IBF Salatiga DOMINAN, Logos Copot Taring Tuan Rumah!

IBF Salatiga melalui Logos sukses mematahkan dominasi PLH BF di LP Jasela Seri 4 Cilacap. Simak hasil lengkap Piyik Bebas, Junior, Hanging, dan persaingan poin menuju Grand Prize Rp25 juta.

ibf Salatiga dominasi kejuaraan Liga Jasela Seri 4 – Minggu (2/8/2026), lapangan Perkutut Pengda Cilacap kembali menjadi pusat perhatian para kung mania. Liga Perkutut Jateng Selatan (LP Jasela) Seri ke-4 DIM LAW Cup berlangsung meriah dengan menghadirkan persaingan sengit di tiga kelas, yakni Piyik Bebas, Piyik Junior, dan Piyik Hanging.

Didukung BMS Bird Farm dan DIMLAW Office, liga ini semakin menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu kompetisi paling bergengsi di wilayah Jateng Selatan. Meski jumlah peserta sedikit berkurang dibanding seri sebelumnya, kualitas burung yang tampil justru meningkat sehingga penjurian berlangsung semakin ketat.

Di pinggir lapangan, suasana tetap hangat. Ada yang serius mengamati gantangan, ada yang sibuk menghitung poin klasemen, hingga terdengar candaan khas kung mania.

“Di rumah nyanyinya satu album penuh, begitu masuk lapangan kok malah cuma kasih intro.”

Candaan sederhana yang menggambarkan betapa sulitnya memprediksi performa burung ketika memasuki arena konkurs.

Mas Kawit: Peserta Berkurang karena Musim Kerja Bakti 17 Agustus

Panitia sekaligus TikToker kung mania, Mas Kawit, menjelaskan bahwa jumlah peserta memang tidak seramai seri-seri sebelumnya. Namun, target panitia tetap tercapai.

“Pesertanya memang sedikit berkurang, tetapi masih sesuai DENGAN target. Yang membanggakan, kualitas burung justru meningkat dan persaingan di setiap kelas berlangsung sangat ketat,” ujarnya.

Menurut Mas Kawit, kondisi tersebut dipengaruhi oleh mulai padatnya aktivitas masyarakat menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Sudah masuk musim kerja bakti. Banyak bapak-bapak harus tinggal di kampung buat mengecat gapura, memasang umbul-umbul, sampai mempercantik lingkungan. Burungnya mungkin sudah siap lomba, tapi pemiliknya masih pegang kuas cat,” katanya sambil tertawa.

Wahyu PLH BF: LP Jasela Dibangun untuk Meramaikan Kung Mania Jateng Selatan

Ketua panitia sekaligus tuan rumah, Wahyu, PLH BF, menegaskan bahwa sejak awal LP Jasela memang dibentuk untuk menjadi rumah bersama para penghobi perkutut di wilayah selatan Jawa Tengah.

“Konsep LP Jasela memang sejak awal kami buat untuk meramaikan kung mania di Jateng Selatan. Mulai dari Kebumen sampai Cilacap kami ingin ada liga yang menjadi wadah silaturahmi, kompetisi yang sehat, sekaligus tempat mengukur kualitas burung secara berkelanjutan,” ujar Wahyu.

Menurutnya, keberhasilan sebuah liga tidak hanya diukur dari banyaknya peserta, tetapi juga dari semakin eratnya persaudaraan antarpenghobi dan meningkatnya kualitas burung hasil breeding daerah.

Perburuan Poin Liga Semakin Ketat

LP Jasela bukan lagi sekadar lomba mingguan. Setiap seri menjadi ajang perebutan poin klasemen menuju Grand Prize senilai Rp25 juta.

Persaingan di Piyik Bebas, Piyik Junior, dan Piyik Hanging berlangsung sangat rapat. Selisih poin yang tipis membuat satu koncer mampu mengubah peta klasemen secara drastis.

Seorang peserta bahkan berseloroh,

“Sekarang yang kerja bukan cuma burungnya, kalkulator juga ikut lembur menghitung poin.”

Suasana itu menggambarkan betapa berharganya setiap poin dalam perjalanan menuju akhir liga.

IBF Salatiga Datang, Logos Copot “Taring” Tuan Rumah

Inilah cerita terbesar yang lahir dari LP Jasela Seri ke-4.

Selama beberapa konkurs terakhir di Cilacap, burung-burung PLH BF dikenal sebagai penguasa kandang. Bermain di rumah sendiri membuat banyak penghobi menjagokan skuad tuan rumah kembali mendominasi podium.

Namun, prediksi tersebut berubah total ketika Dr. Mahmud bersama IBF Salatiga datang membawa amunisi terbaiknya.

Melalui Logos ring M.K., IBF tampil luar biasa. Burung muda itu memperlihatkan performa stabil, irama yang rapi, serta mental bertanding yang matang hingga akhirnya mengunci gelar Juara 1 Piyik Bebas.

Jika diibaratkan sebagai sebuah pertarungan, maka Logos seolah mencabut gigi taring para jawara tuan rumah. Burung-burung PLH BF yang selama ini identik dengan dominasi di arena Cilacap dipaksa mengakui keunggulan tamu dari Salatiga.

Meski Samurai milik PLH BF terus memberikan tekanan dan akhirnya finis di posisi kedua, mahkota juara kali ini harus dibawa pulang ke Salatiga.

Dominasi IBF semakin terasa karena selain Logos menjadi juara pertama, Galileo juga finis di posisi ketujuh, sedangkan Columbus berada di peringkat kedelapan.

Tiga burung menembus sepuluh besar menjadi bukti bahwa kualitas breeding IBF Salatiga sedang berada dalam performa terbaiknya.

Piyik Bebas: Logos, Samurai, dan Pandu Jadi Raja Arena

Persaingan Piyik Bebas benar-benar menjadi sajian utama LP Jasela Seri ke-4.

Logos milik Dr. Mahmud/IBF Salatiga tampil sebagai juara pertama setelah memperlihatkan kestabilan suara yang sulit ditandingi.

Posisi kedua ditempati Samurai milik PLH BF Cilacap yang memberikan perlawanan sengit hingga akhir penilaian.

Sementara Pandu milik Tim DH Wonosobo tampil konsisten untuk mengamankan podium ketiga.

Piyik Junior: Dragon Star Bersinar, PLH BF Borong Podium

Pada kelas Piyik Junior, giliran Dragon Star ring SPA milik Sie Pengan Banyumas yang mencuri perhatian dan sukses merebut gelar juara.

Meski gagal meraih podium tertinggi, PLH BF menunjukkan kekuatan breeding-nya dengan menempatkan Bintang Mas di posisi kedua dan Purnama di posisi ketiga.

Hasil tersebut menjadi bukti bahwa kualitas burung muda milik PLH BF tetap menjadi salah satu yang terbaik di wilayah Jateng Selatan.

Piyik Hanging: Mustika Selamatkan Harga Diri Tuan Rumah

Setelah “terpukul” di Piyik Bebas, kubu PLH BF akhirnya mampu membalas lewat Mustika yang tampil impresif dan merebut gelar juara Piyik Hanging.

Runner-up ditempati Singa Yasa milik H. Supriyadi Kebumen, sedangkan Cakra Muda milik Tri/Hardi Cilacap melengkapi podium ketiga.

Kemenangan Mustika menjadi obat pelipur bagi tuan rumah sekaligus membuktikan bahwa PLH BF tetap memiliki stok burung berkualitas yang siap bersaing di level tertinggi.

Doorprize Meriah, Grand Prize Rp25 Juta Semakin Menggoda

Selain persaingan yang memanas, LP Jasela juga memanjakan peserta dengan berbagai doorprize menarik, mulai dari dispenser, alat elektronik, mug eksklusif dari BMS Bird Farm, seekor burung dari PLH BF, paket sembako, hingga hadiah hiburan lainnya.

Sementara hadiah paling bergengsi tetap menjadi Grand Prize Rp25 juta yang akan diperebutkan berdasarkan akumulasi poin klasemen liga.

LP Jasela Semakin Layak Menjadi Liga Kebanggaan Jateng Selatan

LP Jasela Seri ke-4 kembali membuktikan bahwa kompetisi ini bukan hanya menjadi tempat mencari juara, tetapi juga panggung lahirnya rivalitas sehat, silaturahmi, dan pembuktian kualitas breeding dari berbagai daerah.

Keberhasilan IBF Salatiga merebut tahta Piyik Bebas melalui Logos, dominasi PLH BF di Piyik Hanging serta keberhasilannya memborong podium Piyik Junior menunjukkan bahwa persaingan kini semakin merata. Tidak ada lagi jagoan yang bisa merasa aman.

Perburuan poin menuju Grand Prize Rp25 juta pun semakin menegangkan. Selisih klasemen makin rapat, setiap koncer menjadi penentu, dan setiap seri menghadirkan kejutan baru.

Satu hal yang pasti, LP Jasela kini telah menjelma menjadi salah satu liga paling bergengsi di Jateng Selatan. Dan di Seri ke-4 ini, sejarah mencatat satu cerita menarik: Logos dari IBF Salatiga datang ke Cilacap, mengguncang kandang lawan, dan secara kiasan “mencabut taring” dominasi tuan rumah di kelas Piyik Bebas. Kini publik kung mania menunggu, mampukah tuan rumah membalas pada seri berikutnya, atau justru IBF kembali memperlebar dominasinya? nantikan info lainya di www.goldenvoicenews.comdan pastikan paan burungnya www.goldenvoicenews.com data: nova, mas kawit, medsos

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news