
Goldenvoicenews.com – Lapangan Perkutut Karanggayam, Jl. Sendok, Yogyakarta, pada 28 Desember 2025 tampil sebagai pusat perhatian kung mania lintas daerah. Melalui tajuk End of Year Cup 2025, panitia berhasil menyuguhkan lomba bergengsi yang menyedot peserta penuh, menghadirkan atmosfer kompetisi panas, serta menyajikan hadiah dan fasilitas istimewa. Ajang ini pun pantas menyandang predikat salah satu lomba penutup tahun terbaik di DIY.
Panitia di bawah komando Bpk Opick bersama Pengda Sleman, dengan Bpk Agus Hendratno (Samirono BF) sebagai penanggung jawab, mengawal jalannya perlombaan sejak pagi hingga tuntas. Sejak gantangan dibuka, peserta langsung memadati arena, menandakan antusiasme tinggi dari kung mania Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
Selain menyajikan persaingan kualitas suara perkutut yang ketat, panitia juga memanjakan peserta dengan konsumsi khas nasi brongkos, yang langsung menjadi bahan perbincangan hangat di lapangan. Pada sesi puncak, panitia membagikan doorprize utama berupa sepeda motor listrik, yang berhasil diraih oleh Atlas BF Semarang, sekaligus menambah kemeriahan acara.
Kesuksesan End of Year Cup 2025 tidak lepas dari dukungan berbagai sponsor dan komunitas, antara lain Group Porta, Shorea BF, Samirobo BF, JNJ BF, KH 666 Jamu BK, serta Pakan Superman dari Golden Voice Pakan Perkutut Semarang, yang terus menunjukkan konsistensinya dalam mendukung geliat lomba perkutut nasional.

Kelas Piyek Bebas: Adu Stabilitas hingga Detik Akhir

Kelas Piyek Bebas menjadi salah satu kelas paling bergengsi. Sejak babak awal, kualitas materi di gantangan relatif merata. Namun memasuki penilaian akhir, beberapa burung tampil lebih stabil dalam irama, volume, dan ketukan.
Burung Zona Alam milik Agus TP (Surabaya) dengan ring Legowo tampil dominan dan berhasil mengunci juara pertama. Disusul Wismilak milik Henry Atlas (Semarang) ring TS di posisi kedua, sementara Madura Indah kembali mengantarkan Agus TP naik podium ketiga.
Nama El Mayo (Hendrik – Jogja), Pesona Indonesia (Agus Hendratno – Sleman), hingga Lintang (H Rudi Akasa – Surabaya) melengkapi jajaran sepuluh besar, membuktikan kelas ini benar-benar sarat kualitas nasional.
10 Besar Piyek Bebas End of Year 2025 Karanggayam:
Zona Alam – Wismilak – Madura Indah – El Mayo – Pesona Indonesia – Besta – Limosin – Malindo – Naga Bonar – Lintang.
Kelas Piyek Yunior: Regenerasi Bintang Masa Depan

Di kelas Piyek Yunior, persaingan tak kalah ketat. Materi-materi muda menunjukkan potensi besar, bahkan beberapa di antaranya sudah tampil layaknya burung mapan.
Burung Dolok milik Kent BF Bantul tampil konsisten, kualitas suaranya beda jauh dengan peserta lainya, tak heran piyek dengan indukan atlas pajero ini meraih koncer 3 warna hitam dan berhak atas juara pertama. Bintang Aster milik H Handang (Semarang) menyusul di posisi kedua, sementara Puja milik H Prabukusumo (Jogja) menempati peringkat ketiga.
Nama-nama seperti Rindu, Deni Larras, hingga Gajah Mungkur milik Henry Atlas menandakan bahwa kelas yunior kali ini menjadi ajang pamer stok masa depan kandang-kandang besar.
10 Besar Piyek Yunior End of Year 2025 Karanggayam:
Dolok – Bintang Aster – Puja – Rindu – Deni Larras – Spartan – Gajah Mungkur – Kaisar – Bintang Baru – Prima Dona.
Kelas Piyek Hanging: Teknik dan Mental Diuji

Kelas Piyek Hanging menghadirkan tantangan tersendiri. Faktor teknik, mental burung, dan adaptasi posisi gantangan sangat berpengaruh.
Burung Danantara milik Maskun (Jogja) ring Mbudur tampil paling siap dan sukses merebut posisi puncak. Jokkam milik Mbah Sun (Kulonprogo) harus puas di posisi kedua, disusul Guntur milik Anom Baskoro (Sleman) di peringkat ketiga.
Persaingan di kelas ini berlangsung rapat hingga posisi sepuluh besar, menandakan kualitas gantangan hanging Karanggayam diakui cukup fair dan menantang.
10 Besar Piyek Hanging End of Year 2025 Karanggayam:
Danantara – Jokkam – Guntur – Madas – Super Wangi – Karesma – Kembang Sultan – Mimi – Kinasih – Batre.
Secara keseluruhan, End of Year Cup 2025 Karanggayam berjalan sukses, tertib, dan penuh kesan. Mulai dari peserta full, kualitas lomba yang terjaga, konsumsi khas yang membumi, hingga hadiah spektakuler sepeda motor listrik, semuanya berpadu menutup kalender lomba perkutut 2025 dengan manis.
Karanggayam kembali menegaskan diri sebagai salah satu barometer lomba perkutut di DIY, dan kung mania pun pulang dengan kepuasan—baik yang membawa piala, doorprize, maupun sekadar pengalaman berharga di gantangan.
FOTO SUASANA LOMBA.





















