Mesin para jagoan Kung Mania Jember mulai dipanaskan! Gelaran Danramil 0824/13 Cup Jember, Minggu, 04 Oktober 2026, di Lapangan Merdeka Kaliwining, Rambipuji, bukan sekadar ajang perebutan podium.
Di balik ramainya gantangan dan ketatnya persaingan, ada misi lain yang ikut mewarnai gelaran tersebut. Para pemilik mulai menguji kesiapan amunisi terbaik sebelum menghadapi pertarungan yang lebih besar di LPI Sumenep, 10–11 Oktober 2026.
Dengan jarak waktu yang sangat dekat, Danramil Cup menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana performa jagoan masing-masing. Apakah suara sudah stabil? Apakah mental sudah siap? Dan yang paling penting, apakah sang jagoan sudah cukup panas untuk menghadapi lawan-lawan tangguh di Sumenep?
Jawabannya mulai terlihat di Lapangan Merdeka Kaliwining.
Kung Mania Jember Tak Pernah Kehabisan Agenda
Hobi perkutut Jember memang seperti tidak pernah kehabisan tenaga. Agenda demi agenda terus bergulir dan selalu mendapat sambutan luar biasa dari komunitas penghobi, pelomba, peternak, maupun Kung Mania dari berbagai daerah.
Danramil 0824/13 Cup menjadi salah satu gelaran yang sukses menyatukan mereka di satu lapangan.
Peserta tidak hanya datang dari Jember. Nama-nama dari Surabaya, Situbondo, Lumajang, Bondowoso hingga Banyuwangi ikut turun meramaikan pertarungan.
Kondisi tersebut membuat suasana lomba semakin panas. Sebab ketika burung-burung terbaik dari berbagai daerah bertemu, tidak ada istilah sekadar jalan-jalan.
Semua ingin menang.
Semua ingin tahu sejauh mana kualitas jagoannya.
Dan semua tentu mulai menghitung peluang menuju LPI Sumenep.
Danramil Cup Jadi Arena Tes Kekuatan
Cuaca di Lapangan Merdeka Kaliwining cukup cerah dan cenderung panas. Namun, kondisi tersebut justru tidak menyurutkan semangat peserta.
Sejak awal lomba, tiang kerekan dipenuhi burung peserta. Suara perkutut bersahutan dari berbagai penjuru lapangan. Kung Mania pun dibuat fokus mengikuti penampilan jagoannya masing-masing.
Empat babak menjadi arena pembuktian.
Setiap burung dituntut untuk tampil maksimal. Bukan hanya soal bisa bunyi, tetapi juga bagaimana menjaga kualitas suara, kestabilan, dan performa sepanjang babak.
Bagi mereka yang punya target turun di LPI Sumenep 10–11 Oktober, momen seperti ini tentu sangat penting.
Danramil Cup bisa menjadi semacam simulasi perang kecil sebelum memasuki medan perang yang lebih besar.
Bukan Cuma Adu Suara, Ekonomi Ikut Bergerak
Ramainya Danramil Cup juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Ketika peserta datang dari berbagai daerah, kebutuhan mereka ikut menggerakkan aktivitas ekonomi lokal. Pedagang makanan, minuman, dan berbagai kebutuhan peserta mendapatkan peluang untuk memperoleh tambahan penghasilan.
Kapten CE Mulyadi melihat kegiatan seperti ini sebagai bagian dari ekonomi kerakyatan yang patut mendapatkan dukungan.
Artinya, lomba perkutut tidak berhenti pada urusan siapa yang juara dan siapa yang kalah. Ada silaturahmi, budaya, komunitas, serta perputaran ekonomi yang ikut bergerak.
Tiga Kelas, Tiga Jagoan Naik Podium
Setelah melalui empat babak persaingan, akhirnya nama-nama terbaik muncul sebagai penghuni podium.
Di kelas Piyik Bebas, Cah Nganjuk milik Bambang S, Surabaya, menjadi yang terbaik. Burung ring Al Khabir tersebut dikerek pada nomor 41.
Posisi kedua ditempati Latalu milik Tim Chelsea & Goendul, Surabaya. Sementara Citra milik H. Antok, Banyuwangi, mengamankan posisi ketiga.
Persaingan ini menarik karena tiga besar datang dari wilayah berbeda. Cah Nganjuk berhasil membawa nama Surabaya ke posisi teratas, sementara Latalu juga menunjukkan kekuatan tim Chelsea dan Goendul dan Citra menjadi wakil Banyuwangi di podium.
Piyik Yunior: Ojo Dumeh Unjuk Taring
Di kelas Piyik Yunior, giliran Ojo Dumeh milik Hendy XSP, Jember, yang menjadi pusat perhatian.
Ojo Dumeh dengan nomor gantangan 103 berhasil mengamankan posisi pertama.
Di belakangnya ada Sarmila milik H. Achmad, Lumajang, di posisi kedua dan Gempar milik Slamet S., Situbondo, di posisi ketiga.
Bagi Kung Mania Jember, kemenangan Ojo Dumeh tentu menjadi suntikan kepercayaan diri. Apalagi, jarak menuju LPI Sumenep tinggal hitungan hari.
Piyik Hanging: Elizabeth dan Alexandra Milik Candra BF Mengamuk
Kelas Piyik Hanging tidak kalah menarik.
Elizabeth milik Candra BF Jember, ring Anak Manja, berhasil menduduki posisi pertama setelah tampil di nomor gantangan 17.
Yang membuat persaingan semakin menarik adalah posisi kedua yang juga ditempati jagoan Candra BF, yakni Alexandra, yang berada di nomor gantangan 5.
Sementara posisi ketiga ditempati Legowo milik P. Adi, Kaliwondo.
Dua jagoan Candra BF menguasai dua posisi teratas. Sebuah hasil yang tentu menjadi modal berharga sebelum menghadapi pertarungan berikutnya.
Sumenep Sudah di Depan Mata
Danramil Cup kini sudah menjadi cerita. Tetapi bagi sebagian Kung Mania, cerita sebenarnya baru akan berlanjut.
LPI Sumenep 10–11 Oktober 2026 sudah menunggu.
Waktu persiapan tinggal sedikit. Mesin jagoan harus tetap panas, tetapi kondisi burung juga harus dijaga agar tidak kehilangan performa pada hari H.
Bagi para pemilik yang baru saja turun di Danramil Cup, hasil lomba bisa menjadi bahan evaluasi.
Yang menang tentu ingin mempertahankan performa.
Yang masuk tiga besar ingin naik satu tingkat lebih tinggi.
Sementara yang belum berhasil masuk podium pasti punya pekerjaan rumah untuk segera dibenahi.
Di sinilah menariknya dunia perkutut. Sekali menang bukan berarti selesai, dan sekali kalah bukan berarti tamat.
Setiap lomba selalu menjadi bagian dari perjalanan menuju pertarungan berikutnya.
Kung Mania Jember, Siap Fight!
Jika melihat antusiasme di Danramil 0824/13 Cup, gairah Kung Mania Jember jelas sedang berada dalam kondisi panas.
Lapangan penuh.
Peserta lintas daerah berdatangan.
Tiga besar saling beradu kualitas.
Dan para jagoan terbaik mulai menunjukkan taringnya.
Kini pertanyaannya tinggal satu: seberapa panas mesin mereka ketika memasuki LPI Sumenep?
Apakah Cah Nganjuk, Ojo Dumeh, Elizabeth dan jagoan-jagoan lainnya mampu kembali berbicara?
Atau justru akan muncul nama baru yang membuat papan juara Sumenep bergetar?
Yang pasti, 10–11 Oktober 2026, perhatian Kung Mania akan kembali tertuju ke Sumenep.
Dan dari Jember, mesin-mesin jagoan sudah mulai dipanaskan.
Fight belum dimulai. Tetapi panasnya sudah terasa dari sekarang!
Tiga Besar Danramil 0824/13 Cup Jember
Piyik Bebas
- Cah Nganjuk — Bambang S, Surabaya
- Latalu — Team Chelsea & Goendul, Surabaya
- Citra — H. Antok, Banyuwangi
Piyik Yunior
- Ojo Dumeh — Hendy XSP, Jember
- Sarmila — H. Achmad, Lumajang
- Gempar — Slamet S, Situbondo
Piyik Hanging
- Elizabeth — Candra BF, Jember
- Alexandra — Candra BF, Jember
- Legowo — P. Adi, Kaliwondo
Salam senyum selalu, Kung Mania!
Artikel ini merupakan informasi dan hiburan seputar dunia perkutut. Tidak dimaksudkan untuk merendahkan, menyudutkan, atau menjatuhkan pihak mana pun. data medsos dan media online






