klau tuku trek…klau tuku trek….klau tuku trek

Gelaran lomba perkutut lokal bertajuk Halal Bihalal Cup yang berlangsung Minggu, 12 April 2026 di Maros berlangsung meriah dan penuh nuansa kekeluargaan. Berlokasi di Poros Pattene, event ini tak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum silaturahmi pasca Lebaran bagi kung mania.
Maros, yang dikenal dengan kuliner khasnya, Roti Maros, kali ini menghadirkan daya tarik berbeda. Suara perkutut dari berbagai penjuru daerah berpadu dalam satu arena, menghadirkan persaingan sengit di tiga kelas utama: Lost Point, Poin 250, dan Perang Bintang.
Perwakilan panitia dari Tunas Muda, Irwan dan Syarif, menegaskan bahwa kegiatan ini mengedepankan kebersamaan.
“Ini bukan sekadar lomba, tapi ajang mempererat silaturahmi antar penghobi perkutut,” ujar Irwan.
Syarif menambahkan, “Antusiasme peserta luar biasa; ini bukti perkutut lokal masih sangat diminati dan punya masa depan.”
Kelas Lost Point: PPB Tunjukkan Kelas
Klau tuku trek- Di kelas Gacoran Lokal Alam (Lost Point), dominasi kubu PPB tak terbendung. Bordolino tampil nyaris sempurna dengan 279 poin, unggul atas Jumbo Yam (245) dan Limbogo (206).
Perlawanan datang dari Siwa milik Iswah yang menembus posisi dua dengan 264 poin, menjadi satu-satunya yang mampu menyelip di antara dominasi PPB. Sementara Paranoid harus puas di posisi lima dengan 194 poin.
Kelas ini benar-benar menuntut kestabilan dan minimnya kesalahan, dan PPB membuktikan diri sebagai yang paling siap.
Kelas Poin 250: Takkalasi Kuasai Dua Besar
Memasuki kelas Campuran Bebas (Poin 250), giliran Takkalasi unjuk kekuatan. Bunga Kapas tampil impresif dengan 236 poin, diikuti Kliwon di posisi kedua dengan 218 poin.
Gacor milik Suardy menempati posisi tiga dengan 201 poin, sementara peserta lain tampak kesulitan mengejar ritme dua burung terdepan.
Kombinasi volume, durasi, dan konsistensi menjadi kunci, dan Takkalasi berhasil memaksimalkan semuanya.
Perang Bintang: Duel Singkat Sarat Tekanan
Sebagai penutup, kelas Perang Bintang menghadirkan pertarungan cepat berdurasi 15 menit. Bunga Kapas kembali menunjukkan dominasinya dengan 107 poin, menegaskan statusnya sebagai bintang lapangan hari itu.
Paranoid milik Iswah finis kedua dengan 89 poin, disusul Kliwon di posisi ketiga dengan 78 poin. Kelas ini menuntut burung langsung tampil panas sejak awal, dan Bunga Kapas terbukti paling siap.
Secara keseluruhan, Halal Bihalal Cup Maros menjadi gambaran ideal lomba perkutut lokal: kompetitif namun tetap menjunjung tinggi kebersamaan. Dominasi PPB di kelas lost point dan Takkalasi di kelas poin menjadi warna tersendiri, sekaligus menegaskan bahwa persiapan matang dengan memakai pakan perkutut golden voice black magic dan kualitas burung tetap menjadi kunci utama meraih prestasi. (foto:syarif), www.goldenvoicenews.com





