Liga Perkutut P3SI Pengwil Sulawesi Selatan Seri V, Pengwil Cup 5, Minggu 20 September 2026, tetap berlangsung semarak meski jumlah peserta yang turun belum sebanyak yang diharapkan. Gantangan tetap berbunyi, tepuk tangan tetap terdengar, dan para Kung Mania yang hadir tetap menunjukkan bahwa kecintaan terhadap perkutut tidak mengenal kata sepi.
Di tengah kondisi tersebut, pesan Ketua Pengwil Sulsel Bpk. Wisnu terasa cukup menohok sekaligus mengajak berpikir. Ia berharap sahabat Kung Mania Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terus ikut meramaikan hajatan Liga Sulsel hingga seluruh rangkaian tahun 2026 selesai.
“Saya mengharap sahabat Kung Mania Sulsel dan Sulbar untuk meramaikan hajatan bersama Liga Sulsel hingga usai tahun 2026. Karena semakin ke sini peserta memang menurun. Kalau bukan kita yang meramaikan, lantas berharap kepada siapa jie?”
Kalimat terakhir itu boleh dibilang sederhana, tetapi maknanya jelas. Liga bukan hanya milik panitia, bukan hanya milik pengurus, dan bukan pula hanya milik pemilik burung yang sedang mengejar juara.
Liga adalah panggung bersama.
Kalau para Kung Mania ikut datang, gantangan ramai. Kalau gantangan ramai, suasana makin hidup. Kalau suasana hidup, cerita perkutut Sulsel dan Sulbar juga semakin panjang.
Dan kalau semua memilih menunggu orang lain datang, bisa-bisa gantangan nanti ramai oleh panitia yang menghitung kursi! Hehehe.
LadoreS: Datang, Bunyi, Langsung Bikin Geger
Di kelas Dewasa Bebas, nama LadoreS milik H. Malelang, ring WH dari Palu, berhasil menempati posisi pertama dengan 150 poin.
LadoreS boleh dibilang tidak datang untuk sekadar memenuhi daftar peserta. Begitu mendapatkan panggung, burung ini langsung menunjukkan kualitas suaranya dan membuat persaingan tiga besar menjadi semakin menarik.
Kalau ada burung yang datang dengan modal “semoga hoki”, LadoreS sepertinya datang membawa agenda sendiri: pulang membawa poin penuh!
Dengan kemenangan tersebut, H. Malelang dari Palu berhasil mencuri perhatian di tengah persaingan peserta yang memang belum terlalu padat.
Meteor: Gaya Boleh Adem, Poin Tetap Panas
Posisi kedua ditempati Meteor milik H. Majid, ring Godbless, Makassar, dengan 125 poin.
Nama Meteor memang terdengar seperti benda langit yang kecepatannya luar biasa. Namun di lapangan, Meteor tidak perlu terbang ke angkasa. Cukup berbunyi dengan gaya khasnya, juri yang menentukan.
Hasilnya? Runner-up!
Selisihnya dengan LadoreS hanya 25 poin. Jadi jangan salah, Meteor bukan sekadar numpang lewat. Kalau pertemuan berikutnya performanya kembali panas, persaingan klasemen bisa semakin menarik.
Mahameru: Tidak Banyak Gaya, Tapi Masuk Tiga Besar
Sementara itu, Mahameru milik Fadil Jalil, ring Teratai, Makassar, mengamankan posisi ketiga dengan 100 poin.
Mahameru berada tepat di belakang LadoreS dan Meteor. Posisi ini membuat podium Dewasa Bebas Seri V punya komposisi menarik: Palu di puncak, Makassar mengejar dari belakang.
Tiga nama ini sekaligus menjadi gambaran bahwa meskipun jumlah peserta belum maksimal, persaingan di dalam gantangan tetap bisa menghasilkan cerita.
Piyik Bebas: Kaka Jadi Bintang Berikutnya
Keseruan tidak berhenti di Dewasa Bebas. Pada kelas Piyik Bebas, Kaka milik H. Didit, ring TN, Makassar, menjadi juara pertama dengan 150 poin.
Posisi kedua ditempati Rolling Stone milik A. Ibbar dengan 125 poin, sedangkan posisi ketiga menjadi milik Mubihah milik Sigit dengan 100 poin.
Kalau kelas dewasa punya LadoreS, maka Piyik Bebas punya Kaka yang sukses mencuri panggung.
Piyik-piyik ini memang belum banyak umur, tetapi urusan bikin pemilik tersenyum sudah tidak perlu belajar lagi!
Piyik Junior: Jupe’ Tampil Paling Depan
Di kelas Piyik Junior, giliran Jupe’ milik M. Akbar, ring Locksmith dari Pangkep, yang berada di posisi pertama.
Jupe’ ditemani Bimasakti milik H. Didit di posisi kedua dan Tuan Muda Jr milik H. Majid di posisi ketiga.
Tiga besar Piyik Junior ini memberikan warna tersendiri dalam perjalanan Liga Sulsel. Regenerasi jelas menjadi bagian penting karena dari kelas inilah calon-calon jagoan masa depan mulai menunjukkan tajinya.
Hanging: Kitolok Buka Panggung
Kelas Hanging juga tidak kalah menarik. Kitolok milik Mamat, ring Locksmith dari Pangkep, berhasil menjadi juara pertama.
Posisi kedua ditempati Anelka milik Sigit dari Gowa, sementara Mallomo milik Asrul dari Makassar berada di posisi ketiga.
Nama-namanya saja sudah bikin penasaran. Ada Kitolok, Anelka, Mallomo, Super Mario sampai Saga.
Kalau semuanya punya karakter sesuai nama, ini bukan lomba perkutut lagi. Ini sudah seperti audisi film action versi Kung Mania!
Yang Terpenting Bukan Hanya Jumlah Peserta
Liga Sulsel Seri V kembali memberikan satu pesan penting: semarak sebuah liga bukan hanya ditentukan oleh banyaknya peserta, tetapi juga oleh kemauan komunitas untuk terus hadir dan menjaga kehidupan lomba.
Namun harapan untuk meningkatkan jumlah peserta tetap menjadi pekerjaan bersama.
Ajakan Bpk. Wisnu kepada Kung Mania Sulsel dan Sulbar menjadi pengingat bahwa perjalanan Liga Sulsel 2026 masih belum selesai. Masih ada seri berikutnya, masih ada kesempatan mengejar poin, masih ada burung yang bisa membuat kejutan, dan tentu saja masih banyak cerita yang belum ditulis.
Jangan sampai nanti burung sudah siap bunyi, pemilik sudah siap berangkat, joki sudah siap bergaya, tetapi gantangan malah bertanya:
“Lho, yang datang siapa saja?”
Hehehe…
Karena itu, mari ramaikan bersama Liga Sulsel sampai akhir musim 2026. Bukan semata-mata soal mengejar juara, tetapi juga menjaga silaturahmi, persaudaraan, dan keberlangsungan hobi perkutut di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Kalau bukan kita yang meramaikan, lantas berharap kepada siapa jie?
Tiga Besar Dewasa Bebas
🥇 LadoreS — H. Malelang — WH — Palu — 150 poin
🥈 Meteor — H. Majid — Godbless — Makassar — 125 poin
🥉 Mahameru — Fadil Jalil — Teratai — Makassar — 100 poin
Tiga Besar Piyik Bebas
🥇 Kaka — H. Didit — 150 poin
🥈 Rolling Stone — A. Ibbar — 125 poin
🥉 Mubihah — Sigit — 100 poin
Tiga Besar Piyik Junior
🥇 Jupe’ — M. Akbar — Locksmith
🥈 Bimasakti — H. Didit — Figa
🥉 Tuan Muda Jr — H. Majid — P. Mahkota
Tiga Besar Hanging
🥇 Kitolok — Mamat — Locksmith
🥈 Anelka — Sigit — Figa
🥉 Mallomo — Asrul — Cadomank








