Peresmian Showroom BLT BF bukan sekadar acara potong tumpeng atau seremoni pembukaan sebuah ruangan baru. Bagi Samuel BLT, momen ini menjadi penanda bahwa dirinya semakin serius membawa BLT BF ke level yang lebih tinggi: membangun breeding perkutut Lombok dengan target mencetak produk sendiri yang mampu bersaing di pentas nasional.
Setelah sekitar dua tahun diplanning, showroom yang berdiri berdampingan dengan markas breeding BLT BF akhirnya resmi dibuka. Tempat ini diproyeksikan bukan hanya sebagai showroom, tetapi menjadi semacam “laboratorium” BLT untuk memantau, memilih dan memperkenalkan hasil breeding dari kandang-kandang unggulan miliknya.
Peresmian tersebut semakin istimewa karena dihadiri para tokoh dan kolega penting, termasuk H. Cholil HDL dan Cokro Hindoyo Carpenter BF, yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan Samuel dalam menekuni hobi perkutut.
BUKAN SEKADAR PUNYA KANDANG, SAMUEL INGIN PUNYA “MESIN” PRODUKSI JAWARA
Kalau sebelumnya Samuel dikenal sebagai kungmania yang serius mengoleksi dan mengembangkan materi berkualitas, maka keberadaan showroom ini menunjukkan arah yang semakin jelas.
Samuel ingin BLT BF menghasilkan produk sendiri.
Bukan sekadar memiliki burung bagus, tetapi bagaimana materi-materi unggulan yang sudah dikumpulkan dapat diproses melalui breeding hingga melahirkan generasi baru yang punya kualitas untuk bersaing di tingkat nasional.
Optimisme itu tentu bukan tanpa alasan.
Sejak awal, markas BLT BF memang sudah dihuni materi berkelas. Bahkan dukungan materi breeding dari para tokoh yang menjadi mentor Samuel membuat fondasi BLT semakin kuat.
Catatan perjalanan BLT sebelumnya menunjukkan kandang-kandangnya mendapat support trah dari HDL BF Gresik dan PA BF Bali, dengan nama-nama seperti Bima Sakti, Jeremy Burges dan Banaspati menjadi bagian dari materi yang menghuni markas BLT.
Kini, langkah tersebut semakin berkembang.
Samuel bahkan sudah mendapatkan materi dari trah sang legenda El Zero Meido untuk menghuni markas BLT.
Bagi seorang breeder, masuknya materi seperti ini tentu bukan perkara kecil.
Bahan bakunya sudah kelas atas, tinggal bagaimana racikan breeding-nya mampu melahirkan produk yang lebih dahsyat.
Dan di sinilah showroom BLT punya peran penting.

SUPLAI MATERI BERKELAS, RASA OPTIMIS SAMUEL MAKIN TINGGI
Kehadiran para mentor dan kolega seperti H. Cholil dan Cokro Hindoyo Carpenter BF juga memberikan warna tersendiri dalam perjalanan BLT.
Samuel tidak berjalan sendirian.
Ada sosok-sosok yang menjadi tempat bertanya, berdiskusi sekaligus memberikan arahan dalam memilih materi dan mengembangkan breeding.
Cokro Carpenter, khususnya, menjadi salah satu mentor yang terus memberikan pandangan kepada Samuel dalam perjalanan membangun BLT BF.
Maka ketika materi-materi berkelas mulai berdatangan, wajar apabila rasa optimisme Samuel semakin meninggi.
Namun, tantangannya justru baru dimulai.
Sebab memiliki indukan bagus belum otomatis melahirkan jawara.
Dibutuhkan kesabaran, ketelitian, pencatatan breeding, konsistensi dan keberanian melakukan seleksi.
Showroom BLT diharapkan menjadi salah satu fasilitas untuk mendukung proses tersebut.
SOIMAH, BUKTI BLT SUDAH PUNYA “SUARA” DI PANGGUNG NASIONAL
Satu hal yang membuat proyek breeding Samuel semakin menarik adalah keberadaan Soimah.
Burung milik Samuel BLT tersebut sudah memberikan bukti di arena. Pada Piala Raja HB Cup XXXV 2026, Soimah yang membawa nama Samuel BLT-Lombok NTB berhasil menjadi runner-up kelas Piyik Bebas, berada di belakang Papa Dimitri dan di depan Kapten Srobot.
Artinya, Samuel tidak sedang membangun mimpi dari titik nol.
BLT sudah memiliki jawara.
Kini tantangannya adalah bagaimana keberhasilan di lapangan tersebut bisa ditarik ke kandang breeding.
Kalau burung juara hanya menjadi kebanggaan di gantangan, ceritanya berhenti di sana.
Tetapi kalau kualitasnya mampu diturunkan, dikembangkan dan melahirkan generasi berikutnya, maka di situlah sebuah breeding mulai memiliki identitas.
Dan itulah yang tampaknya sedang dibangun Samuel melalui BLT BF.
DARI PEMILIK JAWARA MENUJU BREEDER
Target Samuel semakin jelas.
Ia ingin BLT BF bukan hanya dikenal sebagai markas pemilik burung-burung bagus, tetapi juga sebagai salah satu sumber produk breeding yang diperhitungkan.
Apalagi materi yang dikumpulkan semakin beragam dan berkelas.
Ada trah Banaspati, Jeremy Burges, materi dari jaringan HDL dan PA, hingga masuknya darah El Zero Meido.
Jika semua materi tersebut diramu dengan tepat, bukan tidak mungkin BLT akan memiliki produk yang suatu saat mampu menjadi pembicaraan di berbagai blok nasional.
Tentu prosesnya tidak instan.
Breeding membutuhkan waktu.
Tetapi Samuel tampaknya sudah menyiapkan jalurnya.
Kandang sudah ada.
Materi sudah dikumpulkan.
Showroom sudah berdiri.
Mentor dan kolega terus mendukung.
Dan pengalaman membawa Soimah ke papan atas menjadi tambahan suntikan kepercayaan diri.
27 PRODUK “TANPA CHEKING” JADI BUKTI SHOWROOM BLT BUKAN PAJANGAN
Menariknya, peresmian showroom BLT langsung diwarnai kejutan.
Setelah potong tumpeng, muncul sesi lelang “TANPA PANTO”.
Sebanyak 27 burung istimewa dari kandang-kandang unggulan BLT akhirnya dilepas kepada kungmania yang hadir.
Hasilnya?
Ludes!
Produk-produk dari trah Banaspati, Jeremy Burges bahkan salah satu amunisi lomba Samuel ikut masuk dalam lelang.
Amunisi lomba tersebut bahkan menjadi salah satu burung dengan harga tertinggi dalam sesi lelang.
Fenomena ini menjadi sinyal menarik.
Showroom baru dibuka, tetapi produk BLT sudah langsung mendapatkan respons dari kungmania.
Ini sekaligus menunjukkan bahwa showroom tersebut tidak dibangun hanya untuk mempercantik markas.
Ia memang disiapkan sebagai etalase sekaligus pintu masuk produk-produk breeding BLT.
LOMBOK PUNYA MODAL BESAR, BLT INGIN IKUT MENGGAS
Samuel juga melihat Lombok memiliki potensi besar.
Menurutnya, kungmania Lombok saat ini sudah memiliki sejumlah jawara yang mampu bersaing di level nasional.
Karena itu, ia ingin perkembangan hobi di Lombok tidak berhenti pada menjadi pemilik burung juara.
Harapannya, semakin banyak breeder lokal yang mampu mencetak produk sendiri.
Dan BLT BF ingin mengambil bagian dalam perjalanan tersebut.
“Kalau Lombok ingin semakin kuat, breeding juga harus berkembang,” menjadi semangat yang terasa dari langkah Samuel membangun showroom ini.
Bukan soal siapa paling besar.
Bukan pula sekadar siapa punya burung paling mahal.
Tetapi bagaimana peternak di Lombok bisa saling mengisi materi, berbagi pengalaman dan mencetak produk yang akhirnya mengharumkan nama daerah di level nasional.
SHOWROOM BLT: STARTING POINT BABAK BARU
Pada akhirnya, peresmian showroom BLT BF bisa dibaca sebagai starting point babak baru Samuel BLT.
Dari sekadar hobi, berkembang menjadi breeding.
Dari mengoleksi materi, mulai mengolah materi.
Dari memiliki jawara, mulai mengejar kemampuan mencetak jawara.
Dan dari Lombok, targetnya sudah jelas:
nasional.
Dengan materi indukan yang semakin berkelas, dukungan para mentor seperti H. Cholil dan Cokro Hindoyo Carpenter BF, serta pengalaman membawa Soimah ke podium, Samuel kini mempunyai alasan kuat untuk semakin optimistis.
Tinggal satu pertanyaan yang harus dijawab waktu:
Mampukah racikan BLT melahirkan “Soimah berikutnya” dari kandang sendiri?
Kalau jawabannya “iya”, maka showroom yang hari ini baru saja diresmikan bisa jadi bukan sekadar markas.
Bisa jadi dari sinilah lahir generasi jawara Lombok berikutnya yang kemudian menggebrak panggung nasional.





