

LIGA PERKUTUT KEPRI 3 BATAM-Jangan buru-buru menyimpulkan bahwa hobi perkutut di Kepulauan Riau sedang kehilangan tenaga. Justru sebaliknya! Liga Perkutut Kepri 2026 terus membuktikan bahwa semangat kung mania Batam masih menyala.
Buktinya tersaji dalam Liga Perkutut Kepri Seri 3 Batam yang berlangsung pada Minggu, 6 September 2026, di Buana Central Park, Bukit Daeng, Tembesi, Batam, bersama Pengwil P3SI Kepri.
Lapangan boleh panas, matahari boleh garang, tetapi semangat peserta ternyata lebih ngeyel. Empat babak penjurian berlangsung lancar sampai akhirnya tiga nama keluar sebagai penguasa podium utama: Clitori, Sutami dan Manggis.
Kalau dibuat seperti pertandingan tinju, ketiganya bukan cuma naik ring.
Mereka naik podium!
BUKAN SEKADAR LOMBA, INI CARA BATAM MENJAGA DENYUT HOBI
Ada satu hal yang patut mendapatkan apresiasi dari perjalanan Liga Perkutut Kepri.
Ketika sebagian kung mania harus berbagi waktu dengan berbagai kesibukan, pengurus tetap berusaha menjaga agenda liga agar terus berjalan. Di bawah kepemimpinan H. Moh. Anwar, Pengwil P3SI Kepri, bersama jajaran pengurus dan panitia terus menyediakan ruang bagi komunitas hobi perkutut untuk berkumpul dan berkompetisi.
Tidak harus selalu dengan jumlah peserta yang luar biasa besar.
Yang penting lapangan tetap hidup, burung tetap dikerek, suara tetap terdengar, dan silaturahmi tetap terjaga.
Sebab dalam dunia perkutut, kadang yang membuat sebuah liga bertahan bukan hanya banyaknya peserta, tetapi seberapa besar kecintaan orang-orang di belakangnya.
Dan kung mania Kepri tampaknya punya prinsip sederhana:
Selama masih ada burung yang mau bunyi, lomba harus tetap jalan!
BATAM TIDAK BERJUANG SENDIRIAN
Geliat Liga Perkutut Kepri 3 Batam juga mendapat dukungan dari kung mania luar daerah.
Salah satunya datang dari Tanjung Pinang. Agustardi hadir mewakili rekan-rekan kung mania Tanjung Pinang yang pada kesempatan kali ini berhalangan hadir.
Kehadiran tersebut memberi pesan penting bahwa hubungan antarkung mania di Kepri tidak berhenti hanya karena jarak.
Batam tetap menjadi tempat bertemunya para penghobi, pemain dan peternak.
Dan ternyata hubungan baik antarkota ini bukan sekadar basa-basi.
Buktinya, nama Agustardi bahkan berhasil masuk jajaran lima besar melalui Exotic di kelas Dewasa Bebas dan Blue Sapire di Piyik Yunior.
Datang membawa semangat, pulang membawa cerita.
DEWASA BEBAS: CLITORI TIDAK MAU BERBAGI KURSI UTAMA!
Masuk ke kelas Dewasa Bebas, persaingan langsung terasa panas.
Setelah empat babak penjurian, Clitori milik Jeffry Batam, nomor gantangan 82, produk WA, berhasil merebut posisi pertama.
Clitori seperti datang ke lapangan dengan satu misi:
“Podium pertama jangan dikasih ke orang lain!”
Misinya berhasil.
Clitori — Jeffry, Batam — WA
Clitori akhirnya berdiri di puncak. Kemenangan ini menjadi salah satu sorotan utama Liga Perkutut Kepri #3 Batam.
Namun, perjalanan menuju podium tentu tidak sendirian. Di belakangnya ada Gareng, Tumenggung, Exotic, dan Koplak yang terus memberikan tekanan.
🥈 Gareng — Nelis, Batam — WA
Nomor gantangan 107 membawa Gareng milik Nelis ke posisi kedua.
Gareng gagal mencuri kursi utama, tetapi berhasil membuat podium atas semakin ramai.
Ibarat orang antre di depan kasir, Clitori sudah bayar duluan.
Gareng tinggal menunggu giliran!
🥉 Tumenggung — H. Arpan B, Batam — TMG
Posisi ketiga menjadi milik Tumenggung, andalan H. Arpan B Batam, nomor gantangan 58.
Nama Tumenggung memang terdengar seperti penguasa, dan kali ini dia benar-benar berhasil masuk wilayah kekuasaan podium.
4️⃣ Exotic — Agustardi, Tanjung Pinang — BTC
Wakil Tanjung Pinang, Exotic milik Agustardi, nomor gantangan 65, berhasil mengamankan posisi keempat.
Hasil ini semakin menarik karena Exotic menjadi salah satu amunisi dari luar Batam yang mampu menembus persaingan ketat Dewasa Bebas.
5️⃣ Koplak — Jeffry, Batam — KFB
Jeffry ternyata belum selesai berpesta.
Selain Clitori sebagai juara pertama, Koplak di nomor gantangan 106 juga berhasil masuk lima besar.
Jadi Jeffry boleh dikatakan membawa dua senjata dan keduanya pulang membawa hasil.
Clitori juara, Koplak ikut masuk lima besar. Paket komplit!

PIYIK YUNIOR: SUTAMI NAIK TAHTA, MANU DAN SENYAKI MENGUNTIT!
Kalau kelas Dewasa Bebas menjadi pertarungan para jawara, maka Piyik Yunior menjadi panggung generasi muda.
Dan yang paling keras suaranya kali ini adalah Sutami.
🥇 Sutami — Purnomo, Batam — Baskoro BF
Nomor gantangan 30 menjadi angka keberuntungan bagi Sutami, milik Purnomo Batam, ternakan Baskoro BF.
Sutami berhasil menjadi juara pertama Piyik Yunior.
Kemenangan ini sekaligus mengangkat nama Baskoro BF, yang menunjukkan kualitas ternakannya melalui persaingan di kelas piyik.
Burungnya berbunyi; pemiliknya tersenyum.
Juri sibuk menilai; pemilik sibuk menahan senyum!
🥈 Manu — Mukhromin, Batam — Karisma
Di posisi kedua ada Manu, milik Mukhromin Batam, nomor gantangan 21, ring Karisma.
Manu berhasil menjadi pengejar terdekat Sutami.
Kalau Sutami sedang memegang mahkota, Manu sudah berdiri di belakang sambil menyiapkan strategi untuk seri berikutnya.
🥉 Senyaki — Tamjis, Batam — Ultrasonic
Posisi ketiga ditempati Senyaki milik Tamjis Batam, nomor gantangan 19, ring Ultrasonic.
Senyaki sukses mengunci podium dan membuktikan bahwa persaingan Piyik Yunior tidak hanya berkutat pada dua nama di atasnya.
4️⃣ Blue Sapire — Agustardi, Tanjung Pinang — IBM
Agustardi kembali mencatatkan namanya di lima besar.
Kali ini lewat Blue Sapire, nomor gantangan 16, yang berhasil menempati posisi keempat.
Dua kelas, dua wakil masuk lima besar.
Tanjung Pinang benar-benar tidak datang membawa tangan kosong!
5️⃣ Bagong — Harris, Batam — ALWI
Melengkapi lima besar adalah Bagong milik Harris Batam, nomor gantangan 5, ring ALWI.
Bagong memang belum berhasil naik ke podium tiga besar, tetapi posisi kelima tetap menjadi hasil yang layak diperhitungkan.
Sebab dalam lomba perkutut, masuk lima besar saja sudah cukup untuk membuat lawan mulai bertanya:
“Ini burung dari mana?”
PIYIK HANGING: MANGGIS PALING MANIS, PURNOMO DAN MUDJIANTO SAMA-SAMA BERBAHAYA!
Persaingan yang tidak kalah menarik terjadi di kelas Piyik Hanging.
Dan kali ini giliran manggis yang tampil sebagai bintang utama.
🥇 Manggis — Mudjianto, Batam — Ikhwazim BF
Manggis milik Mudjianto Batam, nomor gantangan 18, ring Ikhwazim BF, berhasil menjadi juara pertama.
Namanya boleh Manggis.
Hasilnya?
Manis!
Manggis berhasil menaklukkan persaingan dan membawa Mudjianto ke podium tertinggi.
🥈 Nelson Mandela — Purnomo, Batam — Baskoro BF
Posisi kedua menjadi milik Nelson Mandela, milik Purnomo Batam, nomor gantangan 20, ternakan Baskoro BF.
Menariknya, Purnomo kembali muncul di podium setelah Sutami menjadi juara Piyik Yunior.
Artinya, dua kelas, dua amunisi, dua podium.
Purnomo sedang tidak main-main!
🥉 M.Khir — Al Rasub BF — AR-011
Posisi ketiga ditempati M.Khir dari Al Rasub BF, nomor gantangan 10, ring AR-011.
M.Khir berhasil menyelip di tengah dominasi amunisi Batam dan mengamankan posisi tiga besar.
4️⃣ Bemo — Mudjianto, Batam — Ikhwazim BF
Mudjianto ternyata belum selesai.
Setelah membawa Manggis menjadi juara pertama, Bemo di nomor gantangan 6 juga berhasil masuk posisi keempat.
Jadi, Mudjianto membawa dua amunisi dan keduanya masuk empat besar.
Manggis naik podium, Bemo ikut meramaikan.
Ini baru namanya datang, tidak sekadar setor gantangan!
5️⃣ Bandito — Alfie Herdiansyah, Batam — KFB
Menutup lima besar adalah Bandito milik Alfie Herdiansyah Batam, nomor gantangan 8, ring KFB.
Bandito menjadi penutup daftar lima besar Piyik Hanging sekaligus menunjukkan ketatnya persaingan kelas ini.

SIAPA PALING “BERISIK” DI DAFTAR LIMA BESAR?
Kalau daftar lima besar dibaca lebih teliti, ada beberapa nama yang tampil sangat menonjol.
Jeffry menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian lewat Clitori sebagai juara Dewasa Bebas dan Koplak di posisi kelima.
Purnomo juga tampil luar biasa melalui Sutami sebagai juara Piyik Yunior dan Nelson Mandela sebagai runner-up Piyik Hanging.
Sementara Mudjianto mencatat prestasi menarik di Piyik Hanging dengan Manggis sebagai juara dan Bemo di posisi keempat.
Kemudian Agustardi dari Tanjung Pinang berhasil menempatkan Exotic di posisi keempat Dewasa Bebas dan Blue Sapire di posisi keempat Piyik Yunior.
Sedangkan Baskoro BF menunjukkan kekuatan ternakan melalui Sutami dan Nelson Mandela.
Artinya, daftar lima besar Liga Perkutut Kepri #3 Batam bukan cuma daftar nama.
Ini adalah peta kecil kekuatan kung mania Kepri!
LIGA PERKUTUT KEPRI TERUS BERGERAK
Pada akhirnya, Liga Perkutut Kepri #3 Batam memberikan lebih dari sekadar daftar juara.
Ada semangat pengurus.
Ada dukungan kung mania.
Ada pemain dari Batam dan Tanjung Pinang.
Ada peternak yang menguji kualitas hasil ternakan.
Dan tentu saja ada para pemilik yang rela menunggu berjam-jam demi mendengar suara terbaik dari burung kesayangannya.
Empat babak sudah dilalui.
Clitori sudah mengambil Dewasa Bebas.
Sutami sudah menaklukkan Piyik Yunior.
Manggis sudah mengamankan Piyik Hanging.
Tetapi kemenangan hari ini belum berarti aman untuk seri berikutnya.
Liga adalah cerita panjang.
Juara hari ini bisa menjadi target buruan besok.
Pesaing yang hari ini berada di posisi lima bisa saja tiba-tiba meledak menjadi juara di seri berikutnya.
Dan itulah yang membuat kompetisi perkutut selalu menarik.
Podium tidak pernah punya pemilik tetap!
Hari ini Clitori tersenyum.
Sutami berpesta.
Manggis menjadi bintang.
Tetapi setelah lomba selesai, para pesaing pasti sudah mulai memikirkan satu hal:
“Seri berikutnya, siapa yang harus dijatuhkan?”
Karena selama kung mania Kepri masih punya semangat, selama pengurus masih konsisten bergerak, dan selama burung-burung terbaik masih siap dikerek…
sumber data web site lucu lucuan kung mania indonesia dari medsos dan media online





