LIGA PANTURA SERI 5 ” LINDALIKA Cup Meledak, Pizaro Akhirnya Tunjukkan Taji di Liga Pantura Seri 5

Liga Pantura Seri 5 di Batang, Minggu, 23 Agustus 2026, berlangsung dengan persaingan yang sengit. Mengusung LINDALIKA  Cup, seri kelima ini menjadi panggung promosi ring baru LINDALIKA  BF milik Mbah Dul sekaligus perebutan posisi penting menuju klasemen akhir Liga Pantura.

Persaingan semakin menarik karena tersedia hadiah sepeda listrik bagi penghuni klasemen akhir 10 besar. Kondisi itu membuat setiap poin menjadi sangat berharga dan para peserta tidak bisa sekadar datang untuk menggantung burung.

Seri kelima juga menjadi momen spesial bagi Atlas BF. Jagoan yang selama ini cukup lama menjadi kontestan di kelas Piyek Junior akhirnya menunjukkan ujung prestasinya di kelas Piyek Bebas.

Pizaro Akhirnya Keluar Ujung

Nama Pizaro milik Henry Atlas dari Semarang menjadi cerita paling menarik di Piyek Bebas.

Pizaro sebelumnya cukup lama tampil sebagai kontestan Piyek Junior karena belum menunjukkan performa yang konsisten. Setelah sempat mengalami masa sulit ketika mengerami dan anaknya mati, Pizaro akhirnya kembali tampil dengan kondisi yang membuat Koh Henry semakin bersemangat.

Hasilnya langsung menggelegar.

Pizaro mencatat 100 poin dan menjadi juara pertama, sekaligus mengalahkan Elvis milik H. Umar dari Majalengka yang sebelumnya menjadi juara bertahan. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Pizaro bukan sekadar burung yang lama menjadi penghuni daftar peserta.

Kali ini, Pizaro benar-benar keluar dari ujung.

Kemenangan tersebut tentu menjadi suntikan semangat besar bagi Koh Henry. Dari burung yang sebelumnya harus menunggu momentum, Pizaro kini justru berdiri di puncak ketika persaingan sedang panas-panasnya.

 

 

Piyek Bebas: Pizaro Menggigit, Elvis Harus Rela Turun

Di belakang Pizaro, Elvis mengamankan posisi kedua dengan 90 poin. Jagoan H. Umar ini harus puas kehilangan posisi teratas, tetapi tetap membawa pulang tambahan poin penting untuk persaingan klasemen.

Posisi ketiga ditempati Rara milik Al-Fatah dari Tegal dengan 80 poin. Rara tampil sebagai salah satu nama yang mampu menjaga persaingan tiga besar tetap ketat.

Prabu milik Titi Alf Semarang berada di posisi keempat dengan 70 poin. Berikutnya ada Aquaman milik Toto Arinda Pemalang dengan 60 poin dan Magnum milik H. Umar Majalengka dengan 50 poin.

Posisi ketujuh ditempati Super Star milik Giarto Semarang dengan 40 poin. Cengho milik Wiwit Brebes mengoleksi 30 poin di posisi kedelapan.

Dua posisi terakhir diisi Yoshi milik Riyanto Pemalang dengan 20 poin dan Citra Bahari milik Wawan Cirebon dengan 10 poin.

Pizaro boleh tersenyum paling lebar. Elvis boleh sedikit menarik napas panjang. Namun, perebutan klasemen belum selesai.

Piyek Junior: Gonzales Masih Jadi Raja

Persaingan Piyek Junior juga tidak kalah menarik. Gonzales milik Agil M dari Cirebon tampil sebagai juara pertama dengan 100 poin.

Posisi kedua menjadi milik Peterpan, milik Wijaya/Mawar Hitam dari Batam, dengan 90 poin. Selisih 10 poin membuat persaingan di papan atas tetap terbuka.

Juwita Bahari milik Wawan Cirebon menempati posisi ketiga dengan 80 poin. Kemudian Rejo milik H. Titoti Pemalang berada di urutan keempat dengan 70 poin.

Posisi kelima dan keenam menjadi milik dua jagoan Tri Lepsong Pemalang. Anjay mengumpulkan 60 poin, sementara Phoenix berada di posisi keenam dengan 50 poin.

Denza milik Henry Atlas Semarang meraih 40 poin di posisi ketujuh. Si Doel milik H. Mulyadi Brebes berada di urutan kedelapan dengan 30 poin.

Sementara itu, Alaska milik H. Dul dari Batang berada di posisi kesembilan dengan 20 poin. Posisi kesepuluh ditempati konglomerat milik Ali OTL Pemalang dengan 10 poin.

Kelas ini membuktikan bahwa regenerasi jagoan tetap berjalan. Nama-nama baru terus bermunculan dan siap menjadi ancaman ketika naik kelas.

Hanging: Barjo Naik ke Puncak

Kalau Piyek Bebas menjadi panggung Pizaro, kelas Hanging menjadi milik Barjo.

Burung milik Pak Haji Umar dari Majalengka tersebut meraih 100 poin dan menjadi juara pertama. Barjo tampil sebagai pemuncak, meninggalkan Boda milik Wijaya dari Batam yang harus puas di posisi kedua dengan 90 poin.

Sabda Alam milik Wiwit Brebes menempati posisi ketiga dengan 80 poin. Posisi keempat ditempati Jelita Bahari milik Wawan Cirebon dengan 70 poin.

Mahameru milik SFI H. Sofi dari Pekalongan mengamankan posisi kelima dengan 60 poin. Kemudian Sinbad milik Tim Mawar Hitam dari Salatiga berada di posisi keenam dengan 50 poin.

Posisi ketujuh ditempati Muezza milik RKN Comal dengan 40 poin. Prodan milik Koh Djang Kendal mengoleksi 30 poin di posisi kedelapan.

Zenix milik Agil Cirebon berada di posisi kesembilan dengan 20 poin. Sementara Jaga Kali milik H. Mulyadi Brebes menutup 10 besar dengan 10 poin.

 

 

 

Landika BF Buka Panggung dengan Cerita Besar

Liga Pantura Seri 5 bukan sekadar pertandingan biasa. Landika Cup menjadi ajang promosi ring baru Landika BF milik Mbah Dul.

Namun, promosi tersebut justru ikut diwarnai drama persaingan yang menarik. Di tengah pertarungan menuju klasemen akhir, Pizaro datang membawa cerita panjang dan langsung menutup lomba dengan kemenangan.

Setelah lama berkutat di Piyek Junior, Pizaro akhirnya menunjukkan bahwa kesabaran bisa menghasilkan kejutan. Sekali keluar ujung, langsung juara satu.

Bagi Koh Henry Atlas, kemenangan ini tentu memiliki arti tersendiri. Semangat untuk terus berlomba semakin besar setelah Pizaro mampu menjawab kepercayaan dengan prestasi.

Terima kasih untuk semua peserta

Panitia Mbah Dul bersama Nova selaku juri menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan penghobi yang hadir serta ikut menyukseskan Liga Pantura Seri 5.

Kehadiran para peserta membuat Landika Cup berjalan dengan persaingan yang hidup. Setiap kelas menghadirkan cerita sendiri, mulai dari kejutan Pizaro, ketatnya Piyek Junior, hingga dominasi Barjo di Hanging.

Liga Pantura Seri 5 akhirnya meninggalkan satu pesan sederhana: persaingan belum selesai selama poin masih bisa dikejar.

Dan setelah Pizaro  meledak di Batang, papan klasemen Liga Pantura tentu semakin panas menuju pertarungan akhir. tetap pantau terus informasi Liga Pantura di web site kung maniadan pastikan pakan pakan perkutut golden voice

 

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news