data sumbe L medsos, media online, wa group

Liga Perkutut Sumenep Seri 5 memang telah usai, namun ada satu pertanyaan yang kini mulai menjadi candaan wajib setiap selesai lomba di Madura.
“Sampai kapan si kakek-kakek ini terus juara?”
Yang dimaksud tentu bukan pemiliknya, melainkan Camelia, burung perkutut milik H. Sunahwi yang merupakan hasil ternakan (produk kandang) H. Azis Ababil. Menurut H. Azis Ababil selaku peternak, usia Camelia kini sudah menginjak sekitar enam tahun.
Kalau di dunia manusia, mungkin sudah masuk kategori senior. Namun, di dunia perkutut, Camelia justru seperti menolak tua.
Semakin berumur, semakin sulit dikalahkan.
Buktinya kembali terlihat pada Liga Perkutut Sumenep IV Seri 5 yang digelar Minggu (26/7/2026) di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Batang-Batang. Di tengah persaingan sembilan blok peserta dari berbagai daerah, H. Sunahwi kembali membawa pulang gelar Juara 1 Kelas Dewasa Bebas berkat penampilan luar biasa Camelia.
Yang membuat kisah ini semakin menarik adalah bahwa kemenangan tersebut bukan sekadar keberuntungan satu hari.
Minggu sebelumnya, Camelia juga sukses menjadi juara di Liga Perkutut Sampang. Bahkan dalam beberapa seri Liga Madura yang digelar di berbagai daerah, nama Camelia hampir selalu masuk papan atas dan berkali-kali berdiri di podium tertinggi.
Seolah-olah burung ini belum pernah mendengar kata pensiun.
Sementara burung-burung muda bermunculan dengan semangat baru dan materi baru, sang “kakek” justru tetap santai. Tidak banyak tingkah, tidak banyak sensasi. Begitu penjurian selesai, nama Camelia lagi-lagi dipanggil sebagai juara.
Tak heran jika para penghobi mulai melontarkan candaan.
“Burung muda datang silih berganti, tapi yang difoto pegang piala tetap Camelia.”
Ada pula yang bergurau,
“Kayaknya Camelia lupa kalau umurnya sudah enam tahun.”
Namun, di balik candaan itu tersimpan rasa hormat. Sebab mempertahankan prestasi dalam satu lomba saja sudah sulit, apalagi mampu terus menang di berbagai seri liga yang mempertemukan burung-burung terbaik Madura.
Liga Sumenep Tetap Ramai, Sembilan Blok Ludes Terjual
Liga Perkutut Sumenep IV Putaran 5 kembali membuktikan antusiasme kung mania belum surut. Pengcam Batang-Batang sukses menghadirkan sembilan blok peserta yang terdiri dari Kelas Dewasa Bebas satu blok, Piyik Bebas tiga blok, Piyik Yunior tiga blok, serta Piyik Hanging dua blok.
Seluruh tiket habis terjual tanpa penambahan blok.
Ketua Pelaksana Suliman mengaku bersyukur seluruh rangkaian acara berjalan sesuai rencana berkat dukungan panitia dan peserta.
Sementara Ketua Pengda P3SI Sumenep H. Matsin menegaskan bahwa sistem liga yang digelar bergiliran di setiap Pengcam bertujuan agar seluruh penghobi perkutut di pelosok Sumenep dapat merasakan atmosfer kompetisi secara merata.
Cuaca cerah membuat seluruh kelas berlangsung seru. Setelah penjurian selesai dan proses cek ring P3SI dilakukan, akhirnya para juara resmi diumumkan.
Camelia Belum Tergeser, H. Sunahwi Kembali Berdiri di Podium Tertinggi
Di kelas paling bergengsi, H. Sunahwi kembali tersenyum lebar setelah Camelia, produk kandang H. Azis Ababil, sukses mengamankan gelar juara pertama. Meski telah memasuki usia sekitar enam tahun menurut sang peternak, Camelia masih menunjukkan kualitas yang luar biasa dan kembali membuktikan bahwa pengalaman bisa mengalahkan usia.
Posisi kedua diraih H. Rafiki bersama Angin Surga. Burung asal Bluto itu tampil stabil sejak awal hingga akhir penjurian dan menjadi pesaing terdekat Camelia.
Sementara podium ketiga berhasil diamankan H. Fadli melalui Power Max Elgasi yang juga tampil konsisten sepanjang perlombaan.
Leo Goung Antar Nurul Anggun Bersinar di Piyik Bebas
Kelas Piyik Bebas menjadi panggung Nurul Anggun bersama Leo Goung. Penampilan burung ini paling menonjol sehingga sukses menguasai podium tertinggi.
Runner-up ditempati H. Nisa’i melalui Satria Muda, sedangkan posisi ketiga diraih Hyudik bersama Ayu Ting Ting yang juga menunjukkan kualitas terbaiknya.
Sadewa Naik Kelas, Langsung Cetak Juara Spektakuler
Kelas Piyik Yunior menghadirkan cerita yang tak kalah menarik. Dede Primarasa sukses membawa Sadewa berdiri di podium tertinggi. Yang membuat kemenangan ini semakin istimewa adalah bahwa Sadewa baru saja naik kelas ke Piyik Yunior, namun langsung memberikan kejutan besar.
Biasanya burung yang baru promosi membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan atmosfer dan persaingan baru. Namun, hal itu sama sekali tidak terlihat pada Sadewa. Sejak awal penjurian, burung ini tampil percaya diri dan mampu mengeluarkan performa terbaiknya hingga akhirnya mengunci Juara 1.
Debut yang langsung berbuah kemenangan ini menjadi bukti bahwa Sadewa memiliki materi istimewa. Naik kelas tidak membuatnya kewalahan; justru semakin menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu calon bintang baru di Piyik Yunior.
Posisi kedua diraih Heru NHD bersama Adi Putro yang tampil konsisten sepanjang lomba. Sementara WRS bersama Bagong melengkapi podium tiga besar setelah menunjukkan performa yang tidak kalah impresif.
Dengan hasil ini, nama Sadewa dipastikan menjadi salah satu burung yang paling layak dinantikan penampilannya pada putaran-putaran berikutnya. Jika konsistensinya tetap terjaga, bukan tidak mungkin burung milik Dede Primarasa ini akan menjadi langganan podium di kelas Piyik Yunior.
Arjuna Terbang Tinggi Bersama H. Rian Sinar Putra
Di Kelas Piyik Hanging, H. Rian Sinar Putra berhasil membawa Arjuna menjadi yang terbaik setelah tampil dominan sepanjang penjurian.
Peringkat kedua diraih Heru NHD lewat Asoka, sedangkan posisi ketiga ditempati H. Samhari bersama Bintang Agung.
Legenda Belum Mau Turun Takhta
Namun, dari seluruh hasil lomba, perhatian peserta tetap tertuju pada satu nama, Camelia.
Burung hasil breeding H. Azis Ababil yang kini menjadi andalan H. Sunahwi itu kembali membuktikan bahwa kualitas tidak selalu ditentukan oleh usia.
Kini pertanyaan itu kembali menggema di setiap arena Liga Madura.
Sampai kapan Camelia akan terus bertahan di singgasana juara?
Akankah burung-burung muda akhirnya mampu mengakhiri dominasinya?
Atau justru sang “kakek” akan kembali membuat para penantangnya gigit jari di putaran-putaran berikutnya?
Yang pasti, selama Camelia masih mau naik kerekan, para pesaing tampaknya belum bisa bernapas lega.
Karena legenda tua itu masih belum menunjukkan tanda-tanda ingin menyerahkan mahkotanya.





