spot_img
spot_img

Dominasi Tim Primarasa di Tengah Cuaca Ekstrem, El Zero Miedo Masih Tak Terbendung

SEMARANG – Gelaran bergengsi Liga Jateng Gayeng 2026 resmi dibuka pada Minggu, 18 Januari 2026, bertempat di gantangan Royal Family Semarang. Meski sempat diwarnai cuaca ekstrem berupa hujan gerimis dan angin kencang, persaingan di atas kerek tetap memanas. Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Pengwil, H. Kemat, didampingi oleh Bapak Henry Atlas selaku penanggung jawab lomba.

Perjuangan Melawan Alam dan Strategi “Bakar Kertas”

Jalannya lomba tidaklah mudah. Memasuki babak kedua, panitia sempat memutuskan untuk break karena angin kencang yang membuat peserta was-was akan keamanan sangkar dan kerekan. Namun, berkat kesigapan panitia, lomba berhasil diselesaikan hingga 4 babak.

Menariknya, Liga Jateng Gayeng tahun ini direncanakan berlangsung sebanyak 10 putaran. Kabar burung menyebutkan hadiah utama di akhir liga masih dirahasiakan, namun satu yang pasti: para pengejar poin harus siap mental dan finansial. Dengan jadwal yang padat, memiliki burung kualitas saja tidak cukup; peserta harus siap “membakar kertas lebih banyak” alias modal dana yang kuat untuk mengikuti seluruh seri.

Ulasan Pertarungan Per Kelas

1. Dewasa Bebas: El Zero Miedo Tak Tergoyahkan, Mahabarata Terganjal

Kelas paling bergengsi ini menjadi ajang reuni bintang-bintang LPI 2025. El Zero Miedo, sang Juara Umum milik Cokro Hindoyo (Lombok), membuktikan kelasnya dengan merebut poin tertinggi di gantangan 134. Performa stabilnya membuat nama-nama besar lain seperti Moderator, Rodtang, Senandung Rindu, hingga Pancasona (Juara Ladini Marina) harus puas membayang-bayangi di posisi bawahnya.

Kejutan terjadi pada Mahabarata milik Agil Marsono. Meski datang dengan ekspektasi tinggi, Mahabarata gagal tampil “gacor” seperti saat kejurnas silam dan harus puas berada di posisi ketiga, mengakui keunggulan Raja Bako yang menyodok ke posisi runner-up, kemenangan raja bako mengkokohkan eksistensi team cokro hindoyo di tanah jawa.

2. “adik tiga berlian” melawan sang juara bertahan.

Pada kategori bergengsi Peyek Bebas Mierah Royal, perkutut bernama Land Cruiser Reborn milik Dede Primarasa asal Bandung berhasil keluar sebagai jawara pertama setalah mengalahkan adik perkutut 200 juta tiga berlian, burung milik hj nunu pesona depok bernama “mutiara timur” sebenarnya kualitasnya menonjol, hanya saja burung dengan joki mas toro gajah ini lambat bunyi alias mentalnya masih labil, alhasil harus puas diposisi kedua dan merelakan poin 150 dibawa pulang ke bandung.meski gagal juara 1 namun team pesona depok puas dengan prestasi mutiara timur. Sementara itu, posisi ketiga diamankan oleh Bently Jr. milik Galih dari Tulung Agung dengan total 110 poin.

Ketajaman persaingan tidak hanya terjadi di tiga besar. Nama-nama besar di dunia perkutut dari berbagai daerah seperti Malang, Jepara, hingga Lombok turut memadati daftar 15 besar, membuktikan bahwa seri Semarang ini menjadi magnet bagi para kolektor dan pemain nasional.

Piyik Bebas & Yunior: Panggung Keemasan Tim Primarasa

Tim Primarasa Bandung milik Dede Primarasa sukses mencuri perhatian dengan merebut dua podium utama sekaligus. Di kelas Piyik Bebas, Land Cruiser Reborn tampil dominan mengalahkan Mutiara Timur. Sementara di kelas Piyik Yunior, dominasi kembali berlanjut lewat aksi Saritomo Reborn yang meraih podium pertama. Keberhasilan ini mengukuhkan Primarasa sebagai tim dengan manajemen burung muda terbaik di pembukaan liga kali ini.

3. Piyik Hanging: Bibit Unggul Bermunculan

Di kelas Hanging, Srikandi JR milik Septiyan (Solo) keluar sebagai pemenang di gantangan 61. Persaingan di kelas ini sangat ketat, terlihat dari munculnya nama-nama baru dari berbagai daerah seperti Cirebon, Medan, hingga Ponorogo yang mulai menunjukkan taringnya.

Kesuksesan Penyelenggaraan

Secara keseluruhan, pembukaan liga ini tergolong sukses besar. Penjurian dilakukan secara lintas wilayah melibatkan juri dari Jateng, Jabar, dan DIY untuk menjaga objektivitas. Selain ketatnya kompetisi, panitia juga memanjakan peserta dengan banjir doorprize. Dari sisi finansial, panitia dikabarkan meraup keuntungan yang menunjukkan antusiasme luar biasa dari para kung mania.

GALERI KUNG MANIA DI LAPANGAN MARINA

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Related news