TIM PRIMARASA BANDUNG KUASAI PODIUM HARI PERTAMA LPI SUMENEP, KALIMAYA DAN BENTLEY BERJAYA DI ARYA WIRARAJA CUP 2026

Tim Primarasa Bandung langsung menorehkan prestasi membanggakan pada hari pertama gelaran Liga Perkutut Indonesia (LPI) Pariwisata Arya Wiraraja Cup 2026 di Sumenep, Madura, Sabtu (10/10/2026). Dua jagoannya sukses meraih kemenangan di kelas berbeda. Kalimaya berjaya di kelas piyik yunior, sedangkan Bentley mengamankan kemenangan di kelas piyik hanging.

Kabar kemenangan tersebut disampaikan langsung oleh mekanik Tim Primarasa, Ustad Roy Fajri, melalui akun WhatsApp. Hasil ini menjadi catatan positif bagi tim asal Bandung tersebut, terlebih Kalimaya merupakan produk ternakan Primarasa sendiri.

Kalimaya, Produk Primarasa yang Bersinar di Piyik Yunior

Kemenangan Kalimaya di kelas piyik yunior menjadi kebanggaan tersendiri bagi Tim Primarasa Bandung. Sebagai burung hasil ternakan sendiri, keberhasilan Kalimaya menunjukkan bahwa produk breeding internal Primarasa mampu tampil kompetitif di tengah persaingan konkurs tingkat nasional.

Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi tim untuk terus mengembangkan kualitas materi ternakan. Bagi para peternak, pencapaian produk sendiri di arena lomba menjadi salah satu tolok ukur yang menarik dalam perjalanan membangun kualitas breeding.

Bentley Lengkapi Kemenangan di Kelas Piyik Hanging

Tak hanya Kalimaya, Primarasa Bandung juga mencatatkan hasil positif melalui Bentley yang meraih kemenangan di kelas piyik hanging. Dua kemenangan dari dua kelas berbeda membuat hari pertama Arya Wiraraja Cup 2026 terasa istimewa bagi tim yang bermarkas di Bandung tersebut.

Kemenangan Kalimaya dan Bentley menjadi modal penting bagi Primarasa untuk menjaga konsistensi prestasi dalam persaingan dunia perkutut. Informasi yang disampaikan Ustad Roy Fajri melalui WhatsApp pun menjadi kabar menggembirakan bagi kung mania yang mengikuti kiprah tim ini.

Meski demikian, rincian peringkat dan daftar lengkap pemenang setiap kelas masih menunggu publikasi resmi hasil lomba.

Arya Wiraraja Cup, Perpaduan Konkurs Perkutut dan Budaya Sumenep

Gelaran LPI Pariwisata Arya Wiraraja Cup 2026 berlangsung pada Sabtu–Minggu, 10–11 Oktober 2026, di kawasan sebelah timur GOR A. Yani, Sumenep. Berdasarkan brosur kegiatan, hari pertama mempertandingkan kelas piyik bebas empat blok, piyik yunior empat blok, serta piyik hanging tiga blok.

Sementara itu, pada Minggu, 11 Oktober 2026, perlombaan dijadwalkan berlanjut dengan kelas dewasa senior empat blok dan dewasa yunior empat blok.

Penyelenggaraan kali ini juga menghadirkan nuansa budaya yang kuat. Pembukaan pada Sabtu dijadwalkan dilakukan oleh Ketua Umum P3SI dan dihadiri Bupati Sumenep. Keduanya tampil menaiki kuda, disambut kemeriahan tarian khas daerah yang menambah daya tarik acara.

Perpaduan kompetisi burung perkutut, seni tradisional, dan promosi pariwisata menjadi nilai tambah bagi gelaran ini. Selain menjadi ajang adu kualitas gaco, Arya Wiraraja Cup juga menjadi ruang silaturahmi bagi kung mania dari berbagai daerah. Hadiah utama salah satunya jatuh kepada tim punto

Di tengah ketatnya persaingan, Tim Primarasa melalui Dede Primarasa dari Bandung tampil mencolok. Kalimaya merebut juara pertama Piyik Yunior, sedangkan Betley menempati podium tertinggi Piyik Hanging. Sementara itu, kelas Piyik Bebas dikuasai Putra Laksana milik Narko dari Sidoarjo.

 

1. PIYIK BEBAS: PUTRA LAKSANA JADI RAJA, SYAHRINI MENGUNTIT!

Juara 1 — Putra Laksana, ring WKP
Pemilik: Narko, Sidoarjo.

Putra Laksana tampil sebagai yang terbaik di kelas Piyik Bebas. Burung milik Narko dari Sidoarjo ini berhasil menempati posisi teratas, sekaligus membawa pulang kebanggaan untuk timnya. Nama Putra Laksana pun menjadi sorotan di antara deretan peserta yang turun bertanding.

Juara 2 — Syahrini, ring SKAD
Pemilik: H. Masdar, Talango.

Syahrini sukses menempel ketat sang juara. Burung milik H. Masdar dari Talango ini harus puas di posisi kedua, tetapi pencapaiannya tetap menjadi hasil membanggakan. Kalau Putra Laksana menjadi pemeran utama, Syahrini jelas bukan figuran biasa!

Juara 3 — Bintang Timur, ring Ababil
Pemilik: Tim Ababil, Sampang.

Bintang Timur melengkapi podium tiga besar. Mewakili Tim Ababil dari Sampang, burung ini berhasil masuk jajaran terbaik di tengah persaingan Piyik Bebas yang diikuti banyak peserta.

Tiga besar ini menunjukkan persaingan yang menarik. Putra Laksana berhasil mengambil mahkota, Syahrini menjadi penantang terdekat, sementara Bintang Timur memastikan Tim Ababil ikut membawa pulang kebanggaan.

2. PIYIK YUNIOR: KALIMAYA BERSINAR, PRIMARASA TERSENYUM LEBAR!

Juara 1 — Kalimaya, ring Primarasa
Pemilik: Dede Primarasa, Bandung.

Kalimaya menjadi bintang utama kelas Piyik Yunior. Burung milik Dede Primarasa ini sukses menempati posisi pertama dan membuktikan kualitasnya di tengah persaingan yang ketat.

Kemenangan Kalimaya menjadi salah satu cerita menarik bagi Tim Primarasa. Komandan Bambang Kancil dan rekan-rekan tentu punya alasan untuk berbangga. Kalimaya berhasil membuat nama Primarasa bersinar di panggung Sumenep.

Juara 2 — Padan Arofah, ring ICM
Pemilik: H. Ismail, Pamekasan.

Padan Arofah tampil sebagai pesaing terdekat Kalimaya. Burung milik H. Ismail dari Pamekasan ini menempati posisi kedua, sekaligus menunjukkan bahwa tuan rumah dan peserta dari wilayah Madura tetap memberikan perlawanan serius.

Padan Arofah memang belum berhasil menjadi nomor satu, tetapi hasil ini cukup untuk membuat persaingan tetap menarik. Kalimaya boleh berpesta, namun Padan Arofah sudah memberi sinyal bahwa persaingan berikutnya tidak akan mudah!

Juara 3 — Kamandanu, ring Ottoman
Pemilik: H. Syaiful Ottoman, Sumenep.

Kamandanu melengkapi tiga besar untuk tuan rumah Sumenep. Burung milik H. Syaiful Ottoman ini berhasil menempati posisi ketiga, menjaga nama Ottoman tetap diperhitungkan dalam persaingan kelas piyik yunior.

Dengan Kalimaya di posisi pertama, Padan Arofah di posisi kedua, dan Kamandanu di posisi ketiga, kelas ini menyajikan kombinasi menarik antara kekuatan tim dari Bandung dan perlawanan peserta dari Madura.

Bagi Primarasa, kemenangan Kalimaya menjadi tambahan catatan manis. Apalagi, kemenangan ini dilengkapi keberhasilan Betley di kelas Piyik Hanging. Dua kelas, dua gelar juara pertama—Komandan Bambang Kancil tentu boleh tersenyum lebih lebar!

3. PIYIK HANGING: BETLEY JUARA, LANGKA SUKA JAYA DAN BINTANG HARAPAN TAK MAU KALAH PAMOR!

Juara 1 — Betley, ring AKL
Pemilik: Dede Primarasa, Bandung.

Betley menjadi penguasa kelas Piyik Hanging. Burung milik Dede Primarasa ini berhasil meraih juara pertama dan melengkapi kemenangan Primarasa di dua kelas berbeda.

Kalau Kalimaya sudah membuka jalan di Piyik Yunior, Betley meneruskan cerita di Piyik Hanging. Ibarat duet yang sudah sepakat berbagi tugas, satu mengamankan kelas yunior, satu lagi menuntaskan pekerjaan di hanging. Hasilnya, Primarasa pulang dengan dua gelar juara pertama!

Juara 2 — Langka Suka Jaya, ring Puncak Jaya
Pemilik: Mohammad Arfah, Singapura/Batam.

Langka Suka Jaya sukses menempati posisi kedua. Burung milik Mohammad Arfah ini menjadi pesaing terdekat Betley, membawa nama Puncak Jaya masuk barisan teratas.

Dengan posisi kedua, Langka Suka Jaya tetap membuktikan bahwa persaingan kelas hanging bukan milik satu tim saja. Betley memang berhasil mengunci juara pertama, tetapi Langka Suka Jaya memberikan tekanan yang membuat perebutan podium tetap menarik.

Juara 3 — Bintang Harapan, ring AKS
Pemilik: Madik Jaya, Pamekasan.

Bintang Harapan melengkapi podium tiga besar. Burung milik Madik Jaya dari Pamekasan ini sukses masuk jajaran terbaik, sekaligus menambah warna persaingan peserta dari Madura.

Bintang Harapan mungkin belum mencapai posisi puncak, tetapi podium ketiga tetap menjadi hasil yang patut diapresiasi. Dalam lomba perkutut, setiap posisi memiliki cerita dan setiap gelaran memberi kesempatan untuk memperbaiki pencapaian.

 

 

Pakan Perkutut Golden Voice, Mendukung Perawatan Harian

Di balik persiapan burung menuju arena konkurs, perawatan harian menjadi salah satu faktor yang tidak boleh diabaikan. Kualitas pakan, kebersihan kandang, kecukupan air minum, serta pola perawatan yang konsisten perlu diperhatikan agar burung tetap sehat dan berada dalam kondisi prima.

Pakan Perkutut Golden Voice hadir sebagai salah satu pilihan pakan bagi kung mania untuk menunjang kebutuhan nutrisi perkutut sehari-hari. Pemberian pakan yang sesuai kebutuhan, disertai perawatan dan latihan yang tepat, dapat membantu menjaga kondisi burung. Namun, hasil lomba tetap dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi fisik, karakter burung, adaptasi lingkungan, dan pola latihan.

Sementara itu, informasi seputar hasil konkurs, profil jawara, perkembangan breeding, hingga berita terbaru dunia perkutut dapat diikuti melalui GoldenVoiceNews.com. Media ini menjadi salah satu referensi bagi kung mania untuk mengikuti dinamika kompetisi dan perkembangan hobi perkutut di berbagai daerah.

Primarasa Bandung Kirim Sinyal Persaingan

Dua kemenangan melalui Kalimaya dan Bentley menjadi hasil positif bagi Tim Primarasa Bandung pada hari pertama LPI Sumenep. Keberhasilan Kalimaya sebagai produk ternakan sendiri juga memberikan kebanggaan tersendiri bagi tim dalam mengembangkan materi breeding.

Persaingan Arya Wiraraja Cup 2026 masih berlanjut pada hari kedua. Menarik untuk menantikan perkembangan hasil berikutnya dan kiprah tim-tim lain yang turut meramaikan gelaran di Sumenep.

 

FOTO MEDSO WS, ROY , MEDIA ONLINE

Hasil lomba selengkapnya menunggu rilis resmi media. Ikuti perkembangan berita dan hasil konkurs perkutut melalui GoldenVoiceNews.com, serta informasi seputar Pakan Perkutut Golden Voice untuk melengkapi wawasan kung mania mengenai perawatan burung kesayangan.

 

pakan perkutut superman

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news