BZ-WIN CUP Lahat-Di saat geliat konkurs perkutut Bangkok di Sumatera Selatan sempat meredup, Kabupaten Lahat justru hadir membawa harapan baru. Melalui konsistensi, P3SI Pengda Lahat menggelar berbagai kegiatan, termasuk suksesnya Konkurs Regional BZ-WIN CUP Bupati dan Wakil Bupati Lahat. Denyut hobi perkutut Bangkok di provinsi ini kembali terasa hidup.
Bagi para kung mania, kegiatan tersebut bukan sekadar arena berburu gelar juara. Lebih dari itu, Konkurs di Lahat menjadi tempat melepas rindu untuk kembali berkumpul, bertukar pengalaman, sekaligus menjaga tali persaudaraan yang selama ini menjadi ciri khas komunitas perkutut Bangkok.
Tidak berlebihan jika banyak penghobi menyebut Lahat kini sebagai titik temu baru kung mania Sumatera Selatan. Di tengah minimnya agenda lomba di provinsi ini, P3SI Pengda Lahat tampil menjadi satu-satunya pengurus daerah yang aktif menyelenggarakan konkurs secara berkesinambungan. Kehadiran event tersebut sekaligus menjaga semangat para penghobi agar tetap bergairah menekuni hobi yang telah mereka cintai selama puluhan tahun.
Kondisi ini sangat berbeda dibandingkan dengan era kejayaan almarhum Eddy Yusuf, ketika Palembang beberapa kali dipercaya menggelar kompetisi nasional yang selalu dipadati peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kini, semangat yang pernah tumbuh pada masa itu perlahan kembali dibangkitkan dari Kabupaten Lahat.
Di balik geliat tersebut, ada satu tahun kepemimpinan Gus As’adi Santoso yang berhasil membangun organisasi lebih solid melalui semangat “Guyub Rukun Selalu”. Tidak hanya menghadirkan event berkualitas, tetapi juga memperkuat pembinaan anggota, peternak, dan regenerasi kung mania sehingga P3SI Pengda Lahat semakin diperhitungkan di tingkat regional.
BZ-WIN CUP Jadi Penanda Kebangkitan Kung Mania Sumatera Selatan
Kebangkitan itu mencapai puncaknya ketika P3SI Pengda Lahat sukses menggelar Konkurs Regional BZ-WIN CUP Bupati dan Wakil Bupati Lahat. Ratusan burung dari berbagai kota di Pulau Sumatera memenuhi arena lomba. Sejak pagi, gantangan dipenuhi peserta yang datang membawa harapan, sementara di luar arena obrolan antarkungmania mengalir hangat, seolah mengulang suasana yang pernah menjadi ciri khas kontes-kontes besar di Sumatera Selatan.
Keberhasilan penyelenggaraan BZ-WIN CUP menjadi bukti bahwa Lahat mampu menjadi tuan rumah event berkualitas. Bukan hanya dari jumlah peserta, tetapi juga dari kerapian pelaksanaan, kualitas penjurian, hingga suasana kekeluargaan yang begitu terasa sepanjang perlombaan.
Nilai lebih dari kegiatan tersebut adalah hadirnya Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, S.H., M.H., yang membuka acara secara resmi. Kehadiran pemerintah daerah menunjukkan bahwa hobi perkutut Bangkok tidak lagi dipandang sekadar kegiatan komunitas, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya, sekaligus potensi untuk mendukung promosi daerah melalui penyelenggaraan event yang mendatangkan peserta dari berbagai wilayah.

Menjadi Pengda yang Tetap Bergerak Saat Daerah Lain Vakum
Dalam setahun terakhir, P3SI Pengda Lahat menjadi satu-satunya pengurus daerah di Sumatera Selatan yang konsisten menggelar konkurs, latihan bersama, dan kegiatan pembinaan. Konsistensi inilah yang membuat banyak penghobi dari Palembang, Prabumulih, Muara Enim, Pagar Alam hingga daerah lain kembali memiliki tujuan untuk berkumpul dan berlomba.
Bagi sebagian orang, perjalanan menuju Lahat memang tidak dekat. Namun bagi kung mania, jarak bukanlah persoalan.
Tokoh senior perkutut Bangkok Sumatera Selatan, Cak Udin tania bf, menilai keberadaan P3SI Pengda Lahat telah memberikan kehidupan baru bagi komunitas yang beberapa tahun terakhir nyaris kehilangan agenda perlombaan.
“Kung mania sejati tidak akan berhenti datang ke lomba hanya karena jaraknya jauh. Kami rela menempuh puluhan bahkan ratusan kilometer karena yang dicari bukan semata-mata kemenangan, tetapi juga silaturahmi dan persaudaraan. Adanya kegiatan di Lahat benar-benar mengobati kerinduan kami,” ungkapnya.
Menurut Cak Udin, Sumatera Selatan pernah menikmati masa keemasan perkutut Bangkok ketika almarhum Eddy Yusuf aktif menggelar berbagai konkurs nasional di Palembang. Saat itu, peserta dari Pulau Jawa, Lampung, Jambi hingga berbagai daerah di Sumatera rutin berdatangan.
“Suasana seperti itu tentu dirindukan semua penghobi. Mudah-mudahan apa yang dimulai dari Lahat bisa menjadi pemantik agar daerah lain kembali ikut bergerak,” tambahnya.
Pembinaan Menjadi Kunci Keberlanjutan Organisasi
Kesibukan P3SI Pengda Lahat tidak hanya terlihat saat menggelar konkurs. Di balik layar, pengurus juga rutin mengadakan latihan bersama, konsolidasi organisasi, pembinaan peternak, serta mengajak generasi muda mengenal dunia perkutut Bangkok.
Langkah tersebut dinilai penting agar perkembangan organisasi tidak berhenti pada penyelenggaraan lomba semata. Regenerasi penghobi dan peningkatan kualitas hasil ternak lokal menjadi investasi jangka panjang bagi perkembangan perkutut Bangkok di Sumatera Selatan.
Di bawah kepemimpinan Gus As’adi Santoso, semangat “Guyub Rukun Selalu” tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga diterapkan dalam setiap kegiatan organisasi. Kebersamaan itulah yang membuat P3SI Pengda Lahat mampu berkembang lebih cepat dibandingkan dengan usia kepengurusannya yang baru memasuki tahun kedua.
Apresiasi untuk GoldenVoiceNews.com
Dalam kesempatan yang sama, Cak Udin juga memberikan apresiasi kepada GoldenVoiceNews.com yang dinilainya konsisten mengangkat pemberitaan dunia perkutut Bangkok, khususnya berbagai kegiatan yang berlangsung di Sumatera Selatan.
Menurutnya, keberadaan media yang fokus memberitakan perkembangan komunitas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga semangat para penghobi sekaligus memperkenalkan dunia perkutut kepada masyarakat yang lebih luas.
Cak Udin, yang juga menjadi bagian dari tim pemasaran Pakan Perkutut Golden Voice wilayah Palembang, berharap sinergi antara komunitas, penyelenggara, sponsor, dan media dapat terus terjalin sehingga perkembangan perkutut Bangkok di Sumatera Selatan semakin pesat.
Gus As’adi: Ini Baru Langkah Awal
Bagi Gus As’adi Santoso, seluruh pencapaian selama satu tahun terakhir bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang membangun P3SI Pengda Lahat.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan menyelenggarakan BZ-WIN CUP merupakan hasil kerja sama seluruh pengurus, anggota, panitia, sponsor, Pemerintah Kabupaten Lahat, serta para kung mania yang terus memberikan dukungan.
“Kami hanya ingin menjaga agar semangat berhobi di Sumatera Selatan tidak pernah padam. Selama masih ada penghobi yang mau datang dan berkumpul, kami akan terus berusaha menghadirkan kegiatan yang berkualitas. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama membangun P3SI Pengda Lahat,” ujar Gus As’adi Santoso.
Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, ia menargetkan P3SI Pengda Lahat dapat menghadirkan konkurs dengan skala yang lebih besar, memperluas kerja sama dengan pengda lain, meningkatkan pembinaan peternak muda, serta melahirkan burung-burung berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Di tengah belum pulihnya aktivitas konkurs di Sumatera Selatan, langkah yang dilakukan P3SI Pengda Lahat setidaknya telah menjaga asa para kung mania. Dari Kota Lahat, harapan itu kembali tumbuh bahwa kejayaan perkutut Bangkok di Bumi Sriwijaya suatu hari nanti bukan sekadar kenangan, melainkan bisa kembali menjadi kenyataan. sumber tania bf & medsos media online




