TIM DH Wonosobo Meledak di LPI! Dari Raja Oleh-Oleh Kini Mengguncang Liga Perkutut Indonesia

TIM DH PELAN TAPI PASTI-Siapa sangka, nama DH yang selama ini identik dengan pusat oleh-oleh dan jajanan khas Wonosobo, kini mulai menggetarkan panggung Liga Perkutut Indonesia (LPI). Dunia usaha sudah mengenalnya. Kini, dunia kung mania pun mulai menghafalnya.

Kalau di jagat perkutut nasional, nama Tim DH masih terdengar baru, berbeda ceritanya ketika menyebut DH Snack. Khususnya di kawasan Kretek, Wonosobo, nama itu sudah seperti sahabat lama masyarakat.

Empat outlet DH Snack telah lama menjadi tujuan para pemburu camilan. Produk-produknya hadir di meja hajatan, arisan keluarga, syukuran desa hingga ruang rapat kantor pemerintahan. Tak hanya melayani pembeli eceran, DH Snack juga memasok ke berbagai kota melalui jalur grosir.

Pendek kata, bisnis camilan yang dibangun pasangan suami istri Pak Mono dan Bu DH sudah berkembang menjadi usaha kuliner berskala besar di Wonosobo.

Namun, siapa sangka, di balik kesibukan mengurus bisnis makanan ringan, pasangan ini ternyata memiliki hobi yang tidak kalah “gurih”, yakni berburu prestasi di arena lomba burung perkutut.

DH Snack Total Menekuni Dunia Perkutut

Ketika kecintaan terhadap perkutut semakin dalam, Pak Mono dan Bu DH tidak setengah-setengah. Mereka rela berkeliling mengikuti berbagai lomba di berbagai daerah.

Perjalanan menuju pentas nasional bermula dari pertemuan mereka dengan Mr. Carman, pemilik Ratu Bird Farm Ambarawa.

Dari tangan Carman, satu demi satu burung pilihan mulai mengisi kandang Tim DH. Menariknya, hampir seluruh burung yang diperoleh melalui Ratu BF berhasil berkembang menjadi burung berprestasi.

Di berbagai lomba wilayah Jawa Tengah dan DIY, nama Tim DH berkali-kali menghiasi papan juara. Perlahan tetapi pasti, tim yang semula kurang dikenal mulai menjadi lawan yang diperhitungkan.

Puspita Bikin Heboh LPI Cirebon

Puncak kebanggaan datang pada gelaran Liga Perkutut Indonesia di Cirebon.

Burung andalan Tim DH bernama Puspita, bergelang Ratu, tampil luar biasa di kelas Dewasa Junior.

Puspita berhasil mengumpulkan nilai yang sama dengan burung Jokotole. Hasil penilaian akhirnya ditentukan melalui draw dan keputusan juri yang menetapkan Jokotole sebagai Juara 1.

Sementara itu, Puspita harus puas berada di posisi juara 2.

Meski belum membawa pulang gelar juara pertama, pencapaian tersebut tetap menjadi prestasi terbesar Tim DH di pentas nasional. Puspita sukses mempersembahkan Piala Mahkota sekaligus mengangkat nama Tim DH dan Ratu BF di level Indonesia.

Mr. Carman mengaku ikut bangga melihat burung orbitannya mampu bersaing di level tertinggi.

Bagi Pak Mono dan Bu DH, hasil tersebut tetap menjadi kemenangan yang membanggakan. Walaupun belum sempat merasakan tradisi “guyuran air” sebagai juara utama, keduanya mengaku sangat bersyukur atas pencapaian Puspita.

Prestasi itu justru menjadi bahan bakar semangat untuk terus mengikuti setiap seri Liga Perkutut Indonesia berikutnya.

Pengusaha Snack yang Punya Mimpi Besar untuk Wonosobo

Pak Mono tidak ingin kisah sukses Tim DH berhenti pada dirinya sendiri.

Ia berharap ke depan semakin banyak penghobi perkutut asal Wonosobo yang berani tampil di panggung nasional.

Menurutnya, jumlah pencinta perkutut di Wonosobo sebenarnya sangat banyak. Bahkan tidak sedikit yang memiliki kemampuan membeli burung berkualitas.

Sayangnya, ia melihat sebagian penghobi belum mampu bertahan lama karena semangat berhobi perlahan menurun akibat berbagai faktor.

Karena itulah, Pak Mono bersama beberapa pengurus komunitas mulai menggagas kebangkitan dunia perkutut di Wonosobo.

Salah satu rencana besarnya adalah membangun kembali gantangan agar daerah tersebut kembali rutin menggelar lomba.

Harapannya sederhana tetapi besar dampaknya. Ketika lomba kembali hidup, para penghobi akan memiliki tempat berkumpul, bertukar pengalaman, sekaligus memacu lahirnya burung-burung berkualitas dari Wonosobo.

tim dh bersama joki dna tim sorak

Dari Camilan ke Panggung Juara

Perjalanan Tim DH menjadi bukti bahwa hobi dan bisnis bisa berjalan beriringan.

Di satu sisi, DH Snack terus tumbuh sebagai salah satu pelaku usaha kuliner yang dikenal luas di Wonosobo.

Di sisi lain, nama Tim DH mulai mencuri perhatian di panggung Liga Perkutut Indonesia.

Kalau dulu orang mengenal DH karena camilan yang menemani secangkir teh hangat, sekarang publik kung mania mulai mengenalnya karena suara merdu burung yang sanggup mengguncang arena lomba.

Siapa tahu, setelah sukses menjual ribuan bungkus snack, giliran Tim DH yang suatu hari nanti “membungkus” gelar Juara 1 Liga Perkutut Indonesia. Kalau sudah begitu, camilannya laris, burungnya pun bikin lawan ikut “ngemil” rasa penasaran! DAN untuk mengenal keduanya dilapangan sangatlah mudah karena tidak banyak pelomba yang kelapangan ngerek bersama istrinya, dan khusus pak mono beliau sangat modis asal  kelihatan warna rambutnya beda dari yang lain bisa dipastikan itu beliau, nantikan info terbaru seputar dh tim dan ratu di web site kung mania

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news