SIHIR PATAHKAN PESONA ARUNG BINANG! CARPENTER BIRD FARM TERSENYUM, LPI CIREBON HADIRKAN PERTARUNGAN PALING PANAS MUSIM INI

SIHIR BARU DARI TIM CARPENTER

  SIHIR PEMENANG SEJATI DI HUT P3SI

Goldenvoice News. Gelaran Liga Perkutut Indonesia (LPI) Seri 4 HUT P3SI ke-69 Tahun 2026 di Lapangan Kopi Luhur, Cirebon, sukses menghadirkan salah satu pertarungan paling seru dan paling ramai dibicarakan oleh Kung Mania sepanjang musim ini.

Bukan hanya karena hadirnya burung-burung terbaik Indonesia, tetapi juga karena atmosfer persaingan yang luar biasa ketat, kehadiran para tokoh nasional, serta drama pengaduan yang menjadi bahan diskusi hangat hingga lomba berakhir.

Prestasi lomba semakin meningkat dengan hadirnya Wali Kota Cirebon Dr. Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., bersama Ketua Umum P3SI Mayjen TNI (Purn) H. Zainuri Hasyim beserta jajaran Pengurus Pusat P3SI.

Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bukti bahwa dunia perkutut masih memiliki daya tarik besar dan mampu menghadirkan kegiatan positif yang menyatukan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Sejak pagi hari, Lapangan Kopi Luhur sudah dipenuhi peserta dan Kung Mania dari berbagai kota. Parkiran penuh, warung kopi ramai, sementara pembahasan utama hanya satu.

Arung Binang.

Burung milik Haji Sularno tersebut datang ke Cirebon dengan status superstar setelah sukses mencetak rekor empat warna di Sampang. Prestasi itu membuat Arung Binang menjadi burung yang paling banyak diperbincangkan dalam beberapa bulan terakhir.

Tak sedikit Kung Mania yang hadir hanya untuk menyaksikan secara langsung penampilan sang fenomena.

Namun, semakin tinggi sebuah nama melambung, semakin banyak pula yang ingin menumbangkannya.

CARPENTER BIRD FARM DATANG MEMBAWA MISI BESAR

Salah satu kubu yang paling bersemangat di Cirebon adalah Carpenter Bird Farm Lombok milik Mr Cokro Hindoyo.

Pada seri sebelumnya di Sampang, dua jagoannya, yakni Sihir dan El Zero Meido, harus mengakui keunggulan Arung Binang.

Kekalahan tersebut justru menjadi motivasi besar untuk bangkit.

Begitu peluit pertama dibunyikan, suasana persaingan langsung terasa panas. Burung-burung terbaik Indonesia saling menunjukkan kualitas demi menjaga nama besar dan mengumpulkan poin penting menuju perebutan gelar burung terbaik Indonesia.

ARUNG BINANG SEMPAT MEMIMPIN PERTARUNGAN

Pada babak awal, Arung Binang masih menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu burung terbaik tanah air.

Beberapa kali namanya masuk pembahasan dewan dan sempat mengoleksi usulan menuju empat warna.

Pendukungnya mulai optimistis.

Namun, perlombaan kali ini ternyata tidak berjalan semudah yang dibayangkan.

Persaingan yang ketat membuat setiap burung harus bekerja maksimal hingga babak terakhir.

SIHIR BENAR-BENAR MENYIHIR LAPANGAN

Di tengah sorotan terhadap Arung Binang, seekor burung bernama Sihir diam-diam mulai mengambil alih perhatian.

Burung nomor gantangan 21 tersebut tampil stabil sejak awal lomba.

Kerjanya konsisten.

Dan yang paling penting, terus berbunyi ketika banyak lawan mulai kehilangan ritme.

Puncaknya terjadi ketika Sihir berhasil menutup BABAK PERTAMA DENGAN KONCER TIGA HITAM

Sejak saat itu, banyak Kung Mania mulai menyadari bahwa hari tersebut berpotensi menjadi milik Carpenter Bird Farm.

EL ZERO MEIDO HAMPIR BIKIN SAPU BERSIH

Saat Sihir terus melesat, satu lagi amunisi Carpenter Bird Farm ikut menunjukkan kualitasnya.

El Zero Meido yang saat ini memimpin klasemen sementara LPI sempat membuat lawan-lawannya waspada.

Beberapa kali El Zero Meido masuk radar penilaian dan berpeluang besar mengamankan posisi papan atas.

Pendukung Carpenter bahkan sempat bermimpi membawa pulang posisi satu dan dua sekaligus.

Sayangnya, performa El Zero Meido sedikit menurun pada babak-babak akhir sehingga gagal menjaga peluang terbaiknya hingga penutupan lomba.

Meski demikian, kualitasnya tetap menunjukkan bahwa dirinya merupakan salah satu kontestan terkuat musim ini.

SINGO BARONG DAN UMAR BIN KHATTAB IKUT MERAMAIKAN PERSAINGAN

Saat perhatian tertuju pada duel Arung Binang dan Carpenter Bird Farm, muncul kejutan dari nomor 59.

Singo Barong milik Hendri WAT tampil sangat impresif.

Burung produk Bintang Agung tersebut menunjukkan performa luar biasa setelah betinanya diturunkan.

Banyak pengamat memprediksi Singo Barong bakal mengamankan posisi runner-up.

Namun, lima menit menjelang akhir lomba, Umar bin Khattab milik Bambang Surabaya mendapatkan tambahan nilai penting yang membuat peta persaingan berubah drastis.

Lapangan pun langsung ramai oleh berbagai prediksi dan perhitungan.

DRAMA BESAR TERJADI DI KELAS DEWASA SENIOR

Jika perebutan juara utama berlangsung sengit, maka drama terbesar justru terjadi dalam penentuan juara 4 hingga juara 9 kelas Dewasa Senior.

Setelah empat babak penjurian selesai, sejumlah burung ternyata sama-sama mengoleksi nilai identik.

Mereka mengumpulkan 3 warna selama 4 babak penuh.

Kondisi tersebut membuat dewan dan juri harus bekerja ekstra teliti dalam menentukan urutan peringkat.

Banyak Kung Mania langsung melakukan perhitungan ulang. Sebagian mengingat burung mana yang lebih dulu memperoleh usulan merah dan mana yang paling sering menjadi perhatian dewan.

Perdebatan mengenai usulan merah dan proses pengaduan kembali menjadi topik hangat di berbagai sudut lapangan.

Meski demikian, satu hal yang tidak bisa dibantah adalah kualitas persaingan kelas Dewasa Senior kali ini sangat merata.

Jarang terjadi dalam sebuah lomba nasional: posisi juara 4 hingga juara 9 harus ditentukan setelah sejumlah burung sama-sama mengumpulkan 3 warna 4 babak.

Fakta tersebut menjadi bukti bahwa kualitas kontestan papan atas LPI semakin kompetitif dari seri ke seri.

Situasi tersebut langsung memancing perhatian para Kung Mania.

Banyak yang mencoba menghitung ulang jalannya perlombaan sejak babak pertama. Sebagian lagi sibuk mengingat burung mana yang lebih dulu mendapat usulan merah dan mana yang lebih sering menjadi perhatian dewan.

Di sinilah perdebatan klasik kembali muncul.

Secara logika lapangan, banyak Kung Mania beranggapan bahwa burung yang lebih dulu memperoleh usulan merah seharusnya memiliki keunggulan dibandingkan dengan burung lain yang memperoleh usulan lebih belakangan.

Namun, dalam praktik pengaduan, usulan tidak selalu menjadi faktor penentu utama.

Akibatnya, tidak jarang burung yang minim usulan justru mampu unggul ketika dilakukan pengaduan meja.

Fenomena ini kembali menjadi bahan diskusi hangat di berbagai sudut Lapangan Kopi Luhur.

Bahkan ada yang menyebut kondisi tersebut sebagai “cacat logika penilaian” karena usulan dianggap sebagai indikator kualitas, namun tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir pengaduan.

Terlepas dari perdebatan yang muncul, satu fakta tidak bisa dibantah.

Kelas Dewasa Senior kali ini menunjukkan kualitas persaingan yang sangat merata.

Jarang terjadi dalam sebuah liga nasional: posisi juara 4 hingga juara 9 harus ditentukan setelah sejumlah burung sama-sama mengoleksi 3 warna 4 babak.

Fakta tersebut menjadi bukti bahwa kualitas peserta musim ini semakin kompetitif.

COKRO HINDOYO AKHIRNYA TERSENYUM

Saat hasil resmi diumumkan, senyum paling lebar hari itu tentu milik Mr Cokro Hindoyo.

Kemenangan Sihir terasa sangat spesial karena berhasil membalas kekalahan dari Arung Binang pada seri sebelumnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh kru Carpenter Bird Farm, khususnya Gus Yogi, yang terus mengawal jagoannya sepanjang perlombaan.

Menurutnya, persaingan yang ketat justru membuat kemenangan terasa lebih berharga.

“Kalau satu burung terus mendominasi, lomba jadi kurang seru. Hari ini persaingannya luar biasa dan itu yang membuat LPI semakin menarik,” ujarnya.

Dewasa Junior: Persaingan Ketat, Wonosobo dan Bandung Unjuk Kekuatan di HUT P3SI Cup 2026 Cirebon

Kelas Dewasa Junior pada gelaran LPI #4 HUT P3SI Cup 2026 di Cirebon menghadirkan persaingan yang padat sejak awal penilaian. Nama-nama besar, pemain lama, hingga kuda hitam saling beradu kualitas untuk memperebutkan posisi terbaik di salah satu kelas paling bergengsi tersebut.

Posisi puncak berhasil diamankan JOKOTOLE milik H Syaiful Ottoman dari Karanganyar, Sumenep dengan ring WI. Perolehan 243 gantangan dan 150 poin menjadi bukti performa stabil dan konsisten sepanjang penjurian. Jokotole tampil efektif dan mampu menjaga kualitas hingga akhir lomba.

Di posisi kedua, PUSPITA besutan DH Team Wonosobo dari ring RATU memberikan tekanan serius kepada pemuncak. Raihan 233 gantangan dan 125 poin menunjukkan bahwa tim Wonosobo datang dengan persiapan matang dan kembali menegaskan eksistensinya di kelas dewasa junior.

Sementara itu posisi ketiga diraih ANGGUN milik Frans Bellaiman dari Banten dengan ring Dewata Bali. Catatan 188 gantangan dan 100 poin menjadi hasil yang layak diapresiasi di tengah persaingan yang sangat merata.

Performa menarik juga ditunjukkan MONTERA milik Dede Primarasa Bandung yang menempati posisi keempat dengan 301 gantangan dan 90 poin. Meski jumlah gantangan sangat tinggi, ketatnya kualitas peserta membuat poin akhir menjadi penentu.

Lima besar ditutup MUNAROH milik Agus Tardi dari Tanjung Pinang (Ring Doels) dengan 227 gantangan dan 80 poin, memperlihatkan bahwa persaingan tidak hanya didominasi wilayah Jawa.

Dari papan tengah, beberapa nama tetap mencuri perhatian. STARLA milik H Wahyu Bekasi, GORBACEP milik Kent BF Jogja, serta DIAMOND milik Nurul Anggung Sampang mampu menjaga posisi kompetitif dan tetap berada di jalur perolehan poin.

Yang juga menarik, Dede Primarasa Bandung sukses menempatkan dua amunisinya sekaligus melalui Montera dan Bulgary di jajaran atas. Ini menjadi sinyal bahwa materi dan setting tim Bandung masih sangat layak diperhitungkan pada putaran-putaran berikutnya.

Di sisi lain, DH Team Wonosobo juga tampil konsisten dengan lebih dari satu wakil masuk daftar hasil akhir, memperkuat status mereka sebagai salah satu kekuatan yang terus menjaga kedalaman materi.

Kelas Dewasa Junior kali ini memperlihatkan bahwa peta persaingan semakin terbuka. Dominasi tunggal mulai sulit terjadi karena hampir setiap daerah membawa amunisi dengan kualitas merata. Hasil di Cirebon menjadi pengingat bahwa menjaga stabilitas performa kini sama pentingnya dengan sekadar mengejar jumlah gantangan.

Top 5 Dewasa Junior – LPI #4 HUT P3SI Cup 2026 Cirebon
🥇 Jokotole – H Syaiful Ottoman (Karanganyar Sumenep) – 150 poin
🥈 Puspita – DH Team Wonosobo – 125 poin
🥉 Anggun – Frans Bellaiman (Banten) – 100 poin
4️⃣ Montera – Dede Primarasa (Bandung) – 90 poin
5️⃣ Munaroh – Agus Tardi (Tanjung Pinang) – 80 poin

WALIKOTA CIREBON DORONG LPI KEMBALI KE CIREBON TAHUN 2027

Di sela kegiatan, Wali Kota Cirebon menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan LPI yang berlangsung meriah dan memiliki daya tarik nasional.

Menurutnya, kegiatan seperti ini layak terus didorong karena mampu menjadi ruang berkumpul komunitas sekaligus menggerakkan aktivitas daerah.

Bahkan di hadapan Ketua Umum P3SI dan jajaran pengurus, disampaikan harapan agar Cirebon kembali dipercaya menjadi tuan rumah LPI pada tahun 2027.

Harapan tersebut langsung mendapat respons positif dari jajaran Pengwil P3SI Jawa Barat.

SUHARTONO HAKIM: CIREBON SIAP NAIK KELAS

Ketua Pengwil P3SI Jawa Barat, Suhartono Hakim, mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, tamu undangan, pengurus pusat, sponsor dan masyarakat yang ikut menyukseskan agenda nasional tersebut.

Menurutnya, antusiasme peserta membuktikan bahwa Cirebon mampu menjadi salah satu pusat penyelenggaraan event nasional perkutut.

“Hari ini Cirebon bukan sekadar menjadi tuan rumah, tetapi menjadi saksi berkumpulnya jawara-jawara terbaik Indonesia. Kami siap apabila kembali dipercaya menjadi tuan rumah pada tahun 2027 mendatang,” ujarnya.

H. AZIS HAAS: YANG TERPENTING ADALAH PERSAUDARAAN

Ketua Pelaksana H. Azis Haas mengungkapkan rasa syukur karena seluruh rangkaian acara berjalan lancar.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras panitia dan dukungan peserta dari seluruh Indonesia.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan bukan hanya mengejar kemenangan, tetapi juga memperkuat silaturahmi antarkungmania.

“Kompetisi boleh ketat, persaingan boleh sengit, tetapi yang paling penting adalah kebersamaan dan rasa memiliki terhadap hobi ini. Semoga Cirebon terus menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh pecinta perkutut Indonesia,” katanya.

KETUA UMUM P3SI: BURUNG BERTARUNG, PEMILIK TETAP BERSAUDARA

Dalam sambutannya, Mayjen TNI (Purn) H. Zainuri Hasyim menyampaikan bahwa LPI Cirebon memiliki arti khusus karena berlangsung pada momentum ulang tahun P3SI yang ke-69.

Menurutnya, usia tersebut menjadi bukti bahwa P3SI terus berkembang sebagai organisasi hobi yang semakin matang dan profesional.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta bahwa persaingan di arena tidak boleh menghilangkan nilai persaudaraan.

Kalimat tersebut langsung disambut tepuk tangan peserta yang hadir.

Burungnya boleh saja bertarung mati-matian, namun pemiliknya adalah saudara.” dan pakan perkututnya tetap pakan perkutut golden voice

Pesan sederhana namun penuh makna itu menjadi penutup yang sempurna bagi sebuah lomba yang menghadirkan persaingan sengit sekaligus mempererat persaudaraan di antara Kung Mania Indonesia.

Kini perhatian seluruh peserta tertuju ke LPI Seri 5 di Eraska Bekasi.

Arung Binang ingin bangkit.

Sihir sedang panas-panasnya.

El Zero Meido siap memburu poin.

Singo Barong mulai mengaum.

Dan Kung Mania Indonesia sudah tidak sabar menunggu episode berikutnya. TETAP BERSAMA web site kung mania

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news