SOIMAH JAWARA SEJATI gagalkan TIM PUNTO CETAK HATTRICK. DI LPI SERI 6 SINGOSARI CUP

SOIMAH JAWARA SEJATI diHari pertama LPI Seri 6 Singosari Cup di Malang, Sabtu, 8 Agustus 2026.  Kota Malang yang dingin tiba-tiba gerah, panas, tapi bukan karena sinar matahari, melainkan karena tensi persaingan antara tim kung mania yang turun di Liga Perkutut Indonesia Seri 6. Kehadiran jagoan-jagoan terbaik Indonesia ini  langsung menyuguhkan drama yang bikin kung mania sulit duduk tenang. Memang hari pertama ini belum masuk kelas dewasa, senior, dan junior yang baru akan ditandingkan besok Minggu.  Meski hanya mendaftar di kelas piyek, greget lombanya tak kalah dengan kelas dewasa. Ibarat kata, panggung kelas piyek sudah  meledak duluan.

Digelar selama dua hari, 8–9 Agustus 2026, Singosari Cup membuka pertarungan dengan tiga kelas piyek, yakni Piyek Bebas, Piyek Setengah Tiang atau  Junior, serta hanging. Ratusan ekor piyek turun ke arena, membawa satu misi yang sama: menunjukkan siapa calon bintang masa depan yang pantas mulai diperhitungkan.

Namun, dari sekian banyak cerita, ada satu nama yang paling ramai dibicarakan: SOIMAH!

Bukan cuma karena namanya yang bikin senyum-senyum sendiri, tetapi juga karena piyek milik Samuel DL dari Lombok ini sukses melakukan pekerjaan besar—menghentikan laju Papa Dimitri!

PAPA DIMITRI: DUA KALI JUARA, HATTRICK DI DEPAN MATA… EH, MENGUAP!

Sebelum Singosari Cup, nama Papa Dimitri milik Tim Punto sedang berada dalam posisi yang sangat mengerikan.

Dua kali turun di kelas LPI, dua kali pula berhasil mencicipi podium tertinggi.

Artinya, Singosari Cup menjadi kesempatan emas untuk mencetak hattrick kemenangan tiga kali beruntun.

Kalau berhasil, sejarah baru tentu saja tercipta.

Tapi ternyata ada satu masalah kecil yaitu …

Soimah.

Piyek yang namanya terdengar seperti tokoh dagelan  yang siap menghibur satu lapangan itu justru datang membawa agenda serius: menggagalkan pesta hattrick Papa Dimitri!

Dan benar saja.

Soimah tampil sebagai penghenti laju sang juara. Papa Dimitri harus rela turun dari singgasana juara satu.

Kalau boleh dibuat bercanda, mungkin Papa Dimitri sudah menyiapkan pidato kemenangan:

“Hattrick dulu, target berikutnya piala raja”

Namun Soimah menjawab:

“Maaf, Pak. Pidatonya disimpan dulu. Hari ini giliran saya!”

😂

Begitulah dunia konkurs perkutut. Kadang burung sudah dua kali menang, tetapi kemenangan ketiga ternyata harus antre. Dan antreannya bernama Soimah!

SOIMAH BIKIN AMBISI TIM PUNTO TERTUNDA

Kegagalan Papa Dimitri meraih kemenangan ketiga berturut-turut otomatis membuat ambisi Tim Punto untuk mencetak hattrick di pentas LPI harus tertunda. Tak hanya ambisi yang tertunda, namun bonus buat joki yang sudah di depan mata juga menguap karena nyanyian Soimah.

Padahal jika Papa Dimitri kembali menjadi juara satu, bukan hanya Tim Punto yang berpesta. Nama Papa Dimitri juga akan semakin harum sebagai salah satu burung yang mampu mencetak sejarah kemenangan beruntun di ajang LPI.

Namun, hasil lomba tetap harus diterima dengan kepala tegak.

Meski kehilangan kesempatan hat-trick, prestasi Papa Dimitri tetap layak mendapat apresiasi. Apalagi, kabarnya target besar tim sebenarnya bukan hanya Singosari Cup.

Piala Raja bulan depan sudah menunggu.

Jadi, kalau hari ini Papa Dimitri kehilangan mahkota, bukan berarti perang selesai.

Bisa jadi ini cuma istirahat sebentar sebelum perang yang lebih besar.

SOIMAH MEMBUKA PESTA, PRIMARASA MENGANCAM! LIMA BESAR LPI SINGOSARI CUP HARI PERTAMA

MALANG — Hari pertama LPI Seri 6 Singosari Cup 2026 benar-benar tidak mau berjalan biasa-biasa saja. Sabtu, 8 Agustus 2026, arena Armed 2 Malang langsung menyajikan pertarungan sengit kelas piyek dengan tiga kelas yang dimainkan: Piyek Bebas, Piyek Junior, dan Piyek Hanging.

Ratusan piyek calon bintang masa depan turun ke arena. Ada yang datang membawa nama besar, ada yang membawa ambisi, dan ada pula yang datang diam-diam tetapi pulangnya justru membawa piala.

Yang paling menarik, Soimah langsung membuat kejutan dengan menumbangkan Papa Dimitri dan menggagalkan ambisi Tim Punto untuk mencetak hattrick kemenangan.

Namun, drama tidak berhenti di situ. Di kelas Piyek Junior, Tim Primarasa juga menunjukkan taring dengan menempatkan dua jagoannya di lima besar.

Berikut kisah lima besar dari masing-masing kelas.


PIYEK BEBAS: SOIMAH DATANG, PAPA DIMITRI TUMBANG!

Kelas Piyek Bebas menjadi panggung paling panas hari pertama. Sebanyak 30 burung masuk daftar juara, tetapi hanya lima teratas yang berhak menikmati sorotan paling terang.

🥇 1. SOIMAH — SAMUEL BLT / LOMBOK NTB — HDL

Inilah bintang utama hari pertama.

Soimah milik Samuel BLT dari Lombok, NTB, bergelang HDL, berhasil merebut posisi puncak dengan gantangan 57.

Kemenangan ini bukan sekadar juara satu.

Soimah datang sekaligus membawa misi menggagalkan pesta Papa Dimitri yang sebelumnya dua kali menjadi juara pertama di kelas LPI.

Jadi, kalau Papa Dimitri datang membawa target hattrick, Soimah datang membawa surat keputusan:

“HATTRICK DITUNDA DULU, PAK!”

😂

Kemenangan Soimah sekaligus mengangkat nama Lombok di pentas nasional dan memperlihatkan bahwa materi burung dari luar Jawa semakin berani berbicara.


🥈 2. PAPA DIMITRI — TEAM PUNTO / JAKARTA — DISCOVERY

Harus puas berada di posisi kedua dengan gantangan 186.

Namun, jangan salah, posisi runner-up ini tetap menunjukkan bahwa Papa Dimitri belum kehilangan taring.

Dua kemenangan sebelumnya menjadi bukti bahwa jagoan Team Punto tersebut memang sedang berada dalam performa istimewa.

Hanya saja, kali ini ada Soimah yang kebetulan sedang tidak mau diajak kompromi.

Hattrick gagal, tetapi perang belum selesai.

Apalagi, target berikutnya sudah mengarah ke event yang lebih bergengsi.


🥉 3. BOMBAY — H WAHYU / BEKASI — MANIK MAS

Posisi ketiga ditempati Bombay, milik H. Wahyu dari Bekasi, bergelang Manik Mas, dengan gantangan 116.

Bombay berhasil menyelinap di antara dua nama yang sejak awal menjadi pusat perhatian.

Ini yang namanya diam-diam menghanyutkan.

Ketika semua mata sibuk melihat duel Soimah versus Papa Dimitri, Bombay justru santai mengambil tempat ketiga.


4. SUSI SUSANTI — H LUTFI / BLUTO SUMENEP — LAVIDA

Nama Susi Susanti ikut menghiasi lima besar.

Milik H Lutfi dari Bluto, Sumenep, bergelang Lavida, Susi Susanti menempati posisi keempat dengan gantangan 101.

Namanya memang seperti atlet nasional, tetapi kali ini yang beraksi bukan raket bulu tangkis.

Raket ditinggal, sangkar dibawa ke lapangan!

😂

Hasil ini memperlihatkan kekuatan kung mania Sumenep masih mampu masuk dalam persaingan papan atas.


5. YUDANTA — PRAMANDO / TANGERANG — FORTUNE 168

Melengkapi lima besar adalah Yudanta, milik Pramando dari Tangerang, bergelang Fortune 168.

Yudanta berada di posisi kelima dengan gantangan 149.

Masuk lima besar di kelas yang persaingannya sangat padat tentu bukan hasil sembarangan.


PIYEK JUNIOR: PRIMARASA MENYELIP DI ANTARA PARA PESAING!

Kalau Piyek Bebas menjadi panggung Soimah, maka Piyek Junior memberikan cerita berbeda.

Di kelas ini, Persada tampil sebagai juara pertama. Tetapi di belakangnya ada pasukan Primarasa yang mulai mengintip.

🥇 1. PERSADA — H ABDULLAH M FAISOL / MALANG — JBM

Persada menjadi penguasa Piyek Junior.

Milik H. Abdullah M. Faisol dari Malang, bergelang JBM, Persada meraih posisi pertama dengan gantangan 287.

Sebagai tuan rumah, kemenangan ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri.

Malang punya jagoan yang mampu berdiri paling tinggi di kelas Piyek Junior.


🥈 2. KALIMAYA — DEDE PRIMARASA / BANDUNG — PRIMARASA

Nah, ini dia salah satu cerita penting dari Tim Primarasa.

Kalimaya berhasil merebut posisi kedua.

Milik Dede Primarasa dari Bandung, Kalimaya, menunjukkan bahwa meskipun Primarasa belum berhasil menjadi juara pertama di semua kelas yang diikuti, mereka tetap mampu menempatkan materi terbaiknya di papan atas.

Juara dua ini sekaligus menjadi bukti bahwa Primarasa tidak datang ke Singosari hanya untuk foto-foto di pinggir lapangan.

😂


🥉 3. GOLDEN BOY — IMAM SUGIARTO / SAMPANG MADURA — PUNCAK JAYA

Posisi ketiga menjadi milik Golden Boy, jagoan Imam Sugiarto dari Sampang, Madura.

Bergelang Puncak Jaya, Golden Boy berhasil mengamankan podium ketiga.

Madura kembali menunjukkan bahwa kekuatan piyek dari kawasan ini layak diperhitungkan.


4. SADEWA — DEDE PRIMARASA / BANDUNG — MY JANAKA

Belum selesai!

Dede Primarasa kembali memasukkan jagoannya ke papan atas.

Kali ini melalui Sadewa, yang sukses meraih posisi keempat.

Dengan Kalimaya di posisi kedua dan Sadewa di posisi keempat, Tim Primarasa sukses menempatkan dua jagoan sekaligus di lima besar Piyek Junior.

Kalau juara satu belum mampir ke Primarasa, tidak masalah.

Dua anak buah sudah naik podium, itu juga bukan hasil sulap!


5. JOHN KAY — H SYAIFUL OTOMAN / PAMEKASAN — OTOMAN

Posisi kelima ditempati John Kay, milik H. Syaiful Otoman dari Pamekasan, bergelar Otoman.

John Kay melengkapi lima besar yang membuat persaingan Piyek Junior semakin menarik.


PIYEK HANGING: PALESTINE TERBANG PALING TINGGI!

Masuk ke Piyek Hanging, cerita kembali berubah.

Kalau di Piyek Bebas Soimah yang berjaya dan Piyek Junior dikuasai Persada, maka di kelas Hanging giliran Palestine mengambil alih panggung.

🥇 1. PALESTINE — H HOLIK JBN / GALIS BANGKALAN — JBN

Palestine menjadi juara pertama Piyek Hanging.

Milik H Holik JBN dari Galis, Bangkalan, bergelang JBN, Palestina meraih posisi tertinggi dengan gantangan 85.

Namanya Palestine, tetapi yang berhasil ditaklukkan justru lawan-lawannya di arena Malang.


🥈 2. AURA CINTA — TEAM GZ / H ZAENAL SURABAYA — GZ

Posisi kedua ditempati Aura Cinta, milik Team GZ/H Zaenal dari Surabaya.

Dengan gantangan 216, Aura Cinta sukses memberikan tekanan kepada sang juara.

Namanya Aura Cinta.

Auranya keluar, cintanya dapat, tropinya hampir ikut pulang nomor satu!

😂


🥉 3. ARJUNA — H RIAN / SINAR PUTRA GROUP / PAMEKASAN — TAK NYANA

Posisi ketiga menjadi milik Arjuna.

Jagoan H. Rian dari Sinar Putra Group, Pamekasan, bergelar Tak Nyana, berhasil masuk tiga besar.

Nama Arjuna memang cocok untuk arena perang.

Dan kali ini perang benar-benar terjadi di gantangan.


4. SURYA ALAM — YADI / TANJUNG PINANG — NN 99

Surya Alam milik Yadi dari Tanjung Pinang berhasil menempati posisi keempat.

Menarik karena nama Tanjung Pinang ikut masuk dalam peta persaingan papan atas Singosari Cup.

Ini menjadi bukti bahwa persaingan LPI semakin luas dan tidak lagi hanya berkutat pada satu kawasan.


5. ONTOREJO — SABUDIN / SURABAYA — AULIA

Melengkapi lima besar adalah Ontorejo, milik Sabudin dari Surabaya, bergelang Aulia.

Ontorejo menutup daftar lima besar dengan hasil yang tetap layak diapresiasi.


HARI PERTAMA SINGOSARI CUP: BANYAK CERITA, BANYAK KEJUTAN!

Jika dirangkum, hari pertama LPI Seri 6 Singosari Cup 2026 Malang benar-benar memberikan tontonan menarik.

Soimah menjadi cerita terbesar setelah berhasil menggagalkan ambisi Papa Dimitri dan Tim Punto untuk mencetak hattrick.

Sementara itu, Tim Primarasa memang belum berhasil menjadi juara pertama di kelas yang diikutinya, tetapi mampu menunjukkan konsistensi dengan menempatkan Kalimaya sebagai juara 2 dan Sadewa sebagai juara 4 Piyek Junior.

Belum lagi munculnya nama-nama dari Lombok, Sumenep, Madura, Surabaya, Tangerang, Tanjung Pinang hingga Malang yang membuat persaingan semakin berwarna.

Dan yang paling penting:

Ini baru hari pertama!

Masih ada banyak jagoan yang belum menunjukkan seluruh kartu asnya.

Bisa saja hari ini menjadi milik Soimah, besok muncul nama lain.

Bisa saja Papa Dimitri gagal hattrick hari ini, tetapi bangkit lebih ganas di event berikutnya.

Dan bisa saja Primarasa yang hari ini hanya mengoleksi beberapa podium justru mulai mengumpulkan amunisi untuk pertarungan yang lebih besar.

Karena di dunia perkutut, yang menang hari ini belum tentu menang besok. Yang kalah hari ini juga belum tentu selesai!

LPI Seri 6 Singosari Cup 2026 baru membuka babak pertama. Panggung Malang masih panas dan cerita masih panjang.

SOIMAH: NAMA BOLEH BANYOL, PRESTASI JANGAN!

Di sisi lain, kemenangan Soimah menjadi kabar menggembirakan bagi Samuel blt dari Lombok.

Soimah yang dikenal dengan nama unik dan kerap menjadi bahan candaan kung mania justru menunjukkan bahwa di balik nama yang menghibur itu terdapat kualitas yang serius dan hadir sebagai jawara sejati.

Nama boleh bikin ketawa, tetapi prestasi jangan main-main!

Soimah merupakan burung yang bergelang ternakan HDL, sekaligus menjadi salah satu bukti bahwa HDL adalah produsen burung berkualitas.

Gus Yogi, sebagai penerus generasi emas HDL, menyebut kemenangan ini sebagai pembuktian bahwa HDL tidak hanya dikenal dari sisi perawatan, tetapi juga mulai menunjukkan hasil dari proses branding dan produksi perkutut berkualitas.

Kisah keberhasilan HDL dalam dunia ternak perkutut sendiri akan kami kupas secara khusus dalam artikel berikutnya.

SAMUEL BLT: LOMBOK KEMBALI MENGGUNCANG PENTAS NASIONAL

Yang tak kalah menarik, kemenangan Soimah semakin mempertegas satu hal:

Kung mania Lombok semakin berani berbicara di panggung nasional.

Samuel  memang tidak hadir untuk langsung menyaksikan kemenangan jagoannya di arena Malang. Namun, rasa syukur dan kebahagiaan tentu tak bisa disembunyikan.

Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh punggawa tim, khususnya Haji Cholil dan Gus Yogi, yang selama ini ikut menjaga performa Soimah hingga mampu tampil sebagai yang terbaik.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kualitas perkutut dari luar Jawa, khususnya Lombok, semakin mendapatkan tempat di persaingan nasional.

Dan di balik geliat tersebut, ada sosok Mr. Cokro Hindoyo yang dikenal terus memberikan dukungan besar agar nama Lombok semakin berkibar di pentas nasional.

Bagi seorang fighter, masuk arena bukan untuk sekadar meramaikan.

Sekali terjun, pantang menyerah!

Semangat seperti inilah yang membuat geliat kung mania Lombok semakin menarik untuk diikuti.

PERAWATAN: BUKAN SEKADAR MERAWAT, TAPI MENAMPILKAN KUALITAS!

Kemenangan Soimah juga kembali mengingatkan satu hal penting dalam dunia perkutut:

Burung bagus belum tentu otomatis menjadi juara.

Kualitas harus bisa ditampilkan.

Dan di sinilah perawatan memegang peranan sangat penting.

Burung memiliki kualitas suara, materi, trah dan potensi. Tetapi bagaimana kualitas itu keluar ketika berada di lapangan, bagaimana kondisi mentalnya, bagaimana performanya ketika berhadapan dengan ratusan burung lain—semuanya membutuhkan proses.

Soimah menjadi salah satu contoh bahwa kualitas dan perawatan harus berjalan beriringan.

Karena percuma punya mesin Ferrari kalau sopirnya lupa mengisi bensin.

😂

DARI PIYEK BEBAS MENUJU KELAS DEWASA SENIOR

Pertanyaan berikutnya tentu saja:

Sampai mana perjalanan Soimah?

Kemenangan di LPI Seri 6 Singosari Cup tentu bukan garis akhir.

Justru ini bisa menjadi batu loncatan menuju kelas yang lebih bergengsi, termasuk kelas dewasa senior di masa mendatang.

Kalau perkembangan Soimah terus menunjukkan grafik positif, bukan tidak mungkin nama ini kembali menjadi bahan pembicaraan ketika naik kelas.

Dan persaingan berikutnya dipastikan semakin panas.

Apalagi, panggung besar Piala Raja sudah menunggu di depan mata.

Di sana, tidak ada lagi cerita burung yang baru belajar terkenal.

Semua datang membawa ambisi.

Semua datang membawa jagoan.

Dan semuanya ingin pulang membawa mahkota.

Selain drama Soimah dan Papa Dimitri, ada cerita menarik dari Tim Primarasa.

Tim yang satu ini memang belum berhasil menjadi yang terbaik di semua kelas yang diikutinya.

Namun, jangan salah!

Primarasa tetap pulang membawa hasil.

Bukan sekadar pulang membawa kandang kosong.

Beberapa jagoannya berhasil mengamankan posisi tinggi di podium dan menunjukkan bahwa kekuatan tim ini masih layak diperhitungkan.

Di kelas Piyek Junior, Primarasa sukses menempatkan dua jagoannya di papan atas.

Kalimaya Primarasa berhasil meraih juara 2.

Sementara Sadewa mengamankan juara 4.

Belum berhenti di sana, Primarasa juga menempatkan Land Cruiser Rebond di urutan ke-7 kelas Piyek Bebas.

Artinya, meski target menjadi yang terbaik di seluruh kelas belum tercapai, Primarasa tetap menunjukkan konsistensi.

Kalau diibaratkan sebagai pertandingan sepak bola, memang belum bisa menyapu bersih semua gelar.

Tapi pemainnya tetap banyak yang masuk papan skor.

Jadi, pulangnya bukan membawa tangan kosong, melainkan membawa beberapa trofi untuk dipajang di markas!

MALANG BARU HARI PERTAMA, DATA MASIH TERUS DIGORENG!

Singosari Cup baru memainkan hari pertama.

Artinya, cerita belum selesai.

Data-data pertandingan lainnya masih terus dihimpun. Siapa yang benar-benar menggila, siapa yang mendadak melempem, siapa yang menjadi kuda hitam, dan siapa yang pulang sambil bertanya dalam hati, “Kok koncer saya cuma segitu?” 😄

Semua masih menunggu hasil lengkap yang memang tidak pernah cepat, dan ini konsekuensi kalau manual.

Satu hal yang pasti, LPI Seri 6 Singosari Cup Malang sudah memberikan sinyal bahwa persaingan menuju puncak semakin panas.

Papa Dimitri gagal hattrick.

Soimah naik podium tertinggi.

Tim Punto harus menunda pesta.

Lombok kembali mengirim pesan keras ke pentas nasional.

Dan HDL mulai menunjukkan bahwa mereka bukan hanya bicara soal merawat, tetapi juga mulai berbicara soal produksi perkutut berkualitas.

Besok?

Jangan-jangan muncul lagi nama baru yang bikin jagoan hari ini mendadak harus belajar rendah hati.

Karena begitulah konkurs perkutut.

Hari ini jadi raja, besok bisa saja kena kudeta!

Tetap pantau terus perkembangan LPI Seri 6 Singosari Cup Malang bersama Golden Voice News. Data yang masih “mentah” akan terus kami tunggu sampai siap digoreng, dibumbui, lalu disajikan panas-panas untuk kung mania!

Bersama Pakan Perkutut Golden Voice, suara boleh merdu, berita harus seru! Data foto; budi primarasa, wk bf, tim blt, hdl. medsos, media online, 

soimah jawara

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news