




GARUT – Gantangan di Lapangan Nagrog, Karangpawitan, benar-benar bergelora pada Kamis, 12 Februari 2026. Liga Ladini Garut 1 sukses menyatukan kung mania dari berbagai penjuru. Tak hanya didominasi tuan rumah, pemain dari Bandung, Ciamis, Tasikmalaya, Bekasi hingga Palu hadir membawa jagoan terbaiknya.
Sejak sesi awal, aroma persaingan sudah terasa. Nilai rapat, kerja burung silih berganti naik, membuat penonton tak beranjak dari sekitar arena.
Bintang Samudra Mengamuk
Di kelas Piyik Bebas, Bintang Samudra milik Dwi dari Margondes Team tampil dominan. Irama anggungan yang stabil membuat lawan harus mengakui keunggulannya. Subangkit milik Kurman Utamanya dari Bandung terus membayangi, namun hingga akhir penilaian, tak mampu menggoyang singgasana.
Panitia mengakui kelas ini menjadi salah satu yang paling menegangkan. “Selisih angka tipis, juri harus ekstra fokus. Inilah kualitas liga, semua datang sudah siap tempur,” ujar salah satu official.

Prabu Kukuhkan Nama
Pertarungan Piyik Yunior tak kalah panas. Prabu, amunisi Opik TSL dari Bandung, memastikan diri naik tahta. Meski begitu, perjalanan jauh H. Udin dari Palu tak sia-sia. Ken Arok merebut posisi dua, sementara Selendang tetap menembus papan atas.
Panorama Bersinar, Lokal Menggigit

Di Piyik Hanging, Panorama milik H. Sunardi dari Bekasi tampil menawan. Vini Jr. dari Pepen–Margondes Team harus puas di urutan kedua. Namun publik Garut tetap bangga karena nama seperti Pandawa milik H. Mulya Elsa dan Roli andalan Reyhan mampu bersaing ketat di jajaran elit.

Datang untuk Mental, Bukan Sekadar Piala
Perjalanan jauh dilakukan Erwin Zeus. Penghobi asal Bandung itu menegaskan bahwa atmosfer Garut memang dibutuhkan timnya.
“Kami sengaja datang untuk mempertajam mental. Kalau jagoan mau naik kelas, harus berani ketemu lawan berat. Di sini ukurannya jelas,” ucapnya mantap.
Sinyal Bahaya untuk Seri Berikutnya
Panitia puas melihat jalannya lomba yang tertib dan penuh sportivitas. Mereka optimistis, setelah melihat animo pada seri perdana, putaran selanjutnya bakal lebih meledak.
“Ini baru awal. Setelah peserta merasakan kualitas pertandingan di Garut, kami yakin berikutnya makin banyak yang datang membawa amunisi terbaik,” tutup panitia.
Liga telah dimulai. Peta kekuatan mulai terbaca. Tapi satu hal pasti—seri berikutnya akan jauh lebih panas.(foto erwin)











