Mahameru Kembali Berjaya

Liga Perkutut Sulawesi Selatan 2026 yang bertajuk Figa Cup 2. sukses digelar di Lapangan Eks Terminal Todopuli, Makassar, Minggu (5/7). Even yang disponsori Figa Cup milik H. Didit Malengkeri ini berlangsung meriah dengan jumlah peserta sesuai target panitia.
Meski tahun ini tidak menghadirkan sesi lelang seperti penyelenggaraan sebelumnya, hal tersebut sama sekali tidak mengurangi kemeriahan jalannya perlombaan. Antusiasme peserta tetap tinggi karena Figa Cup 2 memperebutkan piala bergilir bergengsi yang menjadi incaran para kung mania Sulawesi Selatan maupun dari luar daerah. Ditambah lagi, panitia juga menyediakan beragam doorprize menarik yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta untuk hadir di Lapangan Eks Terminal Todopuli.
Di balik suksesnya penyelenggaraan lomba, terselip suasana haru. H. Didit Malengkeri yang masih dalam suasana berkabung atas wafatnya ibunda tercinta tetap menyempatkan diri untuk hadir di arena. Kehadirannya menjadi bukti nyata dedikasi dan kecintaannya terhadap dunia perkutut. Di tengah duka yang mendalam, ia tetap memenuhi komitmen untuk mendukung terselenggaranya agenda yang telah lama dipersiapkan demi menjaga eksistensi hobi perkutut di Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, H. Didit menyampaikan permohonan maaf sekaligus rasa terima kasih kepada seluruh peserta dan panitia yang telah mendukung suksesnya acara.
“Saya menyampaikan permintaan maaf karena banyak hal yang terjadi di luar keinginan kita bersama. Saya juga mengucapkan terima kasih atas dukungan teman-teman, baik dari Makassar maupun luar Makassar, yang telah berkenan hadir meramaikan Figa Cup. Semoga kebersamaan ini terus terjalin dan menjadi semangat untuk memajukan hobi perkutut.”
Senada dengan itu, Ketua Pengwil P3SI Sulawesi Selatan, Bapak Wisnu Wibawa, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama menyukseskan putaran ketiga Liga Perkutut Sulawesi Selatan.
“Saya mengapresiasi seluruh panitia, peserta, sponsor, dan semua pihak yang telah bahu-membahu menyelenggarakan event ini. Memang ada beberapa kendala, namun jangan sampai hal tersebut mengurangi semangat kita dalam berhobi. Tidak ada satu pun yang menginginkan masalah terjadi. Selama kita hidup, berbagai persoalan pasti ada, termasuk dalam dunia hobi. Yang PENTING adalah bagaimana kita tetap menjaga rasa persaudaraan dan kebersamaan.”
Mahameru Tampil Perkasa
Persaingan di kelas Dewasa Bebas kembali menjadi magnet utama. Burung Mahameru milik H. Fadil Jalil tampil luar biasa sejak awal penilaian. Perkutut bergelang teratai Semarang tersebut mampu mempertahankan irama suara yang stabil, rajin berbunyi, serta memiliki kualitas angkatan yang memikat perhatian dewan juri hingga akhirnya mengoleksi nilai sempurna 150 poin dan dinobatkan sebagai juara pertama.
Persaingan menuju podium utama berlangsung ketat. Meteor milik H. Majid harus puas di posisi kedua setelah mengumpulkan 125 poin melalui penampilan yang juga cukup konsisten.
Dominasi H. Fadil Jalil semakin terasa setelah burung andalan lamanya, Padi Mas, sukses merebut posisi ketiga dengan nilai 100 poin. Keberhasilan menempatkan dua burung sekaligus di podium menjadi bukti kualitas materi ternak yang dimiliki serta konsistensinya sebagai salah satu pemain papan atas Sulawesi Selatan.
Gajamada Kuasai Piyik Bebas
Persaingan di kelas Piyik Bebas juga berlangsung sengit. Gajamada milik Marlin menjadi yang terbaik setelah tampil paling stabil dan mengumpulkan 150 poin.
Di posisi kedua, Kaka milik Didit dengan ring TN berhasil mengamankan 125 poin, sementara Hamas milik H. Abu bergelang HMS melengkapi podium ketiga dengan raihan 100 poin.
Antasena Bersinar di Piyik Junior
Kelas Piyik Junior menghadirkan banyak burung prospektif. Antasena milik Hasmin dari Bone berhasil mencuri perhatian dewan juri dan keluar sebagai juara pertama.
Posisi kedua ditempati Mahapatih milik H. Amir dari Makassar, sedangkan LWXUS milik Om Abby dari Pinrang mengamankan posisi ketiga setelah tampil cukup konsisten sepanjang penilaian.
Gas Tak Terbendung di Kelas Hanging
Sementara itu, di kelas Hanging, Gas milik Ahmad Ali tampil dominan dan berhasil mengunci podium juara pertama.
Persaingan memperebutkan posisi berikutnya berlangsung sengit. Hoste milik Akbar asal Pangkep akhirnya menempati posisi kedua, sedangkan Sunggokong milik Ahmad Adnan dari Gowa melengkapi tiga besar setelah tampil konsisten hingga akhir penilaian.
Keberhasilan penyelenggaraan Figa Cup 2 menjadi bukti bahwa gairah hobi perkutut di Sulawesi Selatan masih sangat tinggi. Persaingan yang sehat, dukungan sponsor, kerja keras panitia, serta tingginya antusiasme peserta menjadi modal besar bagi Pengwil P3SI Sulawesi Selatan untuk terus menghadirkan liga yang semakin berkualitas. Dengan lahirnya burung-burung berkualitas seperti Mahameru, Gajamada, Antasena, hingga Gas, Liga Perkutut Sulawesi Selatan 2026 diyakini akan semakin kompetitif pada seri-seri berikutnya. liga seri ke 4 akan diadakan sebulan kedepan tetap bersama pakan perkutut golden voice nantikan infolengkap di web site kung maniaÂ
data adenium dan wag sulsel






