Liga Jateng Gayeng 2026 akhirnya resmi menuntaskan seluruh rangkaian kompetisi. Setelah berlangsung dalam 10 seri, gelaran liga perkutut bergengsi di Jawa Tengah tersebut ditutup melalui Seri ke-10 yang berlangsung di Batang, Minggu, 1 November 2026.
Seri pamungkas ini menghadirkan persaingan menarik. Sejumlah burung terbaik berhasil mengamankan kemenangan, sementara perebutan gelar juara umum liga berlangsung ketat hingga akhir kompetisi.
Di kelas Dewasa, kemenangan Seri ke-10 berhasil diraih JaeeCo, burung andalan Henry Atlas. Sementara di kelas Piyik Bebas, Eldorado milik Acek dari Tim PA tampil sebagai yang terbaik.
Persaingan juga berlangsung menarik di kelas Piyik Junior dan Piyik Hanging. Tim Primarasa sukses mengamankan kemenangan melalui duet andalannya, Sadewa dan PVJ. Hasil tersebut kembali memperlihatkan kekuatan Tim Primarasa dalam persaingan liga perkutut Jawa Tengah.

VENTURA JADI JUARA UMUM, RODTANG GAGAL CETAK HATRIK
Meski tidak berhasil menjadi yang terbaik di Seri ke-10, Ventura milik Dimlaw dari Cilacap justru sukses mengukir prestasi paling penting. Dengan mengumpulkan total 710 poin, Ventura resmi dinobatkan sebagai juara umum Liga Jateng Gayeng 2026.
Keberhasilan ini terasa istimewa karena Ventura mampu mengungguli Besta milik Tim DH Wonosobo dengan selisih poin yang sangat tipis.
Kemenangan Ventura sekaligus memupus ambisi Rodtang untuk mencetak sejarah dengan menjadi juara umum di tiga liga berbeda, yakni Batavia, Liga Jabar, dan Liga Jateng.
Persaingan menuju gelar juara umum memang berlangsung ketat. Namun, hingga penghitungan akhir, Ventura berhasil mempertahankan keunggulan dan memastikan gelar paling bergengsi di Liga Jateng Gayeng 2026.

TIM DH WONOSOBO TERBAIK DI PIYIK BEBAS
Kegagalan meraih gelar juara umum liga tidak membuat Tim DH Wonosobo pulang tanpa prestasi membanggakan.
Tim DH justru tampil sebagai yang terbaik dalam klasemen akumulasi poin kelas Piyik Bebas. Dengan total 935 poin, Tim DH unggul jauh dari Tim ACE Semarang yang menempati posisi berikutnya.
Menariknya, pada Seri ke-10, kemenangan kelas Piyik Bebas justru berhasil diamankan Eldorado milik Acek dari Tim PA. Artinya, persaingan antartim tetap berlangsung terbuka hingga seri terakhir, meskipun klasemen akumulasi poin telah menunjukkan kekuatan masing-masing tim sepanjang musim.
Hasil ini menjadi pelipur kekecewaan Tim DH setelah gagal mengamankan gelar juara umum Liga Jateng Gayeng 2026.

PRIMARASA TAK TERBENDUNG DI KELAS PIYIK JUNIOR DAN HANGING
Dominasi Tim Primarasa menjadi salah satu catatan menarik dalam perjalanan Liga Jateng Gayeng 2026.
Di kelas Piyik Junior, Tim Dede Primarasa tampil luar biasa dengan mengumpulkan 880 poin. Perolehan tersebut menegaskan konsistensi dan kekuatan materi yang dimiliki tim ini sepanjang kompetisi.
Sementara di kelas Piyik Hanging, Tim Dede Primarasa juga memperlihatkan dominasinya. Selisih poin yang hampir mencapai dua kali lipat dibandingkan perolehan juara kedua menjadi gambaran betapa kuatnya persaingan yang berhasil dikendalikan tim tersebut.
Prestasi ini sekaligus mempertegas posisi Primarasa sebagai salah satu kekuatan penting dalam peta persaingan perkutut nasional, khususnya pada kelas piyik.

HENRY ATLAS UCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA KUNG MANIA
Berakhirnya Liga Jateng Gayeng 2026 juga menjadi momen evaluasi sekaligus apresiasi bagi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kompetisi selama 10 seri.
Penanggung jawab Liga Jateng Gayeng 2026, Mr Henry Atlas, mewakili Ketua Pengwil P3SI Jawa Tengah, Bapak Kemat, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh kung mania yang selama ini aktif hadir dan ikut memeriahkan setiap gelaran.
Partisipasi para peserta, pemilik burung, peternak, joki, serta seluruh elemen perkutut menjadi bagian penting dari suksesnya penyelenggaraan liga.
Henry Atlas berharap kebersamaan dan antusiasme kung mania tetap terjaga sehingga Liga Jateng Gayeng pada musim berikutnya dapat berlangsung semakin meriah.
Terkait penyerahan hadiah dan trofi bagi para juara umum, informasi yang disampaikan panitia menyebutkan bahwa agenda tersebut seperti biasanya akan dibarengkan dengan pembukaan Liga Jateng 2027.
Dengan demikian, para juara masih akan menantikan momen penyerahan penghargaan sekaligus menjadi bagian dari pembukaan kompetisi musim mendatang.
MENUNGGU LIGA JATENG 2027 LEBIH MERIAH
Tuntasnya 10 seri Liga Jateng Gayeng 2026 bukan sekadar menandai berakhirnya sebuah kompetisi, tetapi juga menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan kung mania di Jawa Tengah.
Ventura milik Dimlaw Cilacap boleh tersenyum sebagai juara umum, Tim DH Wonosobo tetap membanggakan lewat dominasi Piyik Bebas, sementara Primarasa menunjukkan kekuatannya di kelas piyik.
Selamat kepada seluruh pemenang Seri ke-10 dan para juara umum Liga Jateng Gayeng 2026.
GoldenVoiceNews.com dan Pakan Perkutut Superman mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pemenang.
Terus kawal perkembangan dunia perkutut Indonesia bersama GoldenVoiceNews.com. Untuk mendukung performa burung kesayangan, Pakan Perkutut Superman dan Pakan Perkutut Golden Voice turut hadir sebagai bagian dari dukungan terhadap kemajuan kung mania dan dunia perkutut Tanah Air.
Sampai bertemu di Liga Jateng Gayeng 2027. Semoga hadir dengan konsep yang lebih menarik, lebih meriah, dan semakin membanggakan!
Salam Kung Mania!




