Liga Perkutut Sulsel digelar dengan atmosfer panas namun penuh canda tawa pecah di arena Liga Sulsel 2026 Seri 1 “Pengwil Cup” yang digelar Pengwil P3SI Sulawesi Selatan, Minggu, 10 Mei 2026. Event yang sudah lama ditunggu-tunggu kung mania Sulawesi, khususnya Makassar, ini akhirnya menjadi ajang pelepas rindu setelah hampir enam bulan lamanya para pemain vakum ngerek sejak seri penutup awal Desember lalu di Kabupaten Belawa.
Rasa kangen dunia konkurs benar-benar terasa sejak pagi hari. Tepian lapangan dipenuhi obrolan hangat, saling ledek antarpemain, hingga gelak tawa yang terus menghiasi suasana selama lomba berlangsung. Meski beberapa kekuatan besar dari Palu, Mamuju dan Bone belum tampil full team, antusiasme peserta tetap luar biasa. Bahkan kuota peserta berhasil tembus di atas 100 ekor.
Keberhasilan ini tentu membuat lega seluruh jajaran panitia dan pengurus Pengwil Sulsel yang dinakhodai Wisnu Wibawa bersama Ustad Ahmad Adnan. Mereka sukses menghadirkan kembali aura persaingan sehat yang selama ini dirindukan kung mania Sulawesi.
KELAS DEWASA BEBAS
GOWATA MENGAMUK, METEOR DAN MAHAMERU HARUS MENGALAH

Kelas paling bergengsi Dewasa Bebas langsung menghadirkan pertarungan keras. Burung bernama Gowata milik Ahmad Adnan ring Adenium tampil sangat stabil dan sukses merebut podium utama dengan torehan 150 poin.
Dominasi Gowata terlihat sejak awal babak. Irama anggung yang konsisten membuat lawan sulit mengejar. Sementara posisi runner-up ditempati Meteor milik H. Majid ring Godbless dengan 125 poin.
Persaingan perebutan posisi tiga juga berlangsung panas. Mahameru Orbitan Fadil Jalil di Ring Teratai berhasil mengunci posisi ketiga dengan 100 poin.
Yang menarik perhatian publik justru comeback Nelendro milik H. Abu/Sno ring WH. Burung senior yang sempat lama MAIN KE JAWA ini langsung tancap gas dan finish di posisi empat dengan 75 poin. Hasil ini menjadi sinyal bahwa Nelendro belum habis dan masih sangat layak diperhitungkan di seri-seri berikutnya.

Posisi berikutnya diisi:
- Samboge – Asrul
- Pandawa – H. Amir
- Pangeran – H. Abu/Sno
- Osama – Bimbo
- Kura Kura – Kasmir
- Belantika – Akbar
Sisipan menarik juga datang dari kemenangan Gowata milik Ahmad Adnan di ring Adenium. Burung yang sukses menjuarai kelas Dewasa Bebas pada Seri 1 Pengwil Cup 2026 ini ternyata bukan nama baru di jagat konkurs Sulawesi. Gowata sebelumnya juga tercatat sebagai salah satu burung papan atas dan pernah menjadi jawara Liga Perkutut Sulsel 2025. Konsistensi inilah yang membuat banyak kung mania mulai menyebut Gowata sebagai salah satu burung paling stabil di lintasan Sulawesi saat ini.
Ketua Pengwil P3SI Sulawesi Selatan, Wisnu Wibawa, mengaku bersyukur melihat atmosfer kompetisi kembali hidup setelah vakum panjang.
“Alhamdulillah ini jadi awal yang sangat bagus untuk Liga Sulsel 2026. Setelah hampir enam bulan teman-teman tidak ngumpul, ternyata ANTUSIASMENYA masih luar biasa. Yang paling membahagiakan bukan hanya jumlah peserta, tapi suasana kekeluargaan dan guyub ANTARKUMANIA kembali terasa di pinggir lapangan,” ujar Wisnu Wibawa.
Sementara itu, sesepuh kung mania Sulsel, H. Abu Sno, berharap seri-seri berikutnya bisa dihadiri lebih banyak peserta dari berbagai daerah di Sulawesi.
“Harapan saya, seri berikutnya pesertanya lebih ramai lagi. Karena kalau bukan kita para penghobi yang meramaikan, siapa lagi? Konkurs ini bukan cuma soal juara, tapi tempat silaturahmi dan menjaga hobi perkutut tetap hidup,” ungkap H. Abu Sno.
Pernyataan itu langsung mendapat dukungan dari banyak pemain di tepi lapangan. Sebab bagi kung mania Sulsel, Liga Pengwil bukan sekadar perlombaan, melainkan ajang berkumpulnya keluarga besar penghobi perkutut setelah lama vakum dari atmosfer gantangan. pakan perkutut golden voice dapatkan disini
PIYIK BEBAS
KAKA TERBANG TINGGI, ADENIUM MULAI PANASKAN PERSAINGAN

Di kelas Piyik Bebas, nama Kaka milik Didit tampil mengejutkan dan sukses menjadi jawara dengan poin sempurna 150.
Namun, perhatian besar justru tertuju pada tim H. Abu/Sno. Lewat Armada Ring Adenium, mereka sukses mengamankan posisi kedua dengan 125 poin. Ini membuktikan bahwa amunisi muda Adenium mulai serius mengancam dominasi pemain lama Makassar.
Posisi ketiga ditempati Tak Di Sangha milik H. Madong di Gelora dengan 100 poin. Sedangkan Gajahmada, Tango dan Tak Di Duga juga tampil cukup menjanjikan sepanjang laga.
Yang menarik, hampir seluruh penghuni papan atas berasal dari Makassar. Ini menandakan kualitas breeding dan settingan burung Sulsel semakin merata.

PIYIK JUNIOR
MAHAPATI BIKIN HEBOH, CHIZUNGSANG LANGSUNG CURI PERHATIAN
Kelas piyik junior selalu menjadi pusat perhatian karena menjadi ajang adu prospek calon bintang masa depan. Dan kali ini panggung utama berhasil dicuri Mahapati milik H. Amir ring MST asal Makassar.
Mahapati tampil impresif dan sukses meraih podium pertama. Namun, sorotan juga tertuju pada Anatolia milik Chizungsang asal Sidrap yang finis runner-up. Penampilan Anatolia dinilai sangat matang untuk ukuran piyik muda.
Fadil Jalil kembali menunjukkan kualitas orbitannya lewat Bulusaraung ring Locksmith yang berhasil masuk posisi tiga besar. burung muda ini di take over dari akbar beberapa minggu silam dan mentalnya keren jelas bang fadil
Sementara nama-nama seperti Lexus, Kerudung Putih hingga Kondo Kondo juga mulai ramai diperbincangkan oleh mania Sulsel sebagai amunisi prospek masa depan.

KELAS HANGING
H. AMIR KEMBALI BUKTIKAN KUALITAS
Liga Perkutut Sulsel juga menggelar kelas Hanging dan didominasi H. Amir lewat burung bernama Manggala ring KLC yang sukses keluar sebagai juara pertama.
Akbar Locksmith asal Pangkep juga tampil konsisten dengan menempatkan dua burung sekaligus di papan atas, yakni Berlian dan Beluci. Khusus berlian ini terbilang luar biasa karena burung bergelang JML Depok ini baru saja tiba di Makassar hari Jumat pagi. Bener-bener mentalnya luar biasa, kutip Akbar.
Persaingan hanging kali ini berlangsung sangat cair dan penuh hiburan. Banyak pemain mengaku lebih menikmati suasana kekeluargaan dibandingkan sekadar mengejar gelar juara. Tidak heran sepanjang lomba terdengar sorakan, candaan, hingga gelak tawa khas kung mania Sulawesi yang akhirnya kembali berkumpul setelah vakum panjang.


AWAL PANAS MENUJU SERI BERIKUTNYA
Liga Sulsel Seri 1 Pengwil Cup bisa dibilang menjadi pembuka yang sangat sukses. Selain menjadi obat rindu kung mania, event ini juga mulai memetakan kekuatan baru yang akan bertarung sepanjang musim 2026.
Nama-nama besar seperti Adenium, Chizungsang, Locksmith, LKN hingga Godbless mulai menunjukkan keseriusan mereka memburu poin liga sejak seri pembuka.
Dengan atmosfer yang kembali hidup dan jumlah peserta yang langsung tembus ratusan ekor, Liga Perkutut Sulsel 2026 diprediksi bakal menjadi salah satu musim paling panas dalam sejarah kompetisi Sulawesi Selatan. nantikan info liga perkutut sulsel seri berikutnya tetap di web site idola kung mania


