Liga Baringga-Musim baru akhirnya resmi dimulai. Setelah sempat beberapa kali mengalami penundaan demi menyesuaikan kalender lomba di berbagai daerah, Liga Baringga 2026 akhirnya sukses menggelar seri perdananya di Lapangan P3SI Pengda Kota Bandung, Lanud TNI AU Sulaiman, Minggu (28/6/2026).
Mayoritas Kungmania Jawa Barat hadir memadati arena, ditambah peserta dari Jabodetabek yang datang untuk menguji amunisi sekaligus memetakan kekuatan lawan. Liga resmi dibuka oleh Ketua Liga Baringga yang juga Ketua P3SI Pengda Kota Bandung, Marsda Anis Nurwahyudi, disaksikan tokoh-tokoh senior perkutut Jawa Barat seperti H. Nono Ganesha mewakili Pengwil P3SI Jabar, Teddy CIE, dan Bambang R3.
Di balik suksesnya seri pembuka tersebut, Mr. Hendra mengungkapkan rasa syukurnya karena agenda yang sempat tertunda akhirnya bisa terlaksana dengan baik.
Kelas Piyik Bebas: Singo Barong Mengaum, Julaeha Menguntit, Pelangi Bersinar
Kelas Piyik Bebas menjadi panggung unjuk kualitas para debutan terbaik. Sejak sesi awal, Singo Barong milik Hendry WAT Tasikmalaya bergelang Bintang Agung tampil begitu dominan. Burung yang dikawal Opik TSL Cimahi itu seolah tak memberi kesempatan kepada rivalnya untuk mendekat. Irama stabil, penampilan meyakinkan, hingga akhirnya mengumpulkan nilai sempurna 100 poin dan berdiri kokoh di puncak klasemen.
Persaingan sengit justru terjadi di belakang Singo Barong. Julaeha milik Roni Pakansari Bogor bergelang MK tampil konsisten sepanjang penilaian sehingga berhak mengamankan posisi runner-up dengan 80 poin. Sementara Pelangi andalan Darussalam Bandung ring PMB melengkapi podium tiga besar dengan 65 poin. Meski belum mampu menggoyang dominasi Singo Barong, keduanya membuktikan diri sebagai pesaing serius yang patut diperhitungkan pada seri-seri berikutnya.
Kelas Piyik Yunior: New Panorama Kokoh di Puncak, Buldozer dan Gembala Tak Mau Menyerah
Dominasi Bintang Agung BF berlanjut di Kelas Piyik Yunior. New Panorama milik Joni Manik Bandung tampil tenang namun mematikan. Burung muda ini memperlihatkan kualitas yang matang sehingga mampu mempertahankan keunggulan hingga akhir lomba dan menutup penampilan dengan 100 poin.
Posisi kedua diraih Buldozer milik Teddy CIE Bandung bergelang KNC yang terus memberikan tekanan kepada sang juara. Walau harus puas dengan 80 poin, performanya menunjukkan bahwa Buldozer tinggal menunggu waktu untuk naik ke podium tertinggi. Sementara Gembala milik Henry Manila Bandung ring HIN berhasil mengamankan posisi ketiga dengan 65 poin setelah tampil cukup stabil sepanjang jalannya penilaian.
Kelas Piyik Hanging: Melodi Tutup Lomba dengan Comeback Spektakuler
Kelas Piyik Hanging menyajikan drama paling menarik sepanjang gelaran. Biwi Amor milik Joni Manik Bandung sempat memimpin jalannya lomba pada babak awal sehingga banyak yang memprediksi gelar juara akan menjadi miliknya.
Namun, kejutan terjadi di babak penentuan. Melodi, amunisi anyar milik H. Nono Ganesha Majalengka bergelang Melodia, tampil semakin sempurna hingga berhasil membalikkan keadaan. Dengan performa impresif pada sesi akhir, Melodi sukses mengunci gelar juara pertama dengan 100 poin.
Biwi Amor akhirnya harus puas sebagai runner-up dengan 80 poin, sedangkan Brajamusti milik Darussalam Bandung ring Satelit melengkapi podium tiga besar dengan 65 poin. Hasil ini semakin menegaskan bahwa persaingan di kelas Hanging menjadi salah satu yang paling ketat dan paling menghibur pada seri perdana Liga Baringga 2026.
“Pembukaan Liga Baringga memang sempat tertunda beberapa kali karena jadwal kami dibuat fleksibel untuk menyesuaikan agenda lomba di daerah lain. Alhamdulillah, akhirnya seri perdana bisa terselenggara dengan lancar. Terima kasih kepada seluruh Kungmania yang tetap sabar menunggu dan memberikan dukungan penuh,” ujar Mr. Hendra.
Keputusan untuk menyesuaikan jadwal tersebut terbukti tepat. Antusiasme peserta tetap tinggi sehingga seri perdana berlangsung meriah dengan persaingan yang sejak awal sudah terasa panas.
Meski baru seri pembuka, atmosfernya sudah seperti babak final. Setiap sudut gantangan dipenuhi diskusi, hitung-hitungan poin, hingga saling lempar candaan khas Kungmania. Namun, ketika penilaian dimulai, semua langsung serius. Tak ada yang ingin kehilangan satu poin pun.
Liga Baringga kembali mempertandingkan tiga kelas, yakni Piyik Bebas, Piyik Yunior, dan Piyik Hanging. Mayoritas peserta merupakan burung-burung debutan yang sedang dipersiapkan menuju event besar seperti LPJB Sindang Kasih Cup Majalengka maupun Liga Perkutut Indonesia.

Singo Barong Mengaum, Rival Hanya Bisa Melihat Ekor
Di kelas Piyik Bebas, Singo Barong milik Hendry WAT Tasikmalaya bergelang Bintang Agung tampil luar biasa. Dikawal Opik TSL Cimahi, Singo Barong langsung tancap gas sejak babak pertama dan tak pernah kehilangan ritme hingga mengumpulkan nilai sempurna 100 poin.
Posisi kedua ditempati Julaeha milik Roni Pakansari Bogor (80 poin), sedangkan Pelangi andalan Darussalam Bandung mengamankan posisi ketiga dengan 65 poin.
Sementara itu, Mountblank milik Dede Prima Rasa Bandung finis di urutan keempat. Belum naik podium, tetapi performanya cukup memberi sinyal bahwa tim Prima Rasa mulai ikut mengacak-acak persaingan papan atas.
New Panorama Buktikan Bintang Agung Belum Kehabisan Peluru
Dominasi Bintang Agung BF berlanjut di kelas Piyik Yunior melalui New Panorama milik Joni Manik Bandung.
Meski terus dibayangi Buldozer milik Teddy CIE dan Gembala milik Henry Manila, New Panorama tetap tampil stabil hingga akhirnya memastikan gelar juara dengan koleksi 100 poin.
Di kelas ini pula, Dior milik Dede Prima Rasa mulai menunjukkan potensinya dengan finis di posisi kelima. Hasil yang menjadi modal berharga menghadapi seri-seri berikutnya.
Dua gelar dari Singo Barong dan New Panorama memastikan Bintang Agung BF menjadi kandang paling bersinar pada seri pembuka Liga Baringga.
Melodi Menang Dramatis
Persaingan paling seru terjadi di kelas Piyik Hanging.
Pada awal penilaian, Biwi Amor milik Joni Manik sempat memimpin jalannya lomba. Namun, menjelang akhir, Melodi milik H. Nono Ganesha Majalengka tampil semakin meyakinkan dan sukses melakukan comeback yang membuat penonton berdecak kagum.
Melodi akhirnya keluar sebagai juara pertama dengan 100 poin, disusul Biwi Amor di posisi kedua dan Brajamusti milik Darussalam Bandung di posisi ketiga.
Baru Pembuka, Persaingan Sudah Membara
Hasil seri pertama menunjukkan bahwa peta persaingan musim ini akan jauh lebih menarik. Nama-nama besar seperti Bintang Agung, Panorama, Melodia, hingga Prima Rasa mulai saling unjuk kekuatan. Di sisi lain, sejumlah debutan juga tampil mengejutkan dan berpotensi menjadi kuda hitam pada seri-seri berikutnya.
Kalau seri pembuka saja sudah menyajikan persaingan seketat ini, bukan tidak mungkin setiap seri Liga Baringga musim 2026 akan menghadirkan kejutan baru. Satu hal yang pasti: perburuan poin baru saja dimulai, dan perang sesungguhnya masih panjang.




