LADINI “TIM JURI CUP” JADI OASE BARU KUNG MANIA MAKASSAR.#1

LADINI menjadikan Denyut hobi perkutut di Makassar kembali menemukan ritmenya. Di tengah jeda event besar dan kerinduan kung mania terhadap atmosfer gantangan, agenda LADINI alias Latihan Dinilai hadir sebagai jawaban yang tepat. Bukan sekadar latihan biasa, kegiatan ini berubah menjadi ajang pemanasan penting bagi burung-burung muda Sulawesi Selatan sebelum turun di arena yang lebih panas pada seri-seri Liga Sulsel mendatang.

Bertempat di Todopuli, Makassar, atmosfer kebersamaan langsung terasa sejak pagi. Meski dikemas secara sederhana, antusiasme peserta cukup menggembirakan. Tiga kelas yang dibuka, yakni Piyek Bebas, Piyek Junior, dan Hanging, mampu terisi dengan persaingan yang hidup. Kung mania seperti mendapatkan ruang pelepas rindu untuk kembali mendengar suara burung bertarung dari sangkar ke sangkar.

Menariknya, LADINI kali ini bukan hanya menjadi tempat melatih mental burung. Teman-teman juri yang dikoordinir oleh Pak Ichal juga menjadikan agenda ini sebagai sarana penguatan kualitas penjurian. Mulai dari juri senior hingga junior sama-sama turun langsung mengasah feeling, ketelitian, hingga keberanian mengambil keputusan di lapangan.

Pak Ichal mengaku sangat senang dengan terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, LADINI memiliki manfaat ganda yang sangat penting untuk perkembangan dunia perkutut Sulsel.

“Acara seperti ini sangat bagus untuk menjaga semangat kung mania tetap hidup. Burung-burung jadi punya tempat latihan sebelum turun di event besar. Selain itu, teman-teman juri juga bisa terus melatih mental, kecakapan, dan KEKOMPAAN saat menilai di lapangan. Senior maupun junior sama-sama belajar,” ujar Pak Ichal.

Dukungan positif juga datang dari Ketua Pengwil, Bpk. Wisnu Wibawa. Ia menilai LADINI merupakan langkah sehat untuk menjaga ekosistem perkutut Sulawesi Selatan tetap bergerak dan berkembang.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan LADINI ini. Semangat teman-teman luar biasa karena mau bergerak bersama menjaga gairah hobi tetap hidup. Kegiatan seperti ini perlu sering diadakan supaya burung siap, juri siap, dan komunitas juga semakin solid,” ungkap Wisnu Wibawa.

Masuk ke arena lomba, persaingan paling panas terlihat di kelas Piyek Bebas. Nama besar H. Abu SNO benar-benar mendominasi jalannya pertarungan. Materi-materi andalannya tampil stabil sejak awal penilaian dan sukses mengontrol persaingan di papan atas.

Beberapa burung milik H. Abu SNO terlihat unggul dalam irama depan, durasi kerja, serta keberanian angkatan suara. Penampilannya membuat lawan-lawan lain harus bekerja ekstra keras untuk mengejar poin. Dominasi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa amunisi H. Abu SNO mulai matang dan siap menjadi ancaman serius di event Liga Sulsel berikutnya.

Kelas Piyek Junior dan Hanging pun berlangsung tidak kalah menarik. Banyak burung muda menunjukkan progres positif meski masih membutuhkan polesan jam terbang. Justru di sinilah esensi LADINI terasa sangat penting — menjadi ruang belajar bersama bagi burung, pemilik, hingga para juri.

Makassar mungkin sempat terasa sepi dari agenda rutin, namun LADINI “Tim Juri Cup” membuktikan bahwa semangat kung mania Sulsel belum pernah padam. Dari latihan sederhana inilah sering lahir calon-calon bintang baru yang nantinya bersinar di level nasional.

H. ABU/SNO KUASAI PIYEK BEBAS, AKBAR MENGAMUK DI HANGING

Persaingan LADINI “Tim Juri Cup” di Todopuli Makassar berlangsung hangat, namun tetap penuh gengsi. Meski bertajuk latihan dinilai, kualitas burung yang turun ternyata cukup membuat arena hidup sejak awal penjurian. Tiga kelas yang dibuka menghadirkan warna persaingan berbeda dengan sejumlah nama yang mulai mencuri perhatian.

Di kelas Piyek Bebas, dominasi kubu H. Abu/SNO benar-benar terasa. ANTASARI sukses mengunci podium utama setelah tampil stabil dengan irama depan yang menonjol dan kerja yang cukup meyakinkan. Tidak hanya itu, posisi runner-up juga diamankan PANGERAN yang masih milik H. Abu/SNO, membuat kandang Makassar tersebut sukses melakukan double winner di kelas paling ramai perhatian itu.

Persaingan sebenarnya sempat diberikan oleh MALENGKERI milik H. Majid yang akhirnya harus puas di posisi ketiga. Sementara THE BOSS, SAWERI GADING, hingga EMBUN PAGI ikut meramaikan papan atas dengan karakter suara masing-masing. Dominasi H. Abu/SNO di kelas ini menjadi sinyal kuat bahwa amunisi mereka mulai siap tempur menuju event Liga Sulsel berikutnya.

Masuk ke kelas Piyek Junior, pertarungan berlangsung lebih merata. MR X milik A. Ibbar tampil mengejutkan dan berhasil mencuri posisi pertama lewat kerja stabil dari awal hingga akhir penilaian. Namun, ancaman serius datang dari LADORES orbitan H. Malelang asal Palu yang terus menempel ketat di papan atas.

KORSLET milik Achmad Adnan dari Gowa juga tampil impresif dan menunjukkan potensi besar sebagai burung muda prospektif. Sementara MITRA PANGKEP dan EMPU GANDRING melengkapi lima besar dengan performa yang cukup konsisten.

Kelas Hanging menjadi panggung dominasi Akbar dari Pangkep. Tiga burungnya sukses masuk jajaran atas dan memperlihatkan kedalaman materi yang dimiliki kandang tersebut. BERLIAN tampil sebagai juara pertama, disusul CHITOS di posisi kedua, lalu TARO di posisi keempat. Dominasi ini membuat kubu Pangkep terlihat sangat percaya diri sepanjang jalannya lomba.

Meski hanya berlabel LADINI, atmosfer persaingan tetap terasa panas. Banyak burung muda mulai menunjukkan kualitas dan mental bertanding yang matang. Agenda seperti ini jelas menjadi ruang penting bagi kung mania Sulsel untuk terus menjaga ritme latihan sekaligus mempersiapkan amunisi menuju persaingan di level yang lebih tinggi. Menjelang even besar Gowa cup yang juga Liga Perkutut sulsel  seri 2 rasanya persaingan akan makin memanas, amunisi-amunisi baru siap di geber, dan untuk kemajuan informasi terkini pastikan kung mania sulawesi khususnya dan kung mania nusantara pada umumnya sellau nangkring di GoldenVoice Newsdan supaya perkututnya tampil lebih oke kung mania makasar sulsel dianjurkan memakai  pakan perkutut golden voice  dan khusus area makasar bisa beli langsung ke reseller  goldenvoice pak bos wisnu wibawa

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Related news