LPJI PHOENIX CUP #3 2026, PENGDA GUNUNG KIDUL HADIRKAN NUANSA “JOGJA ISTIMEWA” DI KARANGGAYAM SLEMAN

LPJI PHOENIX CUP – Atmosfer lomba perkutut di wilayah DIY kembali memanas. P3SI Pengda Gunung Kidul siap menggelar LPJI Phoenix Cup #3 2026 pada Minggu, 17 Mei 2026, di Lapangan Perkutut Karanggayam, Sleman, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.

Meski kali ini tidak digelar di wilayah Gunung Kidul, semangat dan kualitas event dipastikan tetap membawa ciri khas lomba DIY yang selama ini dikenal hangat, sportif, dan penuh gengsi. Sesuai slogan yang terus digaungkan para kung mania, “Jogja Istimewa” bukan sekadar nama, tetapi juga identitas dalam setiap penyelenggaraan lomba perkutut di tanah Mataram.

Event bergengsi ini mendapat dukungan penuh dari sederet sponsor dan breeding farm ternama, di antaranya Phoenix, Risky BF, Shatkona BF, Risky Kalady BF, Shorea BF, Global BF, Asoy BF, Fevta BF, Samirono BF, Gaza BF, BBF, Vita Sahara BF, Sadewa BF, Pison BF, Cristal BF, serta Tango Kretek. Kehadiran para sponsor tersebut menjadi bukti kuat bahwa LPJI Phoenix Cup #3 2026 memiliki daya tarik dan dukungan besar dari komunitas perkutut nasional.

Ketua Pengwil DIY, Bapak Susri, menyampaikan apresiasinya kepada panitia Pengda Gunung Kidul yang tetap berkomitmen menjaga kualitas lomba meski harus berpindah lokasi pelaksanaan.

“Yang terpenting bukan hanya lokasi, tetapi semangat menjaga kualitas dan kebersamaan kung mania DIY. Saya melihat Pengda Gunung Kidul tetap serius menghadirkan lomba yang berkelas. Inilah semangat Jogja Istimewa, di mana kekeluargaan dan bobot lomba tetap dijaga,” ujar Susri.

Sementara itu, Ketua P3SI Pengda Gunung Kidul, Sunu Suwarto, juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kung mania karena tahun ini LPJI belum bisa menggelar event di wilayah Gunung Kidul dan harus memindahkan pelaksanaan ke Karanggayam, Sleman.

“Kami mohon maaf kepada seluruh rekan-rekan kung mania karena tahun ini belum memungkinkan UNTUK mengadakan lomba di Gunung Kidul. Namun meski berpindah tempat ke Karanggayam Yogya, kami pastikan bobot lomba tetap istimewa sesuai semangat dan slogan kung mania Jogja Istimewa,” ungkap Sunu Suwarto.

Yang khas dari gelaran di Karanggayam sendiri bukan hanya atmosfer gantangan yang ramai dan penuh persaingan, tetapi juga suasana angkringan di samping lapangan yang selalu menjadi tempat favorit para kung mania berkumpul sambil menikmati kopi dan gorengan hangat.

“Yang paling khas dari lomba di Karanggayam ini itu angkringannya. Bener-bener endul masi bungkusnya dan mendoannya,” celetuk Om Ongky sambil ngemil mendoan tiga biji sekaligus yang langsung disambut gelak tawa rekan-rekannya.

Dalam gelaran kali ini, panitia membuka tiga kelas utama dengan format 1 blok (42 gantangan), yakni:

  • Piyek Hanging
  • Piyek Yunior
  • Dewasa

Masing-masing kelas akan memperebutkan piala juara I hingga X. Selain itu, panitia juga menyiapkan doorprize menarik berupa:

  • 3 ekor burung ring Cristal
  • Pakan Phoenix

Kelas Dewasa pada gelaran LPJI Phoenix Cup #3 2026 benar-benar menyajikan pertarungan panas sejak awal penilaian. Materi-materi lawas dengan jam terbang tinggi saling adu kualitas irama, depan, hingga kestabilan kerja di atas gantangan Karanggayam yang sejak pagi dipadati kung mania.

Di tengah ketatnya persaingan, SIDO MUNCUL milik Benny Kurniawan, Sleman, sukses tampil paling stabil dan akhirnya mengunci podium juara pertama. Burung ring WA tersebut tampil meyakinkan dengan suara angkatan yang rajin serta durasi kerja yang konsisten hingga akhir penjurian.

Posisi runner-up diraih PRINGGONDANI milik Hendrix HDX Jogja ring GTA. Penampilannya yang tenang dengan irama mewah beberapa kali mendapat perhatian para penonton di pinggir lapangan. Sementara posisi ketiga ditempati JENGISKHAN, andalan Sunu Baskoro Bantul, di ring WA yang tampil ngotot sejak babak awal.

Persaingan papan atas makin menarik dengan hadirnya nama-nama mapan seperti HARBIN KALADY milik H. Budi Kalady Bantul ring AW di posisi empat dan ALI BABA orbitan PM Suyanto Jogja ring Batusangkar yang menutup lima besar.

Salah satu penampilan yang cukup mencuri perhatian datang dari PECCO BAGNAIA milik Agus Hendratno Sleman ring Samirono. Meski finis di posisi keenam, gaya kerja dan angkatan suaranya beberapa kali memancing komentar positif para kung mania di bawah gantangan.

Sementara itu, kehadiran LINTANG milik H Rudi Akasa Surabaya menjadi bukti bahwa persaingan LPJI Phoenix Cup juga menarik minat pemain luar daerah. Burung ring Akasa tersebut harus puas di posisi tujuh, diikuti LAMINE YAMAL milik H. Surawan Sragen ring Holly di posisi delapan.

Nama besar MAHESA JENAR milik H Handang Semarang di Atlas juga masih mampu menembus sepuluh besar meski persaingan kali ini terbilang sangat merata. Sedangkan posisi sepuluh ditutup oleh GASWAN milik Pramando BSD ring Batusangkar.

Berikut daftar juara Kelas Dewasa LPJI Phoenix Cup #3 2026:

  1. SIDO MUNCUL – Benny Kurniawan (Sleman) – Ring WA
  2. PRINGGONDANI – Hendrix HDX (Jogja) – Ring GTA
  3. JENGISKHAN – Sunu Baskoro (Bantul) – Ring WA
  4. HARBIN KALADY – H Budi Kalady (Bantul) – Ring AW
  5. ALI BABA – PM Suyanto (Jogja) – Ring Batusangkar
  6. PECCO BAGNAIA – Agus Hendratno (Sleman) – Ring Samirono
  7. LINTANG – H Rudi Akasa (Surabaya) – Ring Akasa
  8. LAMINE YAMAL – H Surawan (Sragen) – Ring Holly
  9. MAHESA JENAR – H Handang (Semarang) – Ring Atlas
  10. GASWAN – Pramando (BSD) – Ring Batusangkar

DEMANG JODOG TAK TERBENDUNG, KELAS PIYEK JUNIOR LPJI PHOENIX CUP #3 2026 BERLANGSUNG PANAS

Kelas Piyek Junior pada gelaran LPJI Phoenix Cup #3 2026 menjadi salah satu kelas yang paling ramai mendapat perhatian kung mania. Materi-materi muda dengan kualitas prospek tampil saling unjuk kemampuan di gantangan Karanggayam, Sleman.

Di tengah persaingan ketat tersebut, DEMANG JODOG milik H. Budi Kalady Bantul ring MRK sukses tampil dominan dan akhirnya keluar sebagai juara pertama. Sejak awal penilaian, burung ini sudah menunjukkan kualitas irama dan kerja yang stabil sehingga mampu mengungguli lawan-lawannya hingga akhir sesi.

Posisi kedua diraih COPET milik Prima Pacitan di WA. Penampilannya yang aktif dan rajin berbunyi beberapa kali membuat juri harus melirik ke gantangannya. Sementara posisi ketiga ditempati EKOBAR milik Mustofa Jogja Ring Mustofa yang tampil konsisten dengan karakter suara yang cukup rapi.

Nama besar breeding farm juga ikut meramaikan papan atas lewat PINAYUNGAN orbitan Shorea BF Sleman ring GTA yang berhasil masuk posisi empat besar. Sedangkan posisi kelima ditempati VLADIMIR PUTIN milik Opik/Sigit Sleman ring Prambanan yang tampil cukup stabil di tengah cuaca yang mulai panas.

Dominasi H Budi Kalady Bantul kembali terlihat lewat KALADY FINIX ring MJ yang berhasil masuk posisi enam besar, mempertegas kualitas amunisi yang dibawa ke arena LPJI kali ini.

Sementara itu, HATI SAMUDRO milik Toni Hong Surabaya ring Hong tampil cukup mencuri perhatian dengan karakter suara khasnya dan menempati posisi tujuh. Posisi delapan diraih BUNGA SELATAN milik Tukiran Bantul ring Fevta yang mampu bersaing ketat dengan materi-materi unggulan lainnya.

Posisi sembilan tercatat kosong dalam data hasil akhir panitia, sedangkan posisi sepuluh ditutup oleh SUPER WANGI milik Mask BF Pacitan di WA.

Berikut daftar juara Kelas Piyek Junior LPJI Phoenix Cup #3 2026:

  1. DEMANG JODOG – H Budi Kalady (Bantul) – Ring MRK
  2. COPET – Prima (Pacitan) – Ring WA
  3. EKOBAR – Mustofa (Jogja) – Ring Mustofa
  4. PINAYUNGAN – Shorea BF (Sleman) – Ring GTA
  5. VLADIMIR PUTIN – Opik / Sigit (Sleman) – Ring Prambanan
  6. KALADY FINIX – H Budi Kalady (Bantul) – Ring MJ
  7. HATI SAMUDRO – Toni Hong (Surabaya) – Ring Hong
  8. BUNGA SELATAN – Tukiran (Bantul) – Ring Fevta
  9. SUPER WANGI – Mask BF (Pacitan) – Ring WA

PASOPATI MENGAMUK DI KELAS PIYEK HANGING, PERSAINGAN LPJI PHOENIX CUP #3 2026 BERLANGSUNG SERU

Kelas Piyek Hanging dalam gelaran LPJI Phoenix Cup #3 2026 benar-benar menjadi sajian menarik bagi para kung mania yang hadir di Lapangan Karanggayam, Sleman. Sejak awal penilaian, persaingan berlangsung rapat dengan materi-materi muda yang tampil agresif dan memiliki gaya kerja berbeda-beda.

Di akhir penjurian, PASOPATI milik Sunu Baskoro Bantul ring Pisces sukses menjadi yang terbaik. Burung ini tampil sangat stabil dengan karakter suara yang tebal dan rajin bekerja dari awal hingga akhir sesi. Penampilannya yang konsisten membuat PASOPATI layak mengunci podium utama di kelas yang terkenal penuh kejutan ini.

Posisi kedua ditempati THE DOKTOR milik Trijatmo Jakarta ring Holly. Burung asal ibu kota tersebut tampil mewah dan beberapa kali mencuri perhatian penonton lewat irama angkatan yang rapi. Sementara posisi ketiga berhasil diamankan SHONAR JOGJA milik Hamdani Jaya Jogja ring JNJ yang tampil cukup ngotot sepanjang penilaian.

Persaingan lima besar makin menarik dengan hadirnya TAIPAN milik Samiyo Bantul ring JNJ di posisi empat serta PATREM milik Hartoyo Jogja ring Naga di posisi lima. Keduanya tampil cukup stabil dan terus menempel ketat di papan atas hingga sesi akhir.

Nama KIDANG MAS milik Bisri Kulonprogo ring Fevta juga menjadi salah satu yang cukup mendapat perhatian kung mania di pinggir lapangan. Materi muda tersebut akhirnya finis di posisi keenam.

Sementara itu, Hartoyo Jogja kembali menempatkan amunisinya di daftar juara lewat WHISKAS ring Thuba di posisi tujuh. Sedangkan posisi kedelapan ditempati KHOMAEINI milik Bachtiar Bantul ring BK yang tetap mampu bersaing di tengah ketatnya kualitas peserta kelas piyek hanging kali ini.

Berikut daftar juara Kelas Piyek Hanging LPJI Phoenix Cup #3 2026:

  1. PASOPATI – Sunu Baskoro (Bantul) – Ring Pisces
  2. THE DOKTOR – Trijatmo (Jakarta) – Ring Holly
  3. SHONAR JOGJA – Hamdani Jaya (Jogja) – Ring JNJ
  4. TAIPAN – Samiyo (Bantul) – Ring JNJ
  5. PATREM – Hartoyo (Jogja) – Ring Naga
  6. KIDANG MAS – Bisri (Kulonprogo) – Ring Fevta
  7. WHISKAS – Hartoyo (Jogja) – Ring Thuba
  8. KHOMAEINI – Bachtiar (Bantul) – Ring BK

TETAP BERSAMA pakan perkutut golden voiceDAN MEDIA ONLINE HIBURAN web site idola kung mania

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Related news