Semarang benar-benar punya cara unik untuk menikmati bulan suci. Saat sebagian orang memilih ngabuburit dengan berburu takjil, para kung mania justru memadati gantangan dalam gelaran Ramadhan Cup yang dikemas santai namun tetap kompetitif. Inilah “ngabuburit siangbolong” ala pecinta perkutut Semarang — adu kualitas piyek, silaturahmi, sekaligus menjaga tradisi hobi tetap hidup di bulan penuh berkah.
Digelar pada 1 Maret 2026 di kawasan Tembalang, cuaca cerah membuat suasana semakin hangat. Meski berlangsung di siang hari saat berpuasa, semangat peserta tak surut sedikit pun. Gantangan penuh di dua kelas favorit: Piyek Bebas dan Piyek Hanging.
Panitia, Om Yono, menyebut konsep lomba ini memang dirancang sebagai ajang kebersamaan.
“Ini bukan sekadar lomba, tapi momen silaturahmi. Kita ngabuburit bareng, tetap sportif, dan juri juga kita apresiasi lewat konsep ‘THR Juri’. Alhamdulillah peserta penuh,” ujar Om Yono.
Sesepuh kung mania Tembalang, Mbah Supomo, juga memberikan pandangannya.
“Ngabuburit sambil dengar suara perkutut itu nikmatnya beda. Apalagi sekarang kualitas piyek muda makin bagus. Ini tanda regenerasi jalan,” tutur Mbah Supomo sambil tersenyum.
🔥 Piyek Bebas: Adu Stabilitas di Bawah Terik Matahari

Kelas Piyek Bebas menjadi panggung pembuktian materi dasar dan mental gantang. Meski siang cukup terik, banyak piyek tampil stabil dan percaya diri.
KUMBARA milik H. Jajak tampil paling stabil dan konsisten, memikat perhatian dewan juri dengan suara dasar bersih serta durasi kerja yang terjaga. Posisi runner-up diraih PLAY BOY milik Teguh yang tampil ngotot dengan irama tajam dan power cukup menonjol.
Sorotan juga tertuju pada ANTARIKSA milik Henry Atlas BF yang sukses menembus 10 besar, memperkuat eksistensi peternak Atlas BF yang tengah naik daun. Kehadiran peserta dari luar kota seperti Makassar hingga Binuang – Kalimantan Selatan menunjukkan bahwa Ramadhan Cup memiliki daya tarik lintas daerah.
Secara umum, kualitas materi di kelas Piyek Bebas dinilai merata dan menjanjikan. Banyak piyek sudah menunjukkan pola suara yang matang, menandakan proses breeding yang semakin serius dan terarah.
10 Besar Piyek Bebas:
KUMBARA (ESGE) – H. JAJAK, Semarang
PLAY BOY (ART) – TEGUH, Mranggen
PORTO (PANGESTU) – YOGI, Semarang
PUTRA MAROS (WH) – H. ABU, Makasar
SON GO KONG (RATU) – MIRZA, Tegal
LOTUS (BG) – KOH JIANG, Kendal
ANTARIKSA (ATLAS) – HENRY ATLAS BF, Semarang
VIRUS (ESGE) – TEGUH, Mranggen
FLAMBOYAN (MAKITA) – RIZKY WIJAYA, Semarang
DENZA (ATLAS) – REHAN, Binuang – Kalsel
🎯 Piyek Hanging: Persaingan Ketat, Materi Makin Matang

Tak kalah panas, kelas Piyek Hanging juga menyuguhkan duel kualitas yang merata. Banyak piyek muda sudah menunjukkan pola irama rapi dan dasar suara tebal.
PURBAYA milik JHONY JOYO tampil paling konsisten dengan irama terjaga dan karakter suara yang matang untuk ukuran piyek. Sementara KAMESWARA dan MANDALA tak kalah impresif, menunjukkan power serta dasar suara yang menjanjikan untuk jenjang berikutnya.
Menariknya, nama Henry Atlas kembali mencuat lewat dua amunisinya, EKITIKE dan MASCOT, yang sama-sama berhasil menembus 10 besar. Hal ini semakin mengukuhkan reputasi Atlas BF sebagai salah satu peternak yang sedang naik daun di Semarang.
Secara umum, kualitas materi di kelas ini dinilai merata. Banyak piyek sudah memperlihatkan pola irama rapi dan mental gantang yang stabil. Tak heran, kelas Piyek Hanging disebut-sebut sebagai gambaran masa depan perkutut Semarang yang kian kompetitif dan berkelas.
10 Besar Piyek Hanging:
PURBAYA (JOYO) – JHONY JOYO, Semarang
KAMESWARA (ADL) – H. SOLIKIN, Demak
MANDALA (ESGE) – AGUS SANTO, Kendal
PRAMESWARI (ADL) – ANDI BATAKO, Semarang
EKITIKE (ATLAS) – HENRY ATLAS, SMG
BENFICA (ESGE) – YOGI, Semarang
WALI SONGO (MJM) – NAJIH ABADI, Demak
SEDAYU (A 8 A 168) – ANDI MASCOT, Semarang
MASCOT (ATLAS) – HENRY ATLAS, Semarang
SEMAWIS (ESGE) – AGUS, Semarang
Ngabuburit Penuh Makna
Ramadhan Cup kali ini bukan sekadar soal juara. Di bawah terik siang hari, para kung mania berbagi cerita breeding, bertukar pengalaman pakan, hingga merancang rencana lomba berikutnya. Suasana akrab terasa kental — inilah esensi ngabuburit versi pecinta perkutut.
Ngabuburit siangbolong?
Bagi kung mania Semarang, jawabannya: gantang jalan, silaturahmi tetap, pahala pun dapat. https://youtube.com/shorts/SlqsBaXVa1I?si=VD7J-k0jXevs9JmT https://goldenvoicenews.com/mistikus-ngedan-hasan-sampai-lupa-bayar-kopi/



