LIGA PERKUTUT LOMBOK NTB SERI 2 MERIAH-Lombok kembali membuktikan dirinya bukan sekadar daerah pelengkap dalam peta hobi perkutut nasional. Minggu, 10 Mei 2026, menjadi hari yang panas bagi jagat kung mania Indonesia Timur saat gelaran Liga Perkutut Lombok NTB Seri #2 sukses menyedot perhatian penghobi lintas daerah. Atmosfer lomba terasa berbeda. Aroma persaingan keras bercampur silaturahmi kelas nasional benar-benar terasa sejak pagi.
Kehadiran tokoh perkutut nasional seperti H. Cholil HDL, yang selama ini dikenal sebagai salah satu perawat dan pembina burung terbaik di Indonesia, membuat aura arena LIGA PERKUTUT LOMBOK langsung naik level. Belum lagi beberapa kung mania Surabaya dan Madura yang turut hadir memantau perkembangan amunisi Lombok dan Bali. Banyak yang sepakat: Lombok kini mulai bergerak menjadi episentrum baru kekuatan perkutut Indonesia Timur.
Selama bertahun-tahun, Bali dan Lombok dikenal sebagai benteng terakhir yang konsisten menjaga eksistensi hobi perkutut di wilayah timur Nusantara. Namun belakangan, geliat Lombok terasa jauh lebih “DAHSYAT” dan hidup. Salah satu pemicunya jelas kebangkitan sosok flamboyan Big Bos Hendry Hollywood. Ketika Hollywood kembali aktif, gairah peternak muda ikut bangkit dan berjoget. Ditambah loyalitas tanpa batas dari Carpenter BF, serta dukungan penuh kung mania lokal, termasuk Ketua Pengwil L. Didit Patria yang sangat aktif membangun gaung perkutut Lombok di media sosial, salah satunya adalah gelaran LIGA PERKUTUT LOMBOK.
Dan benar saja… efeknya langsung terasa di arena
Momentum kebangkitan Lombok ini bahkan mendapat perhatian langsung dari tokoh nasional.
H. Cholil HDL :
“Saya melihat perkembangan hobi perkutut di Lombok dan sekitarnya sekarang luar biasa. Bukan hanya jumlah pesertanya yang meningkat, tapi kualitas burung serta pola penilaiannya juga semakin baik dan matang. Ini tanda bahwa KUNJANI Lombok sudah naik kelas. Kalau konsistensi seperti ini terus dijaga, saya yakin Lombok akan menjadi salah satu barometer penting perkutut Indonesia Timur.”
Pernyataan itu langsung diamini oleh salah satu tokoh breeding nasional yang juga dikenal sangat loyal mendukung perkembangan Lombok, yakni Mr. Cokro Hindoyo, Big Bos Carpenter BF.
Mr. Cokro Hindoyo – Big Bos Carpenter BF :
“Kami di Carpenter BF memang punya komitmen besar untuk ikut mendorong kualitas ternak perkutut Lombok terus berkembang. Potensi peternak di sini sangat besar, tinggal bagaimana dijaga semangat, kualitas breeding, dan kekompakan komunitasnya. Saya OPTIMIS beberapa tahun ke depan Lombok bisa melahirkan produk-produk perkutut yang bukan hanya berjaya lokal, tapi juga mampu go nasional.”
Dan benar saja… efek perkembangan itu langsung terasa di arena!
KELAS DEWASA SENIOR
INTAN TRISAKTI MENGAMUK! CARPENTER BF KEPUNG PODIUM, MADURA SAMPANG IKUT MEMANASKAN ARENA
LIGA PERKUTUT LOMBOK Kelas Dewasa Senior benar-benar menjadi panggung adu kualitas burung mapan. Sejak babak awal, tensi lomba langsung terasa tinggi. Suara burung dan suara joki saling bertabrakan, membuat pinggir gantangan penuh sesak.
Namun, di tengah kerasnya tekanan arena, satu nama tampil paling meyakinkan: INTAN TRISAKTI.
Amunisi milik Mattoli MD/Sokobanah Sampang ring CRN itu tampil luar biasa stabil. Tidak berlebihan jika banyak penonton menyebut penampilan INTAN TRISAKTI sebagai salah satu performa paling matang di seri kali ini.
Kemenangan ini sekaligus memperlihatkan bahwa jalur Madura–Lombok kini mulai memiliki hubungan persaingan dan kualitas yang sangat kuat di kelas dewasa.
Di posisi runner-up, nama HARAIMAN milik Carpenter/Banyumulek sukses mencuri perhatian besar. Burung ring PA ini tampil konsisten sepanjang penjurian. Meski belum mampu menggusur INTAN TRISAKTI dari puncak, performanya menunjukkan bahwa Carpenter BF saat ini benar-benar sedang berada dalam momentum terbaiknya.
Dan ancaman Carpenter ternyata tidak berhenti sampai di situ.
Mereka kembali menempatkan RAJA BAKO di posisi empat besar melalui ring HDL. Ini menjadi sinyal keras bahwa stok amunisi Carpenter BF sekarang makin merata dan berbahaya di semua lapisan kelas.
Sementara itu, PAHLAWAN milik Made BDB/Sweta dari ring Galang tampil sebagai salah satu burung dengan gaya tarung paling agresif hari itu. Beberapa kali burung ini mampu memancing perhatian juri lewat tekanan suaranya yang meledak-ledak. Banyak yang percaya bahwa PAHLAWAN hanya tinggal menunggu momentum untuk meledak di seri berikutnya.
Kubu Bos Muda 2 Beri/Madura Sampang juga layak mendapat sorotan. Dua amunisi mereka, yakni BULAN LPI dan STAR AGUNG, memang belum mampu menembus tiga besar, namun keduanya memperlihatkan kualitas materi yang sangat menjanjikan. Terutama STAR AGUNG yang beberapa kali tampil ngotot di pertengahan sesi.
Persaingan papan tengah pun tidak kalah panas.
APA APA DAH milik Hastomo/GPK tampil mengejutkan dengan kerja yang cukup stabil. Sedangkan ETHAN orbitan Dwipa/Praya menunjukkan karakter suara elegan yang disukai banyak penggemar senior.
Nama unik seperti MESUM milik Dedy/Bunut Baok bahkan sempat jadi bahan obrolan pinggir arena karena tampil cukup menggigit di beberapa sesi. Sementara TEGAR milik Aziz/Praya menutup daftar 10 besar dengan perjuangan yang tidak mudah di tengah ketatnya persaingan.
Satu hal yang paling terasa dari kelas Dewasa Senior kali ini adalah kualitas peserta yang makin merata. Tidak ada burung yang benar-benar mudah dikalahkan. Sedikit lengah saja, posisi langsung digeser lawan.

KELAS PIYEK JUNIOR
SUPERSONIC MELEJIT! SAMUEL BLT KUASAI ARENA, HOLLYWOOD DAN PRAYA TERUS MENEKAN
Kalau kelas Dewasa Senior menghadirkan aroma perang para burung mapan, maka Kelas Piyek Junior di Liga Perkutut Lombok Seri #2 menjadi panggung masa depan perkutut Lombok yang sesungguhnya. Atmosfer kelas ini benar-benar hidup. Teriakan kung mania bersahut-sahutan sejak sesi awal karena hampir semua burung tampil ngotot memburu poin.
Namun, di tengah ketatnya pertarungan, satu kandang sukses mencuri perhatian besar: Samuel BLT/Cakra Negara.
Lewat amunisi andalannya SUPERSONIC, Samuel BLT tampil seperti tak terbendung. Burung ring HDL ini memperlihatkan performa matang untuk ukuran piyek junior. Tekanan suara rapat, pembawaan tenang, serta kestabilan kerja dari awal hingga akhir membuat SUPERSONIC layak dinobatkan sebagai penguasa kelas.
Kemenangan ini terasa makin spesial karena Samuel BLT juga berhasil menempatkan KRAMAT di posisi runner-up lewat ring Arrowhead. Double winner seperti ini jelas bukan kebetulan. Banyak yang mulai menilai bahwa kandang Samuel BLT kini memiliki materi breeding yang sangat serius untuk masa depan Lombok.
Meski gagal merebut puncak, penampilan ORA SAMBAT milik Hollywood/Praya tetap menjadi salah satu tontonan paling menarik hari itu. Burung ring Akasa ini tampil penuh tenaga dan beberapa kali memancing perhatian juri lewat gaya angkatannya yang eksplosif. Kehadiran ORA SAMBAT sekaligus memperlihatkan bahwa kebangkitan kubu Hollywood memang bukan sekadar cerita.
Sementara itu, GALA orbitan Budianto/Cakra dari ring Lenggang tampil stabil dan disiplin. Burung ini dikenal punya karakter kerja rapi dan sangat cocok untuk pertarungan kelas panjang.
Persaingan papan tengah bahkan terasa lebih brutal.
NAPAS TUA milik Warid Jogot/Lobar tampil ngotot sejak awal lomba. Nama burungnya memang terdengar santai, tapi di arena justru menjadi salah satu amunisi paling merepotkan lawan. Sedangkan RARAT milik Umam As’ad/Praya dari ring Benefit tampil konsisten dan beberapa kali membuat kubu lawan waspada.
Nama PETRIK milik Aziz/Praya juga sempat mencuri perhatian lewat gaya tarung agresifnya. Sementara CIKAR RARAT orbitan Rudini/Praya dari ring Faqih menunjukkan kualitas suara yang mulai matang dan berpotensi menjadi ancaman serius pada seri berikutnya.
Di posisi bawah 10 besar, JAKA TARUB milik Khairul Ansori/Giri Menano dan LADUSING milik Suparlan/Kembang Karang tetap layak mendapat apresiasi karena mampu bertahan di tengah kerasnya persaingan kelas piyek yang kali ini benar-benar padat kualitas.
Yang paling menarik dari kelas ini adalah dominasi wilayah Praya dan Cakra Negara yang terlihat semakin kuat. Hampir setiap sesi terdengar suara-suara muda potensial yang menandakan regenerasi peternak Lombok berjalan sangat sehat.
Tidak sedikit kung mania senior yang mulai berani mengatakan:
“Kalau piyek junior Lombok sekarang seperti ini kualitasnya… beberapa tahun lagi Jawa bisa punya lawan serius dari timur.”
KELAS PIYIK HANGING
GOD FATHER MENGAMUK! HENDRY HOLLYWOOD BENAR-BENAR “JOGED”, LOMBOK MAKIN PANAS
Setelah panasnya pertarungan di kelas Piyek Junior, atmosfer arena Liga Perkutut Lombok Seri #2 justru makin meledak ketika memasuki kelas Piyik Hanging. Banyak yang menyebut kelas ini sebagai kelas paling “berisik” hari itu. Teriakan di pinggir lapangan nyaris tidak berhenti karena hampir semua burung tampil ngotot dengan gaya masing-masing.
Namun di tengah kerasnya tekanan arena, satu nama benar-benar sukses mencuri panggung besar:
GOD FATHER!
Amunisi milik Hendry Hollywood/Praya ini tampil luar biasa meyakinkan . Sejak sesi awal, GOD FATHER langsung memperlihatkan aura juara. Karakter suara yang tajam, mental gantangan yang kuat, serta pembawaan tenang membuat burung ring Hollywood ini terlihat sangat dominan dibandingkan dengan lawan-lawannya.
Banyak penonton bahkan mulai berdiri dan memperhatikan secara khusus ketika GOD FATHER mulai bekerja.
Dan ketika hasil akhir diumumkan, kemenangan GOD FATHER terasa seperti penegasan bahwa Hendry Hollywood benar-benar sedang “jOged” kembali di Lombok.
Setelah beberapa waktu lebih tenang, kini nama Hollywood kembali menjadi pembicaraan utama di arena. Kebangkitan ini terasa makin lengkap karena sebelumnya ORA SAMBAT juga tampil impresif di kelas Piyek Junior. Artinya, kandang Hollywood sekarang tidak hanya memiliki satu amunisi, tetapi juga mulai menunjukkan kedalaman materi breeding yang sangat berbahaya.
Tidak sedikit kung mania yang mulai berbisik:
“Kalau Hollywood sudah mulai panas begini… Lombok bakal makin susah ditebak.”
Namun, kemenangan GOD FATHER jelas tidak diraih dengan mudah.
Posisi runner-up ditempati BINTANG KUKUS milik L Aryo/Darmaji ring LAN yang tampil sangat agresif sepanjang lomba. Burung ini beberapa kali memberikan tekanan serius kepada GOD FATHER lewat gaya kerja rapat dan berani. Penampilannya menjadi salah satu kejutan terbaik di kelas hanging.
Sementara itu, SERUNI orbitan Zulfan/Lobar dari ring KBO sukses mengamankan posisi tiga besar. Burung ini tampil stabil dan dikenal punya karakter suara yang bersih serta nyaman didengar.

Persaingan papan tengah juga berlangsung brutal.
NEW KUMORO milik Budianto/Cakra dari ring Orbit tampil disiplin dan beberapa kali mencuri perhatian juri lewat kerja yang konsisten. Sedangkan MUNSUH milik Hadi/Lobar dari ring Wira memperlihatkan gaya tarung ngotot khas burung-burung pekerja keras Lombok.
Nama unik seperti TOK DALANG milik Ramli/Glogor Lobar bahkan sempat menjadi pusat perhatian penonton arena karena tampil berani menekan lawan-lawannya. Tidak kalah menarik, LASKAR orbitan Ganda/Duman dari ring ENG menunjukkan mental tempur yang sangat bagus untuk ukuran piyik hanging.
Di papan bawah, BOKAH milik Roni/Karang Bali dari ring Mitezen serta HALIF milik Salut/Lajut ring 108 tetap layak mendapat apresiasi karena mampu bertahan di tengah ketatnya persaingan kelas hanging yang kali ini benar-benar penuh tekanan.
Sementara BIRAHI milik ABG Team/Praya menutup daftar 10 besar dengan penampilan yang cukup menjanjikan untuk pengembangan ke depan.
Yang paling terasa dari kelas ini adalah kebangkitan kubu Praya yang semakin nyata. Nama-nama lama mulai kembali aktif, sementara peternak muda terus bermunculan membawa materi baru. TETAP PANTAU TERUS PERKEMBANGAN HOBI PERKUTUT DI LOMBOK DENGAn KLIK web site idola kung mania(FOTO panitia: media online, edit foto by goldenvoicenews.com)
Dan ketika lomba selesai, banyak kung mania sepakat dengan satu kalimat:
“Lombok sekarang bukan cuma ramai… tapi mulai berbahaya!”




