akhirnya resmi diboyong dari Pamekasan menuju markas Atlas BF.

Keputusan tersebut sempat membuat banyak kung mania penasaran.

Pertanyaannya sederhana: seperti apa hasil breeding Putra Kadur ketika dikembangkan langsung di kandang Atlas BF?

k henry alas bersama h arif shasha difa

Anak Pertama Mulai Bikin Penasaran

Jawabannya mulai terlihat ketika generasi pertama Putra Kadur lahir.

Anakan tersebut disebut memiliki tipikal yang mengingatkan pada Putra Kadur ketika masih berada di fase PAUD. Secara tampilan dan karakter awal, kemiripan itu menjadi salah satu hal yang membuat kung mania semakin penasaran menunggu perkembangan berikutnya.

Menariknya, harga booking yang berada di kisaran Rp40 juta ternyata tidak menyurutkan minat calon pemilik.

Justru kung mania tetap rela masuk daftar antrean.

Menurut kabar dari breeding, sudah ada sekitar 7–8 orang yang melakukan booking generasi Putra Kadur. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa nama Putra Kadur masih memiliki daya tarik kuat, bahkan ketika yang ditawarkan bukan burung jawara yang sudah turun lapangan, melainkan generasi hasil breeding.

Dan kini, perjalanan breeding tersebut sudah memasuki telur ketujuh.

Tiga Anakan Awal Mulai Menunjukkan Karakter

Bagian yang paling membuat Koh Henry senang adalah perkembangan anak pertama hingga ketiga.

Ketiganya disebut mulai menunjukkan rekaman suara yang bagus. Salah satu karakter yang paling mencuri perhatian adalah suara depan, yang dinilai memiliki kemiripan dengan karakter suara Putra Kadur.

Tentu saja perjalanan anakan tersebut masih panjang.

Mereka belum bisa langsung disamakan dengan pencapaian sang bapak. Masih diperlukan proses tumbuh, perawatan, pemasteran alami, hingga pembuktian ketika kelak masuk lapangan.

Namun bagi breeding, munculnya karakter suara sejak awal tentu menjadi kabar yang menggembirakan.

Ibarat melihat pemain muda mulai memperlihatkan gaya permainan sang senior, kung mania tentu dibuat penasaran: apakah nanti ketika dewasa benar-benar mampu mengikuti jejak Putra Kadur?

Koh Henry Menunggu Generasi Berikutnya

Melihat perkembangan tiga tetasan awal, Koh Henry mengaku senang dengan hasil yang mulai terlihat.

Harapannya sederhana, generasi Putra Kadur dari Atlas BF tidak hanya bagus di kandang, tetapi suatu saat mampu membuktikan kualitasnya di arena konkurs.

Target paling menarik tentu saja bukan sekadar mendapatkan suara depan yang mirip sang bapak.

Koh Henry berharap suatu hari ada generasi Putra Kadur yang mampu mengulang pencapaian fenomenal sang indukan, yakni meraih koncer empat warna di pentas nasional.

Kalau itu benar-benar terjadi, cerita Putra Kadur bisa saja memasuki babak baru.

Dulu kung mania berburu Putra Kadur dan keluarganya.

Kini, mereka mulai menunggu apakah anak-anak Putra Kadur mampu menjadi generasi baru yang kembali membuat pinggir lapangan ramai.

Dari Pamekasan ke Atlas BF

Perjalanan Putra Kadur memang cukup menarik. Berawal dari Pamekasan bersama H. Hairul, kemudian mencuri perhatian lewat penampilan di Pasuruan, hingga akhirnya masuk program breeding Atlas BF Semarang.

Kini yang menjadi sorotan bukan lagi hanya sang bapak.

Perhatian mulai bergeser kepada anak-anaknya.

Apalagi ketika karakter suara depan mulai terdengar dari generasi awal. Bagi kung mania, suara seperti itu tentu menjadi bahan pembicaraan panjang sambil menunggu perkembangan fisik dan mental burung.

Apakah generasi ini akan benar-benar menjadi penerus Putra Kadur?

Belum ada yang bisa memastikan.

Tetapi satu hal sudah terlihat: nama Putra Kadur kembali hidup lewat tetasan-tetasan barunya di Atlas BF.

Dan kalau suatu hari salah satu anaknya berdiri di gantangan nasional lalu kembali mengeluarkan suara depan melengking dengan performa istimewa, bukan tidak mungkin kung mania akan kembali berkata,

“Nah, ini baru anak Putra Kadur!”

GoldenVoiceNews.com akan terus mengikuti perkembangan generasi Putra Kadur dan cerita menarik lainnya dari dunia kung mania Nusantara.

Artikel ini merupakan sajian hiburan untuk Kung Mania, bukan untuk merendahkan atau menjatuhkan pihak mana pun. Salam senyum selalu.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news