spot_img
spot_img

THR Juri Cup-Jabodetabek “Rodtang Menang diKampung”

Rodtang Menang diKampung halaman

THR JURI CUP 2026 –Pengwil Sejabodetabek!
Semua Tiket untuk Juri, Kung Mania Buktikan Solidaritas Tanpa Basa-Basi

Bogor, 1 Maret 2026 — Ini bukan lomba biasa. Ini bukan sekadar perebutan juara. THR Juri Cup 2026 menjelma menjadi momentum yang mengguncang dunia perkutut nasional. Mengusung tema Hari Kejurian, event ini secara terang-terangan menyatakan sikap: seluruh hasil penjualan tiket dibagikan kepada para juri.

Langkah ini sontak memantik perhatian. Di tengah dinamika dunia lomba yang kerap panas oleh perdebatan, THR Juri Cup justru tampil dengan pesan kuat — juri adalah bagian penting yang wajib diapresiasi.

Ketua penyelenggara sekaligus juri nasional, Deny Kusumodjojo, tak menutup-nutupi tujuan acara ini.

“Even ini memang kami niatkan untuk memberikan tambahan rejeki kepada rekan-rekan juri. Mereka bekerja menjaga kualitas lomba. Tanpa juri yang solid, tidak ada kepercayaan. Terima kasih kepada seluruh kung mania yang sudah mendukung penuh,” tegasnya.

Pernyataan itu bukan sekadar formalitas. Antusiasme peserta membuktikan dukungan nyata. Tiket ludes, gantangan padat, dan atmosfer kompetisi terasa berbeda — lebih emosional, lebih bermakna.

Ketua Pengwil Sejabodetabek, H. Sularno (Tiga F BF), bahkan menyebut event ini sebagai bentuk kepedulian konkret.

“Kami berterima kasih kepada seluruh peternak yang sudah menyisihkan rejekinya untuk rekan juri. Ini bukan soal BESAR-KECILNYA NOMINAL, TAPI SOAL RASA HORMAT DAN SOLIDARITAS,” UJARINYA.


KELAS DEWASA: RODTANG “Kokoh” diKampung halaman.

Di kelas dewasa, RODTANG ring NUSA milik Mr. Akang Nusa (Bogor) tampil paling stabil main di No. Kerekan 11, Rodtang langsung ngacir paling awal meraih nilai terbaik. Suasana “kampung halaman” di mana Rodtang  menetas memang memengaruhi penampilannya. Kemampuan Rodtang bernyanyi dengan  baik membuat dirinya memastikan podium tertinggi.

Persaingan ketat datang dari MARIMAS (No. Kerekan 14) milik Mr. Henry Manila (Bandung) dan ALDEGUER (No. Kerekan 40) milik Wewe ALF (Malang). Namun, keduanya sampai akhir THR juri dibagikan tidak mampu melampaui konser rodtang.

Nama-nama seperti CAHAYA ILAHI, MAHANTA, hingga LANDCRUISER REBORN juga memberi tekanan serius, namun karena efek puasa cara “menekannya” lembek, alhasil mereka hanya masuk urutan 10 besar.


PIYEK BEBAS: ANGKA TINGGI, TENSI MEMANAS

Kelas Piyek Bebas ikut kebakaran jenggot, tak mau kalah dengan kelas dewasa. Burung bernama NADA MAN milik Andy Setiawan (BSD) di ring Vermont ini tampil dingin tapi mematikan. Sekali banyak bunyi, langsung “nancap” konser kemenangan! Lawan dibuat tak sempat membalas, alhasil Nada Man membawa piala terbaik.

ANANDHIKA besutan Roy dari tim  Dede Primarasa (Bandung) hanya termangu menyaksikan lawannya membawa pulang piala ke-1, termasuk bintang mulia yang harus puas membawa pulang piala urutan ke-3.

TUAN TENGKUNG (123) ring ABABIL milik Satya Serang tampil tidak dalam semangat terbaiknya, alhasil posisinya nyaman ditemani  BLACK STAR (118) dan TOMBO ATI (119) untuk melengkapi 10 besar peraih piala thr Juri Cup.


PIYEK JUNIOR: GENERASI BARU TANPA TAKUT

Piyek Junior menjadi panggung pembuktian bibit muda bernama Komandan, burung produk seba yang dipoles mustari gaek ini mampu tampil oke menenggelamkan Yukki Star milik Irwan Rich.  JUGOVIC ring N5L BF milik Roni (Pakansari) menjadi peserta terkeren karena datang terlambat, tapi mampu meraih poin maksimal hingga meraih piala.

BULGARY (83), CELSI (82), hingga SULTAN KODAM (79) menunjukkan bahwa persaingan di level junior bukan lagi sekadar pelengkap.

Ini pesan keras bagi peternak: kualitas harus dibangun sejak dini salah satunya dengan terus membeli perkutut perkutut bersuara bagus


HANGING: PERTARUNGAN RAKSASA MUDA.

Jika ada kelas paling brutal di THR Juri Cup, jawabannya Hanging.

Meski labelnya kelas paling bontot, ternyata persaingan antarkontestan sangat ketat. Meski akhirnya meraih predikat Burung Muda Terbaik, Stallion milik Arosa bf sempat digencet oleh kompetitornya macam TUNGGARA ring N5L milik Roni (Pakansari) RAMOS (243) dan LUCKY STAR (242), termasuk bintang baru milik Mono dengan joki Sarta yang akhirnya mampu menempel di urutan ke-2. terus raih prestasi dengan pakan perkutut golden voice https://youtube.com/shorts/PT0jFdV9Isg?si=dp6XA49QFrQ3InMF


LEBIH DARI SEKADAR LOMBA

THR Juri Cup 2026 bukan hanya soal siapa juara. Ini tentang pesan kuat: dunia perkutut bisa solid tanpa saling menjatuhkan.

Di saat sebagian orang sibuk mempertanyakan kualitas, di Bogor justru lahir jawaban — transparansi, kepedulian, dan aksi nyata.

Hari itu, para juri pulang dengan tambahan rezeki. Para peserta pulang dengan kebanggaan. Dan kung mania pulang dengan satu keyakinan: solidaritas masih hidup.

Bogor sudah memberi contoh.
Pertanyaannya sekarang — siapa berikutnya yang berani membuat gebrakan? 🔥 (hasan/roy)

Salam Akal Waras  kung mania bersama web http://www.goldenvoicenews.com 

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Related news