NASRUN KEDIRI MEMBARA,KUNG MANIA “JATIM SELATAN” SIAP MELEDAK!

LIGA PLAT AG DAN KEKUATAN MEDSOS JADI SENJATA BARU PERKUTUT KEDIRI

Nasrun Kediri kembali berubah menjadi pusat ledakan gairah kungmania pada Minggu (17/05). Ribuan pasang mata seolah berkumpul dalam satu frekuensi: menyaksikan panasnya pertarungan jawara-jawara muda potensial dari wilayah “Jatim Selatan”. Mulai dari Kediri, Tulungagung, Blitar, Jombang hingga Nganjuk, semuanya tumpah ruah memadati arena latihan dinilai garapan Pengcam Nasrun Kediri.

Namun, di balik ramainya gantangan dan ketatnya pertarungan, ada satu hal yang kini mulai disadari banyak pihak: diri dan wilayah sekitarnya ternyata menyimpan potensi besar untuk melahirkan burung-burung berkualitas nasional.

Pergerakan kungmania di daerah ini dinilai semakin masif. Komunitas tumbuh cepat, peternak baru bermunculan, dan kualitas amunisi terus meningkat dari waktu ke waktu. Situasi ini diperkuat dengan hadirnya media sosial yang kini menjadi “mesin promosi” paling efektif dalam membesarkan nama peternak maupun komunitas daerah.

Fenomena itulah yang juga dirasakan langsung oleh NN 99 Kediri. Nama NN 99 yang kini mulai dikenal luas ternyata berkembang sangat pesat berkat kekuatan postingan media sosial. Dokumentasi burung, video lapangan, hingga aktivitas latihan dinilai terbukti mampu membuka market lintas kota, bahkan luar pulau.

Di era sekarang, media sosial bukan lagi sekadar tempat pamer burung, tetapi sudah menjadi panggung utama untuk membangun branding peternak. Dan diri perlahan mulai menikmati dampak besar dari perubahan era tersebut.

Sarno, NN 99, selaku koordinator latihan, dinilai Pengcam Nasrun Kedi. Ia mengatakan bahwa antusiasme kungmania dari berbagai kota terus meningkat di setiap gelaran. Dari sinilah muncul wacana besar pembentukan Liga “Plat AG”, sebuah kompetisi berbasis poin yang nantinya mengakomodasi kungmania aktif dari Kediri, Nganjuk, Tulungagung hingga Blitar dengan sistem lomba bergilir di berbagai daerah.

“Kalau nanti benar terbentuk Liga Plat AG, atmosfer persaingan pasti makin hidup. Kungmania jadi punya target poin yang dikejar dan otomatis kualitas burung juga akan terus meningkat,” ungkap Sarno NN 99.

Di arena lomba sendiri, pertarungan berlangsung panas dan penuh kejutan. Pada kelas Piyik Junior, debutan muda bernama Ilona milik Yudi YM asal Nganjuk sukses mencuri perhatian. Dengan mental tempur alami dan gaya kerja stabil, Ilona mampu menekan lawan-lawannya hingga akhirnya merebut podium utama secara meyakinkan.

Sementara Elang Papua dan Sekartaji harus puas menguntit di posisi kedua dan ketiga setelah memberikan perlawanan sengit sepanjang penilaian.

LADINI pengcam nasrun kediri  kelas Piyik Hanging, dominasi produk NN 99 benar-benar tak terbendung. Semesta Alam milik Arjono asal Cilegon tampil ganas dan sukses menguasai permainan hingga merebut posisi jawara pertama. Disusul Raja Walet milik Andy Hajar asal Gorontalo yang mempertegas dominasi trah NN 99 di kelas bergengsi tersebut.

Dengan geliat komunitas yang semakin besar, dukungan media sosial yang makin masif, serta lahirnya burung-burung potensial dari tangan peternak daerah, Kediri kini perlahan mulai menunjukkan diri sebagai salah satu kekuatan baru perkutut nasional yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. tetap rawat perkututnya dengan pakan perkutut golden voicedan tetap bercanda di web site kung mania

foto edita buat hiburan

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Related news