Liga Perkutut Lombok Seri 5: Walikota Mataram Cup Meriah, Carpenter BF & BLT bf Kuasai Podium.

Liga Perkutut Lombok Seri 5 berlangsung meriah di Lombok, Minggu, 23 Agustus 2026. Mengusung tajuk Wali Kota Mataram Cup, gelaran ini menjadi salah satu putaran penting Liga Perkutut Lombok sekaligus ajang berkumpulnya Kung Mania dari berbagai daerah.

Penyelenggaraan yang digelar Pengda Mataram mendapat dukungan dari Pengwil serta sejumlah tokoh Kung Mania Lombok. Dukungan tersebut membuat atmosfer lomba terasa semakin kuat, terlebih lokasi pertandingan memiliki lapangan yang dinilai sangat bagus dan mendukung jalannya penjurian.

Sejumlah tokoh dan pelaku perkutut turut memberikan dukungan, di antaranya Mr. Cokro Hindoyo dari Carpenter BF, Samuel BLT, Hendry Hollywood, serta sponsor dan pendukung lainnya.

Tidak hanya mengandalkan persaingan di atas gantangan, acara juga diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung. Ada lelang, doorprize burung, serta pembagian pakan dari Pakan Perkutut Golden Voice Semarang untuk peserta.

Lomba juga dihadiri oleh pejabat setempat sehingga semakin menambah semarak gelaran. Perpaduan antara kompetisi, silaturahmi, hiburan, dan dukungan berbagai pihak membuat Wali Kota Mataram Cup terasa sebagai pesta Kung Mania Lombok.

Carpenter BF Berjaya di Dewasa Senior

Persaingan kelas liga perkutut lombok seri 5 kelas Dewasa Senior menghasilkan Haramain sebagai juara pertama. Burung milik Carpenter BF, Banyumulek, tersebut berhasil menempati posisi teratas dan menjadi salah satu bintang utama Wali Kota Mataram Cup.

Kemenangan Haramain menjadi semakin menarik karena Carpenter BF merupakan salah satu nama yang memberikan dukungan terhadap perkembangan kegiatan perkutut di Lombok.

Di posisi kedua terdapat Big Boy milik Made BDB dari Sweta dengan ring BDB. Big Boy mampu mengamankan posisi runner-up di tengah persaingan kelas senior yang diikuti oleh para pemain lokal.

Sementara itu, Seketer milik Rudini dari Praya berhasil mengisi podium ketiga dengan ring Faqih.

Podium keempat ditempati Savana milik Edo Saputra dari Durian Janapria dengan ring Wikarya. Posisi kelima menjadi milik Jamrut, amunisi Bijaduara dari Lingsar, ring BZR.

Hasil 15 besar Dewasa Senior:

  1. Haramain — Carpenter BF — Banyumulek — PA
  2. Big Boy — Made BDB — Sweta — BDB
  3. Seketer — Rudini — Praya — Faqih
  4. Savana — Edo Saputra — Durian Janapria — Wikarya
  5. Jamrut — Bijaduara — Lingsar — BZR
  6. Tsar Bomba — Samuel BLT — Mataram — DLK
  7. Traktor — Rajial Huda — Pekendem Keruak — Bani
  8. Dena — Dwipa BF — Praya — ALF
  9. Baleq — Hollywood — Praya — WAT
  10. Bulan LPI — Boss Muda 2 Ber 1 — Sampang — CRN 119
  11. Raja Bako — Carpenter BF — Banyumulek Lobar — HML
  12. Beler — Hollywood — Praya — Hollywood
  13. Tasya — Samuel BLT — Mataram — Carpenter
  14. Presiden — Rohi — Bali — Carpenter
  15. Mahjong — Boss Muda 2 Ber 1 — Sampang Madura — Sinar Agung

Tsar Bomba dan Tasya Bawa Nama Samuel BLT

Nama Samuel BLT juga muncul cukup kuat di kelas Dewasa Senior. Dua amunisinya, Tsar Bomba dan Tasya, berhasil masuk daftar 15 besar.

Tsar Bomba bahkan mampu menembus posisi keenam. Sementara Tasya berada di posisi ke-13.

Hasil tersebut menunjukkan persaingan yang cukup merata. Selain jawara podium, sejumlah amunisi dari pemain dan bird farm yang dikenal di Lombok juga mampu bertahan di jajaran atas.

Dewasa Yunior: Kramat Tampil Terdepan

Beranjak ke kelas Dewasa Yunior, giliran Kramat milik Samuel BLT dari Mataram yang tampil sebagai juara pertama.

Kramat menempati posisi teratas dengan ring Arrowhead. Kemenangan ini menjadi tambahan cerita menarik bagi Samuel BLT setelah sebelumnya Tsar Bomba juga masuk enam besar di kelas Dewasa Senior.

Posisi kedua ditempati Satrio milik Yuli dari Cakra dengan ring CRN.

Tempat ketiga menjadi milik Panglima, amunisi Roy dari Rensing dengan ring Datu.

Sementara Syahdu milik Saepul Jaler dari Praya menempati posisi keempat. Di posisi kelima ada BDC milik L. Jayadi dari Darmasji dengan ring BLT.

Hasil 15 besar Dewasa Yunior:

  1. Kramat — Samuel BLT — Mataram — Arrowhead
  2. Satrio — Yuli — Cakra — CRN
  3. Panglima — Roy — Rensing — Datu
  4. Syahdu — Saepul Jaler — Praya — ION Jr 249
  5. BDC — L. Jayadi — Darmasji — BLT
  6. Tersayang — Rosi — Mataram — Kanjeng Romo 040
  7. Bintang Timur — L. Aryo — Kopang — Makmur 88 17
  8. Bego — Rafiul Huda — Keruak — Bani 785
  9. Rabat — Umam — Praya — Benefit
  10. Super Sonic — Samuel BLT — Mataram — HDL
  11. Bintang — Made BDB — Sweta — Palem
  12. Centong — Aziz — Praya — Galih
  13. Kultivator — Saepul Jaler — Praya — ION Jr
  14. Napsu — Dedy/Batur BF — Praya — CRN
  15. Trotoar — Hartono — Mataram — SCS 369

Kramat Jadi Jawara, Samuel BLT Makin Bersinar

Kemenangan Kramat menjadi salah satu sorotan utama di kelas Dewasa Yunior.

Samuel BLT tidak hanya menempatkan satu burung. Super Sonic juga masuk posisi ke-10. Dengan demikian, Samuel BLT mencatat dua nama dalam 15 besar Dewasa Yunior sekaligus membawa Kramat sebagai jawara.

Piyik/Hanging: Gopi Cito Menjadi Bintang

Kelas Piyik/Hanging menghadirkan persaingan tersendiri. Juara pertama akhirnya menjadi milik Gopi Cito, amunisi W. Kopi/L.S dari Pejeruk, Ampenan dengan ring 69.

Gopi Cito berhasil menjadi jawara kelas piyik/hanging dan membawa nama pemiliknya menjadi salah satu pusat perhatian pada gelaran Wali Kota Mataram Cup.

Posisi kedua ditempati Rinjani, milik Carpenter BF dari Banyumulek dengan ring Carpenter.

Artinya, Carpenter BF kembali ke podium setelah Haramain menjadi juara Dewasa Senior. Rinjani membuat dominasi Carpenter BF semakin terasa dalam hasil lomba kali ini.

Podium ketiga menjadi milik Steelix milik Gemeli dari Lobar dengan ring 99.

Posisi keempat ditempati Boomer milik Rijal Dasta dari Gerung dengan ring Dmazif. Sementara Asoka milik Aziz dari Praya Tengah menempati posisi kelima dengan ring Lambada.

Hasil kelas Piyik/Hanging:

  1. Gopi Cito — W. Kopi/L.S — Pejeruk, Ampenan — 69
  2. Rinjani — Carpenter BF — Banyumulek — Carpenter
  3. Steelix — Gemeli — Lobar — 99
  4. Boomer — Rijal Dasta — Gerung — Dmazif
  5. Asoka — Aziz — Praya Tengah — Lambada
  6. Suara Hati — Khairul Ansari — Gerung — Pasaka 86
  7. Revolusi — Carpenter — Banyumulek — Carpenter
  8. Melodi — L. Zulpan — Lobar — Pasaka 78
  9. Melodi — H. Satarudin — Beremi Lobar — Galih 235
  10. Salut — Alif — Praya — 6
  11. Senter — Mq. Udin — Praya — Idola
  12. W. Kopi — Wiwit Kopi — Ampenan
  13. Fatih
  14. Fatih — Khairul Ansari — Gerung — Dmazif 10

Carpenter BF Jadi Salah Satu Nama Paling Menonjol

Jika melihat keseluruhan hasil, Carpenter BF menjadi salah satu nama yang paling mencuri perhatian.

Di kelas Dewasa Senior, Haramain berhasil menjadi juara pertama. Di kelas Piyek/Hanging, Rinjani mengamankan podium kedua. Carpenter juga masih memiliki Raja Bako yang menempati posisi ke-11 Dewasa Senior serta Revolusi yang berada di posisi ketujuh Piyik/Hanging.

Hasil tersebut memperlihatkan kedalaman amunisi Carpenter BF dalam beberapa kelas.

Sementara Samuel BLT juga tampil konsisten. Tsar Bomba berada di posisi keenam Dewasa Senior, Tasya ke-13, Kramat menjadi juara Dewasa Yunior, dan Super Sonic masuk posisi ke-10.

Nama Hollywood juga tidak absen dari persaingan. Baleq berada di posisi kesembilan Dewasa Senior, sedangkan Beler menempati posisi ke-12.

Bukan Sekadar Lomba, tetapi Pesta Kung Mania Lombok

Walikota Mataram Cup bukan hanya soal siapa yang mendapatkan nomor satu.

Di balik persaingan di atas gantangan, acara ini juga menjadi ruang bertemunya para penghobi, peternak, pemain, tokoh perkutut, sponsor, dan masyarakat.

Dukungan dari Pengwil, Pengda Mataram, serta tokoh-tokoh Kung Mania Lombok seperti Mr. Cokro Hindoyo, Carpenter BF, Samuel BLT, Hendry Hollywood dan para sponsor lainnya ikut memperkuat penyelenggaraan.

Kehadiran pejabat setempat juga memberikan warna tersendiri. Ditambah kondisi lapangan yang luar biasa bagus, suasana lomba semakin nyaman dan menarik.

Rangkaian acara juga dibuat lebih meriah dengan lelang dan doorprize burung. Peserta tidak hanya datang untuk mengejar prestasi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk membawa pulang kejutan dari kegiatan pendukung tersebut.

Yang tidak kalah menarik adalah pembagian pakan dari Pakan Perkutut Golden Voice Semarang. Kehadiran dukungan tersebut menjadi bagian dari semarak gelaran sekaligus bentuk perhatian terhadap para penghobi yang terus menjaga eksistensi dunia perkutut.

Bagian dari Perjalanan Liga Perkutut Lombok

Sebagai bagian dari Liga Perkutut Lombok seri 5, Wali Kota Mataram Cup memiliki arti penting bagi perjalanan kompetisi di wilayah tersebut.

Setiap putaran bukan hanya menjadi kesempatan untuk mengejar podium, tetapi juga menjadi momentum untuk mengumpulkan poin, menguji kualitas amunisi, serta menjaga persaingan tetap hidup dari satu seri ke seri berikutnya.

Karena itu, setiap hasil di Wali Kota Mataram Cup menjadi catatan tersendiri bagi para pemain yang sedang membangun konsistensi di Liga Perkutut Lombok.

Lapangan Bagus, Persaingan Panas, Silaturahmi Tetap Nomor Satu

Walikota Mataram Cup akhirnya menjadi gambaran bagaimana sebuah lomba perkutut dapat dikemas bukan sekadar sebagai pertandingan.

Ada persaingan, ada prestasi, ada lelang, ada doorprize, ada dukungan pakan, ada kehadiran pejabat, dan yang paling penting, ada silaturahmi.

Di atas gantangan, semua tentu ingin menjadi nomor satu. Namun, setelah burung diturunkan, semangat persaudaraan tetap menjadi bagian terpenting.

Liga Perkutut Lombok Seri 5 selesai, tetapi persaingan belum berakhir. Para jawara kembali ke kandang masing-masing membawa catatan hasil lomba, sementara Kung Mania Lombok kembali menyiapkan amunisi untuk putaran berikutnya.

Dan satu pesan yang terasa kuat dari Mataram hari ini: kalau lapangannya bagus, dukungannya kuat, hadiahnya menarik, dan Kung Mania kompak, suara perkutut bukan hanya terdengar di gantangan—tetapi juga menggema sampai ke seluruh penjuru Lombok.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news