Liga Perkutut Kalsel 7 : Semangat Kung Mania Tetap Membumbung Tinggi, Mengimbangi Asap diLangit borneo.

Liga Perkutut Kalsel 7 bersama Pengda Banjarbaru dan Tanah Bumbu tetap berlangsung di tengah kondisi langit Pulau Borneo yang sedang menghadapi persoalan asap. Agenda lomba digelar pada Minggu, 23 Agustus 2026, di Lapangan Perkutut Batu Gunung Mulia, Banjarbaru.

Langit di atas Pulau Borneo dalam beberapa waktu terakhir tidak sepenuhnya bersahabat. Kepulan asap akibat bencana kebakaran dan kabut asap menjadi persoalan yang cukup mengganggu berbagai aktivitas masyarakat. Dampaknya juga dirasakan oleh komunitas penghobi perkutut atau kung mania.

Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggaraan lomba perkutut. Apalagi, pertandingan digelar di ruang terbuka dan mempertemukan kung mania dari berbagai daerah.

Meski demikian, kondisi asap di sekitar lokasi lomba tidak terlalu pekat sehingga agenda Liga Perkutut Kalsel 7 tetap dapat dilaksanakan. Para peserta tetap berdatangan membawa jagoan masing-masing dan persaingan empat kelas pun berlangsung.

Ketua Pengwil Kalsel sekaligus sesepuh kung mania Kalimantan Selatan, Bapak Winardi, membenarkan bahwa kondisi asap memang memberikan dampak terhadap aktivitas kung mania.

Namun, di sisi lain, semangat para penghobi ternyata jauh lebih besar.

Semangat kung mania seolah mampu mengalahkan kepulan asap yang membumbung tinggi di langit Borneo. Lomba tetap berjalan, peserta tetap bersemangat, dan suara perkutut tetap menjadi bagian utama dari suasana pertandingan.

Bagi kung mania Kalsel, kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Kecintaan terhadap perkutut bukan hanya soal mengejar juara, tetapi juga menjaga silaturahmi, kebersamaan, dan keberlangsungan kegiatan perkutut di daerah.

Dari kondisi inilah terlihat bahwa semangat kung mania Kalsel mampu membumbung lebih tinggi daripada asap yang menyelimuti langit Borneo.

Panglima Kumbang Tak Terbendung di Dewasa Senior

Persaingan paling bergengsi tersaji di kelas Dewasa Senior. Gelar juara berhasil diamankan Panglima Kumbang, nomor gantangan 74, milik H. Rihan BGM dari Binuang, ring Atlas.

Panglima Kumbang tampil sebagai jawara dan menjadi nama yang paling menonjol di kelas utama. Posisi kedua ditempati Bocah Ajaib nomor 802 milik Mahdi dari Banjarmasin, ring Win’s.

Sementara itu, Raja Tumpang nomor 71 milik Amat dari Gambut, ring Win’s, berada di posisi ketiga.

Posisi keempat ditempati Lesmana nomor 51 milik Umar Team dari Binuang, ring Rizky. Mentari nomor 49 milik H. Cacan dari Barabai, ring Alifa, berada di posisi kelima.

Berikutnya ada Rindu nomor 60 milik Erwan Ruslim dari Banjarmasin, ring Win’s, di posisi keenam. Santuy, juga milik Erwan Ruslim, menempati posisi ketujuh.

Mutiara Gambut nomor 77 milik H. Apul dari Gambut berada di posisi kedelapan. Sally nomor 61 milik Erwan Ruslim menempati posisi kesembilan, sedangkan Pitung nomor 62 milik H.M. Haris dari Batu Licin melengkapi 10 besar.

Dewasa Yunior: Pesona Memimpin Persaingan

Di kelas Dewasa Yunior, gelar juara menjadi milik Pesona nomor 18. Jagoan milik Erwan Siregar dari Banjarbaru, ring Sumo, tersebut berhasil menempati posisi teratas.

Garuda Hitam nomor 11 milik M. Samin dari Banjarmasin, ring Arjuna, berada di posisi kedua. Sementara Forester nomor 1 milik Bambang Baskoro dari Banjarbaru, ring Bahtera, menempati posisi ketiga.

Posisi keempat ditempati Pratama nomor 15 milik H. Sahir dari Banjarmasin, ring Delima. Mental Baja nomor 27, juga milik H. Sahir, berada di posisi kelima.

Lesti nomor 21 milik Fahrul dari Banjarmasin menempati posisi keenam. Kemudian Lara Sati nomor 26 milik Indra dari Banjarbaru berada di posisi ketujuh.

Posisi kedelapan ditempati Sapu Angin nomor 10 milik H. Asiman dari Banjarmasin. Kusala nomor 8 milik Henny Sutanto berada di posisi kesembilan, sedangkan Golden Star nomor 14 milik H. Rihan BGM BF dari Binuang melengkapi 10 besar.

Garda Menjadi Jawara Piyek Bebas

Persaingan kelas Piyek Bebas juga berlangsung menarik. Garda nomor 135 milik H. Ucok Lubis dari Banjarmasin, ring Lubis, berhasil merebut posisi pertama.

Posisi kedua ditempati Titisan Pandu nomor 142 milik Japar dari Rantau, ring Amoba. Lang Lang Buana nomor 149 milik Amat dari Kandangan, ring Aqesta, berada di posisi ketiga.

Sapu Jagat Jr. nomor 164 milik Rizky BF dari Banjarmasin menempati posisi keempat. Lembayung nomor 147 milik Japar dari Rantau berada di posisi kelima.

Selanjutnya ada Kerisna nomor 123 milik H.M. Haris dari Batu Licin di posisi keenam. Fortuna nomor 126 milik Endy DB dari Banjarmasin berada di posisi ketujuh.

Aura nomor 148 milik H. Daryono dari Banjarmasin menempati posisi kedelapan. Guntur nomor 128 milik H.M. Haris berada di posisi kesembilan, sedangkan Perintis nomor 124 milik Didi dari Kandangan melengkapi 10 besar.

Play Star Kuasai Piyek Hanging

Kelas Piyek Hanging akhirnya menjadi milik Play Star nomor 60. Jagoan milik Munasib dari Banjarmasin, ring JF, berhasil menjadi yang terbaik.

Posisi kedua ditempati Arjuna nomor 77 milik H.M. Haris dari Batu Licin, ring Bahtera. Bintang Bahari nomor 58 milik Rig BF dari Banjarmasin, ring Rig, berada di posisi ketiga.

Sow Bean Soyob nomor 70 milik Wijaya Adi dari Martapura, ring Jepri, menempati posisi keempat. Bintang Bahtera nomor 53 milik Bambang Baskoro dari Banjarbaru berada di posisi kelima.

Posisi keenam ditempati Haji nomor 68 milik Didi dari Kandangan. Borneo Asri nomor 71 milik H. Rihan BGM BF dari Binuang berada di posisi ketujuh.

Jaguar nomor 55 milik M. Ridho dari Banjarbaru menempati posisi kedelapan. Ferrari nomor 46 milik H. Rihan BGM BF berada di posisi kesembilan, sedangkan Karpet Terbang nomor 62 milik Wijaya Adi dari Martapura melengkapi 10 besar.

Empat Jawara di Tengah Tantangan Asap

Liga Perkutut Kalsel #7 akhirnya melahirkan empat jawara dari empat kelas berbeda. Panglima Kumbang berjaya di Dewasa Senior, Pesona menjadi juara Dewasa Yunior, Garda menguasai Piyek Bebas, dan Play Star tampil sebagai jawara Piyek Hanging.

Hasil lomba juga memperlihatkan persaingan yang datang dari berbagai daerah, mulai dari Banjarbaru, Banjarmasin, Binuang, Gambut, Rantau, Kandangan, Batu Licin, Barabai hingga Martapura.

Di tengah kondisi langit Borneo yang masih dipengaruhi asap, gelaran ini memberikan gambaran bahwa roda kegiatan kung mania tetap bergerak. Tantangan lingkungan tidak memadamkan antusiasme peserta untuk hadir dan menguji kualitas jagoannya.

Asap boleh membumbung tinggi, tetapi semangat kung mania Kalsel ternyata lebih tinggi lagi.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news