BLT BF LOMBOK TERLALU PERKASA UNTUK BOJONEGORO, SOIMAH JADI BUKTI KEKUATAN AMUNISI PULAU SERIBU MASJID

SOIMAH PERKASA di Liga Bumi Roban 2026 kembali membuktikan diri sebagai salah satu kompetisi perkutut paling bergairah di kawasan Pantura Jawa Timur. Seri lanjutan yang digelar di Lapangan Rajekwesi, Bojonegoro, Minggu (28/06), bukan sekadar ajang perebutan poin liga, tetapi juga menjadi panggung lahirnya bintang-bintang baru sekaligus bukti bahwa gairah hobi perkutut terus tumbuh di berbagai daerah.

Sejak pagi, suasana lapangan sudah dipenuhi para kung mania dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik hingga peserta yang datang dari luar Jawa Timur. Kehadiran para pemain lintas daerah membuat persaingan berlangsung semakin ketat. Setiap kelas dipenuhi burung-burung terbaik yang tampil dengan performa maksimal untuk memperebutkan posisi tertinggi.

Liga Bumi Roban 2026 kini tidak hanya menjadi agenda rutin perlombaan. Kompetisi ini mulai berkembang menjadi ruang silaturahmi para penghobi sekaligus tempat bertemunya pemain lama dengan generasi baru yang mulai menekuni dunia perkutut.

Ketua Pengda Bojonegoro, Arive Nano, mengatakan bahwa Liga Bumi Roban memiliki peran besar dalam menghidupkan kembali hobi perkutut di wilayah Pantura Jawa Timur.

“Dulu yang lama pensiun mulai keluar kandang lagi, yang baru ikut hobi juga makin banyak. Liga ini benar-benar jadi magnet. Semoga ke depan pesertanya terus bertambah dan perkutut di Pantura makin hidup,” ujarnya.

Pernyataan tersebut tercermin dari antusiasme peserta yang terus meningkat di setiap putaran liga. Banyak wajah baru mulai bermunculan, sementara para pemain senior kembali aktif membawa koleksi burung terbaiknya ke arena lomba.

Soimah Cetak Kejutan di Kelas Piyik Bebas

Liga Bumi Roban 2026 juga melahirkan kejutan menarik pada kelas Piyik Bebas. Burung bernama Soimah bergelang HDL dengan nomor kerekan 11 milik Samuel BT asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, sukses mencuri perhatian.

Sebagai pendatang baru di arena Bojonegoro, Soimah tampil tenang sepanjang penilaian. Stabilitas anggungan yang diperlihatkan sejak awal hingga akhir perlombaan membuatnya berhasil mengumpulkan nilai terbaik dan mengamankan podium pertama.

Posisi kedua diraih Helena bergelang Wulandari dengan kerekan 09, sedangkan Adipati bergelang Legowo pada kerekan 31 melengkapi jajaran tiga besar.

Keberhasilan Soimah menjadi salah satu bukti bahwa persaingan Liga Bumi Roban semakin terbuka bagi burung-burung debutan yang memiliki kualitas.

Agertina Antar H. Didik Galuh Kembali ke Podium

Persaingan tidak kalah menarik terjadi pada kelas Piyik Yunior. Burung Argentina bergelang Mazmur dengan kerekan 16 milik H. Didik Galuh asal Tuban tampil konsisten hingga berhasil menguasai podium tertinggi.

Bagi kalangan kung mania, nama H. Didik Galuh bukanlah sosok baru. Meski tidak selalu tampil di setiap perlombaan, kemampuannya dalam menyiapkan burung berkualitas kembali terbukti melalui penampilan Agertina.

Posisi runner-up diraih Cah Ningrat bergelang Atlas dengan kerekan 17. Sementara Cemeti bergelang palem pada kerekan 29 mengakhiri perlombaan di posisi ketiga.

Hasil tersebut semakin menegaskan bahwa pemain-pemain berpengalaman masih menjadi ancaman serius dalam setiap seri Liga Bumi Roban.

Loka Jaya Dominasi Kelas Piyik Hanging

Pada kelas Piyik Hanging, giliran Loka Jaya bergelang Bolodewo 99 dengan kerekan 05 milik Pak Djo asal Tuban yang tampil dominan.

Sejak awal penilaian, Loka Jaya mampu mempertahankan kualitas anggungannya secara konsisten sehingga tetap berada di jalur juara hingga akhir perlombaan.

Posisi kedua ditempati Tespen bergelang Basrah dengan kerekan 39, sedangkan Gandiwa bergelang Miranda pada kerekan 38 harus puas menempati peringkat ketiga.

Liga Bumi Roban Jadi Motor Kebangkitan Perkutut Pantura

Liga Bumi Roban 2026 perlahan berkembang menjadi salah satu kompetisi yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan hobi perkutut di Pantura Jawa Timur. Bukan hanya menghadirkan persaingan yang sehat di atas gantangan, tetapi juga membuka ruang bagi lahirnya burung-burung prospektif dan mempererat hubungan antarkungmania dari berbagai daerah.

Dengan jumlah peserta yang terus bertambah dan kualitas persaingan yang semakin merata, Liga Bumi Roban menunjukkan potensi untuk menjadi salah satu liga regional yang paling dinanti para penghobi perkutut.

Jika tren positif ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin setiap seri berikutnya akan menghadirkan persaingan yang semakin sengit sekaligus melahirkan lebih banyak jawara baru yang siap berbicara di level nasional. sumber media online dan medsos . web site idola kung mania

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news