Liga Jasela merilis klasemen sementara dari tiga kelas yang dipertandingkan: Piyek Bebas, Piyek Yunior, dan Piyek Hanging. Setelah melewati dua seri pertandingan, peta persaingan mulai terbaca—ada yang berlangsung ketat, ada pula yang didominasi oleh satu nama.
Piyek Bebas: Duel Ketat Tanpa Ampun
Kelas Piyek Bebas menjadi yang paling sulit diprediksi. BMS BF (Kebumen) masih memimpin dengan 280 poin, ditempel ketat oleh DH BF (Wonosobo) dengan 270 poin, serta Denny Dimlaw (Cilacap) di posisi ketiga dengan 260 poin. Meski bms di puncak klasemen, namun selisih poin bms tipis dengan peringkat ke-2 dan ke-3. Apalagi, munculnya tim Depok Heru Wi/h Nunu otomatis Bms bf makin gelisah. Mengandalkan satu jagoan kayaknya tidak cukup. Harus berburu jagoan baru yang tahan banting agar poin tetap terjaga dan posisi tidak terpelanting dari puncak klasemen.
Ketatnya persaingan membuat tensi semakin tinggi. Komitmen untuk bertahan di puncak pun ditegaskan oleh kubu BMS BF:
“Demi menjaga martabat nama Kebumen, BMS siap bertarung dengan siapa pun. Kami juga siap melakukan penambahan amunisi baru agar posisi teratas tetap terjaga.”
Pernyataan ini menegaskan bahwa perebutan gelar di kelas ini masih akan berlangsung panas hingga akhir seri.
Piyek Yunior: Sigit di Atas Angin
Di kelas Piyek Yunior, satu nama mencuri perhatian penuh: Sigit (Gombong). Dengan 570 poin, ia unggul jauh dari pesaing terdekatnya, H. Sudarto (Kebumen) yang mengoleksi 230 poin.
Dominasi ini menjadi sinyal kuat bahwa Sigit berpeluang besar mengunci gelar lebih cepat. Meski begitu, persaingan di bawahnya tetap menarik, khususnya perebutan posisi tiga besar yang masih terbuka lebar.
Piyek Hanging: Ambisi Pesona WI Depok
Kelas Piyek Hanging dipimpin oleh YIA BF (Kulonprogo) dengan 310 poin, namun tekanan dari papan tengah terus menguat.
Salah satu tim yang menunjukkan ambisi besar adalah Pesona WI Depok melalui duet Imron/Heru WI yang kini mengoleksi 150 poin. Tekad mereka ditegaskan langsung oleh Heru WI:
“Untuk meraih gelar juara klasemen akhir, kami dari tim Pesona WI Depok akan terus berburu poin di setiap seri.”
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa persaingan di kelas Hanging masih sangat terbuka, terutama dengan selisih poin yang rapat di banyak posisi.
Liga Jasela musim ini menghadirkan tiga wajah persaingan:
- Piyek Bebas: paling ketat dan penuh tekanan
- Piyek Yunior: dominasi kuat oleh Sigit
- Piyek Hanging: penuh ambisi dan potensi kejutan
Dengan sisa seri yang masih berjalan, konsistensi dan strategi akan menjadi penentu utama dalam perburuan gelar juara.
Persaingan belum usai—justru semakin memanas. Setiap poin menjadi krusial; setiap penampilan bisa mengubah arah klasemen.
Ikuti terus rilis terbaru, ulasan tajam, dan kabar eksklusif hanya di GOLDENVOICENEWS.COM — Suara Lantang Pecinta Perkutut Indonesia!
RILIS RESMI – GOLDENVOICENEWS.COM
Liga Jasela Rilis Klasemen: Piyek Bebas Seru, Nama Sigit Dominan di Piyek Yunior
Gelaran Liga Perkutut Jasela kembali merilis klasemen sementara dari tiga kelas utama: Piyek Bebas, Piyek Yunior, dan Piyek Hanging. Peta persaingan mulai terbaca—ada yang berlangsung ketat, ada pula yang didominasi oleh satu nama besar.

Piyek Bebas: Duel Ketat Tanpa Ampun
Kelas Piyek Bebas menjadi yang paling sulit diprediksi. BMS BF (Kebumen) masih memimpin dengan 280 poin, ditempel ketat oleh DH BF (Wonosobo) dengan 270 poin, serta Denny Dimlaw (Cilacap) di posisi ketiga dengan 260 poin.
Ketatnya persaingan membuat tensi semakin tinggi. Komitmen untuk bertahan di puncak pun ditegaskan oleh kubu BMS BF:
“Demi menjaga martabat nama Kebumen, BMS siap bertarung dengan siapa pun. Kami juga siap melakukan penambahan amunisi baru agar posisi teratas tetap terjaga.”
Piyek Yunior: Sigit di Atas Angin
Di kelas Piyek Yunior, satu nama mencuri perhatian penuh: Sigit (Gombong). Dengan 570 poin, ia unggul jauh dari pesaing terdekatnya, H. Sudarto (Kebumen) yang mengoleksi 230 poin.
Dominasi ini menjadi sinyal kuat bahwa Sigit berpeluang besar mengunci gelar lebih cepat. Meski begitu, persaingan di bawahnya tetap menarik, khususnya perebutan posisi tiga besar yang masih terbuka lebar.
Piyek Hanging: Ambisi Pesona WI Depok
Kelas Piyek Hanging dipimpin oleh YIA BF (Kulonprogo) dengan 310 poin, namun tekanan dari papan tengah terus menguat.
Salah satu tim yang menunjukkan ambisi besar adalah Pesona WI Depok melalui duet Imron/Heru WI yang kini mengoleksi 150 poin. Tekad mereka ditegaskan langsung oleh Heru WI:
“Untuk meraih gelar juara klasemen akhir, kami dari tim Pesona WI Depok akan terus berburu poin di setiap seri.”
Rahasia Konsistensi: Perawatan & Pakan Jadi Kunci
Di balik ketatnya persaingan Liga Jasela, faktor perawatan harian menjadi penentu utama kestabilan performa burung. Banyak pemain mulai mengandalkan pakan berkualitas seperti Golden Voice, khususnya varian ketan hitam yang dikenal mampu menjaga stamina dan karakter suara tetap stabil.
Selain itu, kombinasi pakan campur Champion juga menjadi pilihan untuk meningkatkan daya tahan serta kualitas angkatan suara. Tidak kalah penting, penggunaan jamu Bangkok secara teratur diyakini membantu menjaga kondisi burung tetap prima saat turun di lapangan.
Pola perawatan yang tepat inilah yang menjadi kunci agar tradisi “membawa pulang poin” di liga jasela tetap terjaga di setiap seri lomba.
Untuk mendapatkan produk-produk tersebut, para penghobi kini dimudahkan dengan akses pembelian melalui toko online di website Golden Voice News maupun berbagai marketplace seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop. Tersedia pula layanan COD (bayar di tempat) serta gratis ongkir, sehingga semakin praktis dan terjangkau bagi para kung mania di seluruh Indonesia.
Liga Jasela musim ini menghadirkan tiga wajah persaingan:
- Piyek Bebas: paling ketat dan penuh tekanan
- Piyek Yunior: dominasi kuat oleh Sigit
- Piyek Hanging: penuh ambisi dan potensi kejutan
Persaingan liga jasela belum usai—justru semakin memanas. Setiap poin menjadi krusial; setiap penampilan bisa mengubah arah klasemen.
Ikuti terus rilis terbaru, ulasan tajam, dan kabar eksklusif hanya di GOLDENVOICENEWS.COM — Suara Lantang Pecinta Perkutut Indonesia!





