SKM CUP PENGCAM Kalinyamat JEPARA: DARI BERBURU DURIAN PETRUK, KINI BERBURU BESI BERSTIKER!

SKM CUP PENGCAM Kalinyamat JEPARA-Kalau biasanya Kung Mania datang ke Jepara dengan misi berburu durian Petruk, kali ini ceritanya benar-benar berbeda. Bukan aroma durian yang dicari, melainkan suara merdu perkutut dan tentu saja “besi ditempel striker” alias PIALA tanda juara yang menjadi buruan utama.

Gelaran SKM Cup Pengcam Kalinyamat Jepara, 6 September 2026, sukses menjadi magnet bagi Kung Mania dari berbagai daerah. Lapangan lomba dipenuhi pemain dan pendukung dari Jepara, Kudus, Semarang hingga Demak. Mereka datang bukan sekadar meramaikan arena, tetapi membawa jagoan masing-masing untuk membuktikan siapa yang paling pantas membawa pulang gelar juara.

Suasana persaingan pun terasa panas sejak awal. Maklum, kalau sudah masuk arena konkurs, urusan silaturahmi tetap jalan, tetapi ketika burung mulai bekerja, naluri berburu prestasi langsung keluar!

PIYIK BEBAS: RENGGANIS UNJUK GIGI

Di kelas Piyik Bebas, RENGGANIS menjadi nama yang paling bersinar. Burung bernomor gantangan 137, ring Ganden 2, milik H. Yudi Jepara, berhasil merebut posisi pertama.

Persaingan di belakangnya juga tidak kalah menarik. Mustika milik Saniman Pangestu berada di posisi kedua, disusul Jae Coo milik Henry Atlas Semarang di peringkat ketiga.

Nama Jae Coo sendiri cukup mencuri perhatian karena membawa ring Pizzaro, sekaligus kembali menunjukkan bahwa persaingan di kelas Piyik Bebas semakin sulit ditebak.

Posisi berikutnya ditempati Dealova milik Rizki Wijaya Semarang, kemudian Singa Padon milik Sohikul Jepara. Sementara Porto, Senopati, Madona, Lotus dan Gotik Saskia melengkapi jajaran 10 besar.

PIYIK YUNIOR: PETER PAN TERBANG PALING TINGGI

Kelas Piyik Yunior giliran Peter Pan milik Tim Mawar Hitam Salatiga yang tampil sebagai jawara.

Dengan nomor gantangan 114 dan ring Widya, Peter Pan berhasil mengamankan posisi teratas. Di belakangnya ada Reinkarnasi milik H. Sumbogo Jepara, kemudian Sesko milik Arief SSK BF Kudus.

Persaingan 10 besar semakin menarik dengan hadirnya Kebo Marcuwet, Lentik, Sumo Lewo, Istiqomah, Bejo, Kasmir, hingga Gentong Jr.

Nama-nama tersebut menjadi bukti bahwa kelas Piyik Yunior di Jepara tidak sekadar ramai peserta, tetapi juga sarat dengan jagoan-jagoan potensial.

HANGING: PAHALA PALING BERUNTUNG

Sementara itu, di kelas Hanging, giliran Pahala milik Rahmat/Pandan Arum Semarang yang tampil sebagai kampiun.

Pahala dengan ring Pangestu dan nomor gantangan 74 sukses mengunci posisi pertama. Sultan milik Arso B. Demak menempati posisi kedua, sedangkan Anggoro milik H. Yudi Jepara berada di urutan ketiga.

Menariknya, nama Henry Atlas kembali muncul di papan atas. Setelah Jae Coo mencuri perhatian di Piyik Bebas, di kelas Hanging, Henry Atlas menempatkan Isak di posisi kelima dan Pajero di posisi ketujuh.

Sementara Kusumo, Gatot Kaca, Fenomenal, Gentong Jr. dan Gareng melengkapi 10 besar.

JEJAK SILATURAHMI, PANAS DI ARENA

Yang membuat SKM Cup Pengcam kalinyamatan semakin menarik bukan hanya daftar juaranya. Kehadiran Kung Mania dari berbagai kota memperlihatkan bagaimana arena konkurs tetap menjadi tempat bertemunya kompetisi dan persaudaraan.

Jepara, Kudus, Semarang dan Demak tumplek blek dalam satu arena. Ada yang datang membawa jagoan, ada yang datang mengawal tim, ada pula yang datang sekadar menikmati suasana lomba.

Namun, semuanya punya satu kesamaan: ketika burung sudah digantang, mata mulai fokus ke atas dan telinga mulai berburu suara.

Kalau biasanya ke Jepara orang sibuk mencari durian Petruk, hari ini Kung Mania punya buruan baru.

Bukan buah yang dibawa pulang, tetapi “besi” yang ditempeli striker juara!

Dan begitulah serunya dunia konkurs perkutut. Datang membawa burung, pulang membawa cerita. Kalau beruntung, pulang membawa piala. Kalau belum beruntung, minimal sudah membawa pengalaman, silaturahmi, dan satu alasan kuat untuk kembali turun di lomba berikutnya.

SKM Cup Pengcam kalinyamatan Jepara pun menjadi bukti bahwa demam konkurs terus menggeliat. Jepara bukan hanya punya durian Petruk yang menggoda, tetapi juga punya arena yang mampu membuat Kung Mania rela datang jauh-jauh demi mengejar suara emas dan prestasi.

Salam Lomba, Salam Persaudaraan!
Komunitas Hobi Perkutut.

web site lucu lucuan kung mania indonesia

 

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news