Liga Perkutut Pantura Seri 4 kembali bergulir di tengah padatnya kalender lomba nasional. Memanfaatkan jeda di antara rangkaian Liga Perkutut Indonesia (LPI) dan Liga Jateng Gayeng, panitia menghadirkan Racil Brebes Cup sebagai Seri 4 Liga Perkutut Pantura 2026 yang akan berlangsung pada Minggu, 19 Juli 2026, di Lapangan Perkutut Area Sirkuit Widuri, Pemalang, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.
Liga Perkutut Pantura merupakan hasil kolaborasi Pengda Pemalang, Pengda Brebes, Pengda Pekalongan, dan Pengda Batang. Kehadiran liga wilayah ini menjadi wadah bagi penghobi perkutut di kawasan Pantura untuk terus berkompetisi sekaligus menjaga performa burung di sela-sela agenda liga yang lebih besar.
Pada seri keempat ini, panitia membuka tiga kelas konkurs, yakni Piyik Bebas, Piyik Junior, dan Hanging, masing-masing dengan format satu blok. Juara 1 hingga 10 di setiap kelas akan mendapatkan penghargaan. Tiket peserta dipatok sebesar Rp75.000.
Selain memperebutkan poin klasemen sementara Liga Perkutut Pantura 2026, peserta juga berkesempatan membawa pulang berbagai doorprize menarik. Hadiah yang telah disiapkan antara lain dua unit kipas angin dari Pengda Pemalang, lima boks telur asin dari Samsi BF, lima paket pakan burung dari Novan, lima batu akik dan lima gedeng bawang merah dari MSI BF, tiga sarung dan empat topi koboi dari Almatha BF, lima kantong beras dari Rofiza BF, lima botol minyak dari Mafaza BF, dua ekor burung dari Gerda BF, lima botol minyak dari Al Fatah, serta satu ekor burung dari BDM BF.
Ketua panitia, Slamet Juri, mengaku optimistis Racil Brebes Cup akan berlangsung meriah meskipun jadwalnya berada di antara pelaksanaan Liga Perkutut Indonesia dan Liga Jateng Gayeng.
Menurut Slamet, penghobi perkutut di kawasan Pantura memiliki antusiasme yang tinggi sehingga Liga Pantura tetap menjadi agenda yang selalu dinantikan.
“Kami tetap optimistis seluruh kelas akan terisi penuh. Walaupun jadwalnya diapit oleh Liga Perkutut Indonesia dan Liga Jateng Gayeng, semangat penghobi Pantura untuk mengikuti liga wilayah tetap luar biasa. Kami berharap Racil Brebes Cup berlangsung sukses dan menjadi ajang silaturahmi sekaligus perebutan poin klasemen,” ujar Slamet, Juri.
Ia menambahkan bahwa panitia telah melakukan berbagai persiapan agar peserta dapat mengikuti lomba dengan nyaman. Racil Brebes Cup diharapkan tidak hanya menghadirkan persaingan yang sportif, tetapi juga mempererat hubungan antarpenhobi perkutut dari berbagai daerah.
Dengan persaingan klasemen yang masih sangat ketat di seluruh kelas, Seri 4 diperkirakan akan menjadi salah satu putaran paling menentukan dalam perebutan gelar Juara Liga Perkutut Pantura 2026. Banyak peserta dipastikan akan tampil habis-habisan demi mengamankan poin penting sebelum memasuki seri-seri penutup musim.
berikut ulasan 5 besar klasemen sementara :
Klasemen Sementara Liga Perkutut Pantura 2026 Piyik Bebas: PLH BF Memimpin, Persaingan Juara Masih Terbuka

Persaingan kelas Piyik Bebas Liga Perkutut Pantura 2026 semakin menarik memasuki seri berikutnya. Hasil dari tiga putaran yang telah berlangsung di Pemalang, Batang, dan Pekalongan menunjukkan belum ada peserta yang benar-benar aman di puncak klasemen. Selisih poin yang tipis membuat peluang menjadi juara umum masih terbuka lebar.
1. PLH BF Kokoh di Puncak dengan 190 Poin
PLH BF asal Cilacap untuk sementara memimpin klasemen dengan 190 poin. Raihan tersebut diperoleh dari penampilan impresif saat seri Pemalang yang menghasilkan 110 poin, kemudian kembali menambah 80 poin di Pekalongan.
Meski belum memperoleh poin di Batang, PLH BF tetap berada di posisi teratas. Namun, keunggulan mereka hanya terpaut 20 poin dari para pesaing terdekat sehingga belum bisa bernapas lega. Konsistensi pada seri berikutnya akan menjadi kunci untuk mempertahankan posisi puncak.
2. Mirza Tegal Mulai Mengancam
Posisi kedua ditempati Mirza dari Tegal dengan koleksi 170 poin. Mirza menunjukkan grafik yang terus meningkat setelah mengumpulkan 80 poin di Batang dan 90 poin di Pekalongan.
Performa tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi seri selanjutnya. Jika mampu kembali finis di papan atas, peluang mengambil alih posisi pemuncak klasemen sangat terbuka.
3. Toto Pemalang Andalkan Ledakan di Seri Pembuka
Toto asal Pemalang juga mengoleksi 170 poin, sama dengan Mirza. Bedanya, sebagian besar poin Toto diperoleh saat tampil gemilang di kandang sendiri dengan 110 poin pada seri Pemalang, kemudian menambah 60 poin di Batang.
Absennya poin di Pekalongan membuat Toto harus rela berada di posisi ketiga. Namun, selisih hanya 20 poin dari pemuncak membuat peluangnya untuk menjadi juara liga masih sangat realistis.
4. Fatulah Masih Berpeluang Mengejar
Di peringkat keempat ada Fatulah dari Tegal dengan 120 poin. Nilai tersebut berasal dari 90 poin di Pemalang dan tambahan 30 poin di Batang.
Walaupun tertinggal cukup jauh dari tiga besar, Fatulah masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisi. Dengan beberapa seri yang masih tersisa, tambahan poin maksimal bisa mengubah peta persaingan secara drastis.
5. Koh Djang Siap Jadi Kuda Hitam
Posisi kelima ditempati Koh Djang asal Kendal dengan 110 poin. Menariknya, seluruh poin tersebut diraih dalam satu penampilan di seri Pekalongan.
Modal 110 poin menunjukkan Koh Djang memiliki kualitas untuk bersaing di papan atas. Jika mampu tampil konsisten pada seri-seri berikutnya, bukan tidak mungkin ia menjadi kuda hitam yang mengganggu dominasi para penghuni empat besar.
Persaingan Masih Sangat Terbuka
Kelas Piyik Bebas Liga Perkutut Pantura 2026 dipastikan masih menyajikan persaingan sengit. Jarak 20 poin antara peringkat pertama dan kedua menunjukkan belum ada favorit mutlak. Satu kemenangan pada seri berikutnya bisa langsung mengubah susunan klasemen.
Seri selanjutnya akan menjadi momentum penting bagi seluruh peserta. Siapa yang mampu tampil konsisten, dialah yang berpeluang besar mengangkat trofi juara Liga Perkutut Pantura 2026 kelas Piyik Bebas.





