Liga Piyik PERKUTUT Madiun (LPM) 2026 benar-benar kembali membakar atmosfer gantangan Jawa Timur! Setelah sempat “direm” karena hajatan nasional pembukaan LPI 2026 Pengda Madiun, akhirnya pada Minggu 24 Mei 2026 arena kembali bergemuruh. Kungmania dari Madiun, Ponorogo, Jombang, Caruban, hingga luar kota tumpah ruah memadati arena demi menyaksikan pertarungan calon-calon bintang masa depan terbaik tanah air.
Aura persaingan langsung terasa sejak babak awal. Adu kualitas suara, irama, dasar angkatan hingga mental tarung membuat setiap kelas berlangsung panas dan penuh tensi. Liga yang kini makin bergengsi tersebut dipastikan bakal semakin ketat usai Musa Bintang selaku motor penggerak Liga Hanging Madiun resmi mengumumkan penerapan sistem poin untuk kelas piyik bebas dan hanging mulai seri berikutnya.
Menurut Musa Bintang, sistem tersebut diterapkan demi menjaga persaingan tetap sehat sekaligus membuat peserta lebih konsisten mengikuti seluruh putaran liga hingga akhir musim. Menariknya, apabila satu pemain melombakan lebih dari satu burung dan semuanya masuk kejuaraan, maka hanya poin tertinggi yang akan dihitung ke klasemen liga. Aturan ini langsung mendapat respons positif dari para peserta karena dianggap lebih fair dan kompetitif.


Di kelas Piyik Bebas LIGA PIYIK PERKUTUT MADIUN, nama Sensasi sukses menjadi pusat perhatian. Burung bergelang Atlas milik Agus Tardi asal Tanjung Pinang itu tampil sangat meyakinkan dengan kerekan 13 yang sulit disentuh lawan-lawannya. Sejak awal penjurian, Sensasi tampil stabil dengan irama mewah dan kerja konsisten hingga akhirnya mutlak mengunci podium utama. Posisi runner-up ditempati Mutiara Hati bergelang Netizen milik Yudi Situbondo yang tampil tak kalah impresif, sementara Carok orbitan Musa/Sandi Caruban bergelang Rhona mengamankan posisi ketiga setelah menunjukkan performa penuh tekanan sepanjang babak.
Kelas Piyik Yunior juga berlangsung tak kalah brutal. Black Bull milik IOT BF Caruban tampil tanpa lawan. Burung bergelang IOT dengan kerekan 48 itu mendominasi hampir di seluruh sesi dan sukses merebut podium pertama secara meyakinkan. Di belakangnya, Bintang Timur bergelang Jupiter milik Sandi/Musa Caruban tampil ngotot hingga mengunci posisi kedua. Sedangkan Galar milik Yadi Madiun bergelang Rampok melengkapi tiga besar setelah tampil stabil dan efektif sepanjang pertandingan.
Sementara di kelas paling bergengsi, LIGA Piyik krlsd Hanging, pertarungan benar-benar pecah! Krisno milik H. Jefri Jombang menjadi bintang utama setelah tampil eksplosif dan mengguncang gantangan. Burung bergelang Muda Jaya tersebut tampil penuh tenaga dengan materi komplit hingga sukses meraih podium tertinggi. Parikesit milik Supriadi Magetan bergelang DRG terus memberikan tekanan ketat dan akhirnya finis di posisi kedua. Sedangkan Icikiwir milik Dani Madiun bergelang RPM 23 berhasil mencuri perhatian dengan performa ngotot yang mengantarkannya merebut posisi ketiga.
Namun, bukan hanya tiga besar yang menjadi sorotan. Deretan nama kuat lainnya juga tampil mencuri perhatian dan membuat persaingan liga musim ini diprediksi bakal semakin menggila. Di kelas hanging misalnya, nama Mukziat milik Bambang Tarzan Caruban, Suliva orbitan Esge Ponorogo hingga Mustika juga menunjukkan kualitas yang siap meledak di seri-seri berikutnya.
Melihat kualitas peserta LIGA PIYIK PERKUTUT MADIUN yang terus meningkat dan antusiasme kungmania yang makin besar, Liga Piyik Madiun 2026 dipastikan akan menjadi salah satu liga piyik paling panas tahun ini. Aroma persaingan perebutan poin liga LIGA PIYIK PERKUTUT MADIUN mulai terasa sejak sekarang. Dan jika melihat komposisi burung yang turun di seri ke-3 ini, bukan tidak mungkin akan lahir bintang-bintang baru yang siap mengguncang pentas nasional dalam waktu dekat.
pastikan tetap bersama GoldenVoice News dan pakan perkutut bermanfaat pakan perkutut golden voice



