Pengda Banjarmasin Cup 2026 Meledak! Piyik Bebas Jadi Magnet, Panglima Kumbang, Bunga Tanjung, Titipan Pandu dan Play Star Kuasai Podium

Pengda Banjarmasin Cup 2026 yang digelar Minggu, 20 September 2026, di Lapangan Lembu Jantan, Pekapuran Raya, Banjarmasin, berlangsung meriah.

Kung mania datang dengan membawa misi masing-masing. Ada yang ingin menguji jagoan, ada yang memburu podium, ada yang sekadar ingin melihat perkembangan burung, dan tentu saja ada yang datang dengan keyakinan penuh:

“Hari ini harus koncer!”

Soal hasil akhirnya? Itu urusan burung!

Yang jelas, Pengda Banjarmasin Cup memberikan ruang bagi kung mania untuk berekspresi melalui beberapa kelas yang tersedia. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Kelas Piyik Bebas, yang dibuka sebagai partai tambahan.

Kalau biasanya kung mania datang sambil bertanya, “Mau main kelas apa?”, kali ini pilihannya bertambah. Burung yang selama ini hanya duduk manis di rumah pun mendapat kesempatan untuk turun arena.

Dan ketika burung sudah naik, pemilik biasanya mulai melakukan ritual klasik: melihat ke atas, melihat ke bawah, lalu melihat teman sebelah sambil bertanya,

“Tadi burung saya bunyi nggak?”

Piyik Bebas Jadi Magnet Baru Pengda Banjarmasin Cup

Pembukaan Kelas Piyik Bebas menjadi salah satu warna tersendiri dalam Pengda Banjarmasin Cup 2026.

Ketua Pengda P3SI Banjarmasin, Agus Anjar, menjelaskan bahwa kelas tersebut dibuka agar peserta memiliki lebih banyak pilihan.

Sebelumnya, konsep serupa juga mendapatkan respons cukup baik dalam lomba di Banjarbaru. Pertimbangan tersebut kemudian mendorong panitia Pengda Banjarmasin Cup mencoba kembali membuka Kelas Piyik Bebas.

“Konkurs Pengda Banjarmasin Cup hari ini ada Kelas Piyik Bebas, tujuannya agar peserta lebih banyak pilihan kelas. Kami lakukan karena di lomba Banjarbaru beberapa waktu lalu ada juga kelas yang sama dan pesertanya lumayan,” terang Agus Anjar.

Dengan adanya tambahan kelas, peserta mempunyai ruang lebih luas untuk menyesuaikan burung yang akan dimainkan.

“Saya kira semakin banyak kelas yang dibuka, maka peserta bisa berekspresi memilih kelas yang sesuai dengan keinginannya,” sambung Agus Anjar.

Dan hasilnya cukup menggembirakan.

Respons peserta menunjukkan bahwa keputusan membuka Kelas Piyik Bebas tidak sia-sia. Bahkan, kelas tersebut berpotensi kembali dihadirkan pada gelaran berikutnya.

Artinya sederhana: kalau kelas bertambah, pilihan bertambah. Kalau pilihan bertambah, burung di rumah yang tadinya cuma jadi cadangan mulai melirik sangkar sambil berkata, “Kapan saya dimainkan?”

Winardi: Dukungan untuk Perkutut Kalsel Harus Terus Dijaga

Hadir dalam gelaran tersebut Ketua Pengwil P3SI Kalimantan Selatan H. Winardi Sethiono, pemilik Win’s Bird Farm Banjarmasin.

Kehadiran Winardi menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan perkutut di Kalimantan Selatan.

Winardi juga dikenal ikut memberikan dukungan dalam gelaran ini melalui sumbangan hadiah berupa satu unit sepeda listrik.

“Saya hadir  juga sebagai wujud dukungan pada setiap kegiatan di Kalimantan Selatan. Harapannya ke depan hobi perkutut di Kalimantan Selatan bisa semakin semarak,” ujar H. Winardi Sethiono.

Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan hobi perkutut di daerah.

Sebab sebuah konkurs tidak hanya membutuhkan peserta. Ada panitia, juri, joki, pemilik burung, peternak, tokoh perkutut dan tentu saja kung mania yang rela datang sejak pagi demi menyaksikan jagoannya bertarung.

Dan begitu burung naik kerekan, teori mendadak diuji.

Pemilik boleh yakin.

Joki boleh percaya diri.

Teman boleh memberi prediksi.

Tetapi keputusan terakhir tetap di atas kerekan.

Burung yang bicara, manusia yang deg-degan!

Azis Gambut: Yang Penting Hobi Terus Ramai

Dari kalangan Kung Mania Banjarmasin, Azis Gambut melihat antusiasme peserta sebagai bagian penting dalam menjaga geliat hobi perkutut.

“Yang paling penting hobi ini terus ramai. Peserta punya pilihan kelas, pemilik burung punya kesempatan mencoba jagoannya, dan suasana lomba menjadi semakin hidup. Kalau event ramai, kung mania juga semakin semangat untuk terus merawat dan menyiapkan burung,” ujar Azis Gambut.

Bagi kung mania, konkurs memang bukan hanya soal membawa pulang piala.

Ada proses panjang sebelum burung sampai ke lapangan. Mulai dari memilih trah, merawat, menjaga kondisi, mempersiapkan mental hingga akhirnya diuji di arena.

Dan ketika burung sudah berada di atas kerekan, semua persiapan tersebut mendapat ujian sesungguhnya.

Hari ini bisa bunyi.

Besok bisa diam.

Lusa bisa bikin kejutan.

Itulah perkutut. Kadang pemiliknya sudah punya prediksi, burungnya malah punya agenda sendiri!

Dua Sepeda Listrik Ikut Menambah Semangat

Selain persaingan di arena, Pengda Banjarmasin Cup 2026 juga memiliki daya tarik berupa hadiah tambahan.

Dua unit sepeda listrik menjadi bagian dari dukungan kegiatan. Masing-masing merupakan sumbangan dari H. Winardi Sethiono dan Endy DB D’Best BF.

Dukungan tersebut tentu menjadi tambahan semangat bagi peserta.

Sebab setelah empat babak selesai, pertanyaannya bukan hanya:

“Siapa yang juara?”

Tetapi juga:

“Sepeda listriknya ke mana?”

Yang satu ini biasanya membuat mata kung mania mendadak lebih tajam daripada melihat burung sendiri!

Empat Babak Berjalan Lancar

Dari arena, pelaksanaan empat babak penjurian berlangsung lancar.

Cuaca cerah seolah ikut memberikan dukungan kepada peserta yang berada di atas kerekan dan gantangan untuk menampilkan burung dalam kondisi terbaik.

Tidak ada drama besar yang mengganggu jalannya perlombaan.

Empat babak akhirnya bisa diselesaikan dan penentuan podium pun dilakukan.

Kini saatnya melihat siapa saja yang berhasil mengamankan posisi tiga besar di masing-masing kelas.


Tiga Besar Dewasa Senior: Panglima Kumbang Memimpin

Di Kelas Dewasa Senior, nama Panglima Kumbang milik H. Rihan BGM BF dari Binuang berhasil menempati posisi pertama.

Nama Panglima Kumbang benar-benar terasa pas. Turun ke arena bukan untuk sekadar jalan-jalan, tetapi langsung memimpin barisan.

Posisi kedua ditempati Sinjay milik Asan dari Banjarmasin.

Sinjay memang belum mengambil posisi tertinggi, tetapi berhasil mengamankan tempat kedua. Artinya, Panglima Kumbang kali ini belum bisa bernapas terlalu lega.

Kemudian posisi ketiga ditempati Santuy milik Erwan Ruslim dari Banjarmasin.

Namanya Santuy, tetapi hasilnya tidak santai-santai amat.

Tiga besar Dewasa Senior:

  1. Panglima Kumbang – H. Rihan BGM BF – Binuang – Atlas
  2. Sinjay – Asan – Banjarmasin – Win’s
  3. Santuy – Erwan Ruslim – Banjarmasin – Win’s

Panglima Kumbang akhirnya menjadi nama yang paling menonjol di kelas senior.


Tiga Besar Dewasa Yunior: Bunga Tanjung Paling Harum

Masuk ke Kelas Dewasa Yunior, giliran Bunga Tanjung milik H. Subari dari P. Raya yang berhasil berdiri di podium pertama.

Namanya Bunga Tanjung.

Tetapi jangan salah, kali ini bukan sekadar bunga penghias lapangan.

Bunga Tanjung justru menjadi nama yang paling harum dalam daftar juara Dewasa Yunior!

Posisi kedua ditempati Lara Hati milik Halis dari Banjarmasin.

Nama burungnya memang terdengar seperti judul lagu galau, tetapi hasil akhirnya justru membuat pemiliknya tersenyum lebar.

Sementara posisi ketiga ditempati Garuda Hitam milik Samin dari Banjarmasin.

Garuda Hitam belum terbang sampai podium tertinggi, tetapi berhasil masuk tiga besar.

Tiga besar Dewasa Yunior:

  1. Bunga Tanjung – H. Subari – P. Raya – Haji
  2. Lara Hati – Halis – Banjarmasin – Win’s
  3. Garuda Hitam – Samin – Banjarmasin – Arjuna

Bunga Tanjung akhirnya menjadi nama paling harum di kelas ini.


Tiga Besar Piyik Bebas: Titipan Pandu Bawa Amanah Sampai Puncak

Kalau ada kelas yang sejak awal menjadi salah satu perhatian, tentu Piyik Bebas.

Dan hasil akhirnya juga tidak kalah menarik.

Titipan Pandu milik Japar dari Rantau berhasil menempati posisi pertama.

Namanya Titipan Pandu.

Namun kali ini titipan tersebut tidak pulang dengan tangan kosong.

Justru pulang membawa podium nomor satu!

Lebih menarik lagi, posisi kedua juga ditempati burung milik Japar, yaitu Lembayung.

Artinya, Japar sukses menempatkan dua burung sekaligus di tiga besar.

Sementara posisi ketiga ditempati Saw Ben Sayle milik Wijaya dari Martapura.

Tiga besar Piyik Bebas:

  1. Titipan Pandu – Japar – Rantau – Amoba
  2. Lembayung – Japar – Rantau – Amoba
  3. Saw Ben Sayle – Wijaya – Martapura – Verona

Satu pemilik, dua burung masuk tiga besar.

Kalau begini, yang bingung bukan burungnya.

Pemiliknya yang mungkin bingung mau tersenyum dulu atau langsung foto podium!


Tiga Besar Piyik Hanging: Play Star Jadi Bintang

Berikutnya ada Kelas Piyik Hanging.

Posisi pertama berhasil diamankan Play Star milik MuasiB dari Banjarmasin dengan bendera JF BF.

Nama Play Star benar-benar sesuai hasilnya.

Ketika waktunya bermain, langsung tampil sebagai bintang dan akhirnya berada di podium teratas.

Posisi kedua ditempati Sehati milik Daus/Umar Team dari Rantau.

Nama Sehati terasa cocok dengan perjuangan pemilik dan joki. Sebab menghadapi lomba memang harus sehati.

Sementara posisi ketiga ditempati Batosai, yang juga milik Daus/Umar Team dari Rantau.

Menariknya, Daus/Umar Team berhasil menempatkan dua burung sekaligus di tiga besar.

Tiga besar Piyik Hanging:

  1. Play Star – Muasib – Banjarmasin – JF BF
  2. Sehati – Daus/Umar Team – Rantau – Amoba BF
  3. Batosai – Daus/Umar Team – Rantau – Amoba BF

Kalau satu burung bikin deg-degan, dua burung sekaligus masuk podium tentu membuat pemilik punya alasan lebih panjang untuk tersenyum!


Empat Kelas, Empat Cerita di Pengda Banjarmasin Cup

Pengda Banjarmasin Cup 2026 akhirnya menyajikan empat cerita berbeda.

Dewasa Senior menjadi panggung Panglima Kumbang.

Dewasa Yunior menjadi milik Bunga Tanjung.

Piyik Bebas menghadirkan dominasi Japar melalui Titipan Pandu dan Lembayung.

Sedangkan Piyik Hanging menjadi milik Play Star, dengan Daus/Umar Team menempatkan Sehati dan Batosai di posisi kedua serta ketiga.

Khusus Kelas Piyik Bebas, respons peserta menjadi catatan menarik bagi panitia. Keberhasilan kelas tambahan tersebut berpotensi menjadi bahan pertimbangan untuk kembali dibuka dalam gelaran berikutnya.

Dengan dukungan peserta, panitia, tokoh perkutut dan kung mania, geliat hobi perkutut di Kalimantan Selatan memiliki ruang untuk terus berkembang.

Sebab bagi sebagian kung mania, kalah hari ini bukan berarti selesai.

Burung belum koncer hari ini?

Bisa jadi besok datang membawa kejutan.

Burung hari ini cuma masuk sepuluh besar?

Bisa jadi lomba berikutnya malah bikin pemiliknya susah tidur karena sibuk menghitung peluang!

Itulah indahnya hobi perkutut.

Tidak selalu bisa ditebak.

Tetapi selalu membuat penasaran.


Terima Kasih untuk Para Pendukung

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada H. Winardi Sethiono dan Endy DB D’Best BF yang telah memberikan dukungan berupa masing-masing satu unit sepeda listrik.

Dukungan seperti ini menjadi bagian dari semangat untuk membuat kegiatan perkutut semakin menarik dan memberikan pengalaman berbeda bagi kung mania.

Semoga gelaran seperti Pengda Banjarmasin Cup terus memberikan ruang bagi peserta untuk berkompetisi, bersilaturahmi dan menikmati hobi bersama.

Karena pada akhirnya, piala boleh dibawa pulang oleh pemenang.

Tetapi cerita, tawa dan persaudaraan tetap menjadi milik semua kung mania.


GoldenVoiceNews: Tempat Kung Mania Baca Berita Sambil Senyum

GoldenVoiceNews.com hadir untuk ikut meramaikan cerita dunia perkutut dengan gaya yang ringan, menghibur dan sesekali sengaja dibuat sedikit bombastis.

Kalau ada cerita lomba, kami tulis.

Kalau ada drama di arena, kami bahas sebagai hiburan.

Kalau ada nama burung unik, tentu tidak boleh dilewatkan.

Dan kalau ada kung mania yang pulang membawa piala, jangan lupa ceritanya dibawa juga ke sini!

Informasi ini disiarkan hanya sebagai hiburan untuk mengisi waktu rekan Kung Mania. Jika terdapat tulisan atau kalimat yang kurang tepat, sejatinya hanyalah bentuk menghadirkan hiburan saat membaca. Tidak ada istilah menghina, merendahkan, bahkan menjatuhkan.

Selamat atas euforia berhobi. Semoga hobi perkutut semakin ramai dan persaudaraan Kung Mania semakin erat. sumber data medsos media online, azis

Salam senyum selalu dari WWW.GOLDENVOICENEWS.COM

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news