
Kemenangan Mistikus di kelas Piyek Bebas Liga Piyek Kabupaten Tangerang Seri 7 ternyata bukan sekadar soal mengejar podium. Bagi tim AF, penampilan di latihan bersama (latber) lapangan pinggir genteng justru menjadi bagian dari persiapan serius sebelum turun pada HB Cup LPI Nasional.
Menurut Rudy AF, sejak awal target utama membawa Mistikus ke arena bukan untuk memaksakan juara. Burung tersebut sengaja diturunkan agar mendapatkan suasana lomba dan kembali merasakan tekanan pertandingan sebelum tampil di level nasional.
“Tujuan utamanya bukan juara satu, tetapi melatih burung sebelum turun di HB Cup. Minggu depan juga sudah tidak ada event yang dekat rumah,” ujar Rudy AF. –
Selain Mistikus, sebenarnya perhatian tim AF lebih tertuju kepada Kharisma dan Nella. Kedua piyekan tersebut masih membutuhkan banyak pengalaman agar semakin matang menghadapi atmosfer pertandingan.
Istilahnya, Kharisma dan Nella masih butuh jam terbang sekaligus jam dinding. Semakin sering turun, semakin banyak pengalaman yang bisa dikumpulkan.
Sementara itu, Mistikus mendapatkan kesempatan untuk dipoles lebih serius oleh sang joki, Hasan AF. Hasilnya cukup mengejutkan. Meski awalnya hanya diproyeksikan sebagai latihan, tapi tampilan Mistikus mengejutkan ini terlihat ketika rehat babak ke 2 posisinya sudah sulit dikejar .
Kemenangan tersebut tentu menjadi bonus menyenangkan bagi tim AF. Target latihan berubah menjadi prestasi, namun tetap disikapi dengan rasa syukur dan tidak berlebihan.
Kemenangan Mistikus Berujung Order 10 Sak Superman
Suasana bahagia setelah Mistikus tampil maksimal ternyata berlanjut ke urusan logistik. Tim AF langsung melakukan pemesanan 10 sak pakan perkutut Golden Voice Semarang.
Order tersebut bukan kali pertama dilakukan. Bahkan, pembelian dalam jumlah besar seperti ini sudah berkali-kali dilakukan tim AF untuk memenuhi kebutuhan pakan burung-burungnya.
Menariknya, Hasan AF juga merupakan reseller pakan Perkutut Golden Voice Superman untuk wilayah Sindur dan sekitarnya, sehingga aktivitas lomba, perawatan burung, sekaligus kebutuhan pakan berjalan dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Wondo Arosa Tak Terbendung di Kelas Piyek Hanging
Jika Piyek Bebas menjadi panggung Mistikus, maka kelas Piyek Hanging menjadi milik Wondo Arosa. Burung dengan nama yang cukup mencuri perhatian tersebut berhasil menempati posisi pertama dengan raihan 25 poin.
Wondo Arosa tampil membawa burung van Holland dan kemenangan ini menunjukkan konsistensi performa tim Arosa bf di kelas hanging sekaligus membuat semangatnya ke HB Cup tinggi
Posisi kedua ditempati Enzi milik Zubairi dari BSD, Tangsel dengan 20 poin. Kemudian Holil Puki Ayam dari Gobang BF mengamankan posisi ketiga dengan 16 poin.
Dua posisi berikutnya ditempati Si Doel Anak Betawi dan Si Doel Anak Sekolahan, keduanya dari Nadira BF milik H. Affendi. Masing-masing mengumpulkan 13 dan 11 poin.
Menariknya, keberadaan Nella di lima besar menjadi sinyal positif bagi tim AF. Burung yang masih membutuhkan tambahan pengalaman tersebut sudah mampu bersaing di papan atas, sementara Mistikus justru berhasil menjadikan agenda latihan sebagai pemanasan yang menghasilkan kemenangan.
Liga Piyek Kabupaten Tangerang Seri 7 pun kembali memperlihatkan bahwa arena latihan bukan sekadar tempat mengejar juara. Bagi sebagian pemain, latber menjadi ruang untuk mengukur kesiapan, menambah jam terbang, menguji joki, sekaligus mematangkan burung sebelum menghadapi pertarungan yang lebih besar.
Ikuti terus berita, hasil lomba, klasemen, dan perkembangan komunitas hobi perkutut melalui www.goldenvoicenews.com.





