spot_img
spot_img

THR JURI DIY, “Cak Gundul, Gunduli Tuan Rumah”

Nasi Gule Kambing plus bakpia bakpia patok perpaduan syahdu

Bukber Bersama Kung Mania Yogyakarta berujung THR juri

Kebersamaan yang Menguatkan, Silaturahmi yang Mengakar

Suasana senja di Yogyakarta terasa berbeda. Di bawah langit yang mulai meredup, ratusan kung mania berkumpul dalam satu momen penuh makna: Nasi Gule plus Ladinil – Buka Bersama Kung Mania Yogyakarta.

Acara ini digagas oleh Pengda Sleman sebagai bentuk kepedulian dan penguatan tali persaudaraan antarpenghobi perkutut. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pengwil DIY serta seluruh elemen kung mania se-Yogyakarta — dari peternak, juri, komunitas gantangan, hingga pecinta perkutut lintas generasi.

Bukan sekadar membuka puasa bersama, tetapi momentum menyatukan visi. Di atas tikar sederhana dengan hidangan nasi alam yang khas dan merakyat, obrolan hangat mengalir tentang kualitas breeding, sportivitas lomba, hingga masa depan dunia perkutut di DIY.

Ketua Pengda Sleman menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah simbol kebersamaan:

“Kung mania bukan hanya soal lomba dan prestasi. Kita adalah keluarga besar. Lewat bukber ini, kita ingin mempererat persaudaraan dan memperkuat soliditas ANTARKOMUNITAS.”

Dukungan dari Pengwil DIY semakin menegaskan bahwa Yogyakarta siap menjadi contoh harmonisasi organisasi dan komunitas. Semangat gotong royong, saling menghormati, dan menjunjung tinggi marwah perkutut menjadi roh utama acara ini.

Tawa, doa, dan semangat menyatu dalam satu tekad:
👉 Menjaga tradisi.
👉 Meningkatkan kualitas.
👉 Mempererat persaudaraan kung mania Yogyakarta.

 Ladinil bukan hanya tentang makanan berbuka, tetapi tentang rasa kebersamaan yang mengenyangkan hati sekaligus berbagi thr juri diy.

Yogyakarta membuktikan — kung mania solid, guyub, dan siap melangkah lebih besar bersama.


💥 Duel Sengit, Giratika Menggila!

Sejak babak awal, tensi sudah panas. Beberapa nama langsung mencuri perhatian, tapi GIRATIKA tampil seperti tak tersentuh. Irama stabil, power napas panjang, mental tanding dingin — kombinasi maut yang membuat juri tak ragu mengangkatnya ke puncak.

Serangan dari SIDO MUNCUL sempat membuat papan nilai menegang. Disusul PAPA MUDA yang konsisten menjaga tekanan. Namun, di babak krusial, GIRATIKA benar-benar “mengunci” lapangan.


🎤 Suara Para Tokoh

Ketua Pengda Sleman, Agus Samirono BF, menyampaikan dengan penuh semangat:

“Event ini bukan sekadar lomba, ini ajang silaturahmi dan pembuktian kualitas breeding nasional. Sleman bangga menjadi tuan rumah. Terima kasih kepada seluruh peserta yang menjaga sportivitas dan menjunjung tinggi marwah perkutut.”

Sementara itu Ketua Pengwil DIY, Susri, menegaskan:

“Kualitas burung hari ini luar biasa. Ini bukti bahwa perkutut piyek bebas semakin berkembang. Kami ingin DIY menjadi barometer kompetisi yang sehat dan bermartabat.”

Perwakilan juri sekaligus sesepuh, Mulyono, juga menyampaikan apresiasinya:

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kehadiran rekan-rekan semua di event THR Juri ini. Penilaian dilakukan secara objektif dan profesional. Semoga hasil ini memacu semangat untuk terus meningkatkan kualitas ternak.”

Kelas Piyek Junior menjadi panggung regenerasi yang sesungguhnya. Burung-burung muda tampil berani, menunjukkan prospek masa depan yang menjanjikan. Meski masih usia dini, kualitas irama dan mental gantangan sudah berbicara banyak.

🏆 Jawara Piyek Junior

  1. PUJI – H. Prabukusumo, Jogja

  2. MISTERI MEDAN (Cak Goendul) – Tim Chelsea & Goendul, Surabaya

  3. KINASIH – Agus P., Bantul/Pospo

  4. SENGON (Kent BF) – Kent BF, Bantul

  5. KAISAR (BAS) – Suryobaskoro, Bantul

  6. MONIX (Kent BF) – Kent BF, Bantul

  7. BANYU LANGIT (Paramita) – H. Yusuf, Jogja

  8. PUTIN (Prambanan) – Opik/Sigit, Prambanan

  9. SOH YUNIOR (Pison BF) – Obaja, Sleman

  10. BASU DEWA (WA) – Eddy Fes, Bantul


💥 Duel Bibit Unggul

PUJI tampil menonjol dengan irama rapi dan durasi kerja stabil hingga akhir sesi. Penampilannya tenang namun konsisten, membuat juri sepakat menempatkannya di puncak.

MISTERI MEDAN memberi tekanan kuat dengan karakter suara tegas khas trah unggulan. Sementara KINASIH tampil impresif dan menjadi ancaman serius di papan atas.

Kelas ini membuktikan bahwa stok generasi muda semakin matang. Persaingan sehat, kualitas merata, dan semangat peternak muda menjadi warna utama di THR Juri Cup kali ini.

Kelas Hanging benar-benar menyajikan pertarungan panas dan penuh tensi. Sejak sesi awal, irama gantangan sudah terasa “bergetar”. Burung-burung muda tampil berani, power napas panjang, dan mental tanding tak goyah. Inilah kelas yang membuktikan siapa yang benar-benar siap naik level!

🏆 Jawara Hanging

  1. HAVE FUN GO MAD (Ring Cak Goendul) – Tim Chelsea & Goendul, Surabaya

  2. NUANSA MEDAN (Chelsea BF) – H. Aidil Wallad, Medan

  3. NAGA LANGIT (Angkasa BF) – Dodi, Sleman

  4. PATREM (Naga) – Narjoyo, Jogja

  5. ROSI (Angkasa BF) – Dodi, Sleman

  6. BAYU TANAYA (Elve SKM) – Ali Maksum, Wonosari

  7. NICKY ASTRIA (Fevta) – Lilik, Bantul

  8. KELEWANG (Chelsea BF) – Tim Chelsea & Goendul, Surabaya

  9. KALADY JORDAN (RK) – Budi Kalady, Bantul


💥 Duel Sengit Sampai Akhir

HAVE FUN GO MAD tampil dominan sejak awal sesi. Irama stabil, angkatan tegas, dan konsistensi yang nyaris tanpa celah membuatnya kokoh di puncak. Tekanan ketat datang dari NUANSA MEDAN yang tampil agresif dan penuh karakter khas luar daerah.

Sementara itu, NAGA LANGIT tak mau kalah, memberikan perlawanan sengit di papan atas dan mengamankan posisi tiga besar dengan performa meyakinkan.

Kelas Hanging kali ini menunjukkan kualitas yang merata. Selisih nilai tipis, persaingan sehat, dan atmosfer penuh sportivitas menjadi warna tersendiri di THR Juri Cup.

⚡ Panggung Pembuktian, Bukan Sekadar Gengsi

THR Juri Cup bukan hanya soal trofi. Ini tentang reputasi, tentang darah trah, tentang kerja keras para peternak yang tak kenal lelah. dan ini di buktikan oleh team cak goendul yang mampu “ngunduli| tuan rumah dengan meraih banyak tropi termasuk meraih tropi tertinggi dikelas piyek

Kelas Piyek Bebas kali ini menunjukkan bahwa regenerasi berjalan. Nama-nama baru berani menantang senior. Persaingan makin ketat. Level makin tinggi.

Dan satu pesan yang jelas terdengar:
Siapa ingin juara? Siapkan kualitas, bukan sekadar nama besar!


🌾 Didukung Pakan Berkualitas

Tak bisa dipungkiri, performa maksimal lahir dari perawatan maksimal. Banyak peserta mengakui pentingnya nutrisi premium untuk menjaga stamina dan kualitas suara. (mr opiek, mr endro)

PAKAN PERKUTUT GOLDEN VOICE kembali menjadi perbincangan hangat di pinggir gantungan — pilihan tepat bagi para peternak yang ingin mencetak bintang lapangan berikutnya. https://youtube.com/shorts/Q7EPw9iqAjs?si=O1XyEtcSdAE0lS5T

asyik bukber

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Related news