GOLDEN TEMPO buat Dunia perkutut kembali heboh (JML 2645). Burung milik H Jamil JML BF Depok ini sukses mencuri perhatian pada gelaran LPI HUT P3SI Cirebon, Sabtu (20/6/2026), di Lapangan Kopi Luhur, Cirebon.
Yang membuat kisah ini menarik bukan sekadar karena Golden Tempo berhasil naik podium kedua kelas Piyik Hanging. Usianya yang baru menginjak sekitar dua bulan justru menjadi bahan perbincangan hangat di pinggir gantangan.
Di saat banyak peserta kelas piyik hanging sudah mulai memasuki usia yang lebih matang, Golden Tempo justru datang seperti bocah PAUD yang nekat ikut pertandingan orang dewasa. Hasilnya? Bukan jadi penonton, malah pulang membawa piala.
Penampilan Golden Tempo sejak awal memang luar biasa. Pada beberapa sesi penjurian, burung muda hasil produksi JML K-31 tersebut mampu menunjukkan kualitas suara dan mental yang membuat banyak peserta melirik. Bahkan sempat muncul usulan agar Golden Tempo naik ke tiga item.
Sayangnya, usulan tersebut berakhir menjadi PHP, pemberi harapan palsu. Setelah ditimbang-timbang, Golden Tempo belum dianggap layak naik ke koncer berikutnya. Namun justru di situlah cerita menariknya.
Kungmania yang menyaksikan langsung banyak yang berpendapat bahwa Golden Tempo sebenarnya masih terlalu muda untuk bersaing di kelas piyik hanging. Dengan umur yang baru sekitar dua bulan, ia lebih cocok tampil di kelas khayalan para penghobi, yakni kelas “Piyik Nokek-Nokek” khusus usia di bawah 2,5 bulan.dari pada ikut kelas hanging yg bisa dipastikan banyakbpeserta yg usianya sudah memasukan masa aqil balig alias siap koar koar

Meski demikian, Golden Tempo tidak peduli soal umur. Ia tetap tampil percaya diri, berkicau tanpa beban, dan sukses mengamankan podium kedua di salah satu ajang bergengsi nasional tersebut.
Siapa yang tidak mengenal H Jamil, breeder muda pemilik JML Bird Farm yang sblumnya sukses mencetak perkutut kualitas 4 warna dengan nama Terpesona dan Leonidas kelas dewasa senior junior
Hebatnya lagi, usia breeding JML BF belum terlalu lama. Bahkan belum genap setahun menekuni dunia penangkaran, kandang ini sudah berkali-kali melahirkan burung berprestasi. Golden Tempo menjadi bukti terbaru bahwa jalur darah yang dibangun JML BF mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan.
Seminggu sebelum tampil di LPI Cirebon, Golden Tempo lebih dulu mengirim sinyal bahaya kepada lawan-lawannya dengan merebut juara pertama pada latber di Nusa Bird. Saat itu performanya sudah terlihat matang meski umur masih sangat belia.
Menurut H Jamil, perkembangan Golden Tempo memang terus meningkat dari hari ke hari. Mental tarungnya semakin terlihat dan kualitas suaranya terus berkembang.
“Bagi saya podium kedua ini sangat luar biasa. Golden Tempo menghadapi lawan-lawan terbaik dari berbagai daerah dan masih mampu memberikan penampilan terbaiknya. Saya yakin seiring bertambah usia, burung ini akan semakin fighter karena mental dan kualitas suaranya memang sangat istimewa,” ujar H Jamil. baca ulasanya di web site idola kung mania
Golden Tempo sendiri merupakan produk unggulan dari kandang JML K-31 (JML K-31 x 3F Berlioz) yang saat ini menjadi salah satu kandang andalan di JML BF. Burung tersebut masih terus dipantau bersama sejumlah calon bintang lainnya yang sedang dipersiapkan untuk masa depan.
Keberhasilan Golden Tempo juga menjadi bukti bahwa dalam dunia perkutut, usia muda bukanlah penghalang untuk berprestasi. Kadang yang membuat lawan ketar-ketir bukan burung yang paling tua atau paling berpengalaman, melainkan bocah ajaib yang datang diam-diam lalu pulang membawa piala.
Kini nama Golden Tempo mulai masuk radar para penghobi. Jika pada usia dua bulan saja sudah mampu menembus podium LPI, banyak yang penasaran seperti apa kiprahnya beberapa bulan ke depan.
Yang jelas, H Jamil dan JML BF boleh tersenyum lebar. Produk terbarunya telah sukses mencuri perhatian nasional. Dan bagi para lawan, mungkin mulai sekarang saat melihat tulisan “JML” di kartu gantangan, ada baiknya jangan terlalu santai JML BIRD FARM SENDIRI rutin memakai pakan golden voice prokung



