
LADINI SKM CUP-Di tengah minimnya aktivitas lomba perkutut di kawasan Muria Raya, Pengcam Kalinyamatan Jepara kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu penggerak utama dunia perkutut di Pantai Utara Jawa Tengah. Melalui gelaran Ladini SKM Cup 2026 yang berlangsung di Lapangan Makam Mbah Bonjot, Kalinyamatan, Jepara, puluhan pasang mata kembali menyaksikan gairah kung mania yang selama ini dirindukan.
Bukan sekadar lomba biasa. Ladini SKM Cup telah menjelma menjadi simbol kebangkitan hobi perkutut di Jepara, Kudus, Pati, Juwana hingga Demak. Di saat banyak daerah yang dikenal memiliki peternak berkualitas namun kesulitan menghadirkan lomba secara rutin, Pengcam Kalinyamatan justru tampil konsisten menjaga denyut organisasi dan menjadi wadah berkumpulnya para penghobi.
Sejak pagi hari, kawasan Lapangan Makam Mbah Bonjot dipenuhi kendaraan peserta. Deretan sangkar bergantungan menghiasi arena. Suara perkutut bersahutan menciptakan suasana yang mengingatkan kembali bahwa Muria Raya masih menjadi salah satu basis kekuatan perkutut nasional.
Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, Ladini SKM Cup juga menjadi arena pembuktian bagi hasil-hasil breeding terbaik yang selama ini dipersiapkan para peternak. Dari ratusan burung yang turun gelanggang, lahirlah para jawara yang berhasil mencuri perhatian publik.
KELAS PIYIK BEBAS
Melodi Cinta Menjadi Ratu Arena
LADINI SKM Kelas Piyik Bebas menjadi salah satu kelas yang paling menyedot perhatian. Persaingan berlangsung sangat ketat karena banyak burung muda prospektif turun membawa nama besar peternakan masing-masing.
Namun pada akhirnya Melodi Cinta milik Handang Semarang dari ring Atlas tampil paling dominan.
Burung bernomor gantangan 130 tersebut menunjukkan performa stabil sejak awal penjurian. Materi suara yang menjanjikan, dasar angkatan yang kuat, serta mental bertanding yang matang membuat Melodi Cinta terus mengumpulkan poin demi poin hingga akhirnya mengunci podium tertinggi.
Posisi kedua berhasil diamankan Saskia Gotik milik H. Bogo Jepara dari ring Cengkeh Gunung. Burung bernomor 132 ini menjadi pesaing paling serius bagi sang juara dan terus menempel ketat hingga akhir lomba.
Sementara posisi ketiga diraih Saera milik Jowi Jepara dari ring Pucuk. Tampil di hadapan publik sendiri, Saera sukses menjaga nama baik tuan rumah dengan menembus podium kehormatan.
Hasil 3 Besar Piyik Bebas
🥇 Melodi Cinta – Handang (Semarang) | Atlas
🥈 Saskia Gotik – H. Bogo (Jepara) | Cengkeh Gunung
🥉 Saera – Jowi (Jepara) | Pucuk

KELAS PIYIK HANGING
Celyna Grace Mengamuk, Bayi Tabung dan Abiyoso Menguntit
Usai panasnya pertarungan di kelas Piyik Bebas, suasana kembali memuncak saat Kelas Piyik HangingLADINI SKM digelar.
Burung yang paling mencuri perhatian adalah Celyna Grace milik Genk Semarang dari ring GENK.
Nomor gantangan 65 ini tampil luar biasa sepanjang penjurian. Stabilitas kerja dan kualitas materi yang dimilikinya membuat lawan-lawan kesulitan mengejar perolehan poinnya.
Posisi kedua ditempati Bayi Tabung milik Aji Juwana, Pati dari ring TM. Burung bernomor 67 ini tampil konsisten dan menjadi salah satu kandidat kuat juara hingga sesi akhir.
Sedangkan posisi ketiga diamankan Abiyoso milik Bowo HBD Jepara dari ring SMJ. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kung mania Jepara karena mampu menempatkan wakil tuan rumah di jajaran terbaik.
Hasil 3 Besar Piyik Hanging
🥇 Celyna Grace – Genk (Semarang) | GENK
🥈 Bayi Tabung – Aji (Juwana, Pati) | TM
🥉 Abiyoso – Bowo HBD (Jepara) | SMJ

KELAS PIYIK YUNIOR
Meirah Royal Kukuhkan Kudus Sebagai Kekuatan Baru
Jika Semarang berjaya di dua kelas sebelumnya, maka di Kelas Piyik Yunior giliran Kudus yang berbicara.
Melalui Meirah Royal milik Saniman bos rokok tolak miskin Kudus dari ring SW, Kota Kretek sukses merebut podium tertinggi.
Burung bernomor 105 tersebut tampil sangat meyakinkan. Stabilitas suara, kualitas kerja, dan konsistensi penampilan membuat Meirah Royal menjadi pilihan utama para juri.
Posisi kedua diraih Berlin Junior milik J. Alif Wildan Jepara dari ring Kartini. Burung bernomor 94 ini tampil impresif dan memberikan perlawanan sengit sepanjang penjurian.
Sedangkan podium ketiga menjadi milik Felisa besutan Henry Atlas Semarang dari ring Atlas. Prestasi ini menambah daftar keberhasilan kubu Atlas selama gelaran Ladini SKM Cup berlangsung.
Hasil 3 Besar Piyik Yunior
🥇 Meirah Royal – Saniman (Kudus) | SW
🥈 Berlin Junior – J. Alif Wildan (Jepara) | Kartini
🥉 Felisa – Henry Atlas (Semarang) | Atlas

MURIA RAYA KEMBALI BERGELORA
Kesuksesan Ladini SKM Cup tidak hanya diukur dari jumlah peserta atau megahnya hadiah yang diperebutkan. Lebih dari itu, event ini berhasil menghadirkan kembali semangat kebersamaan para penghobi perkutut di kawasan Muria Raya.
Dari Jepara, Kudus, Pati, Juwana, Demak, Semarang hingga daerah lainnya, para penghobi kembali memiliki ruang untuk bertemu, bersilaturahmi dan mengukur kualitas hasil breeding mereka.
Pengcam Kalinyamatan Jepara layak mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya. Di saat banyak daerah masih kesulitan menggelar lomba secara berkesinambungan, mereka justru mampu menjaga api semangat kung mania tetap menyala.
Dari arena Makam Mbah Bonjot lahir tiga nama besar yang menguasai kelas utama:
🏆 Melodi Cinta – Raja Piyik Bebas
🏆 Celyna Grace – Penguasa Piyik Hanging
🏆 Meirah Royal – Jawara Piyik Yunior
Ketiganya menjadi simbol kualitas breeding yang terus berkembang di kawasan Jawa Tengah.
Dan satu hal yang pasti, Ladini SKM Cup 2026 kembali mengirim pesan kuat kepada dunia perkutut Indonesia: (foto aws bf)
Muria Raya masih hidup. Muria Raya masih bertaring. Muria Raya masih melahirkan jawara.
Bravo Pengcam Kalinyamatan Jepara!
Bravo Kung Mania Muria Raya! tetap bersama pakan perkutut golden voice dan
Golden Voice News — Mengabarkan Prestasi, Mengawal Tradisi, Membesarkan Dunia Perkutut Indonesia




