Terimakasih atas bantuan sharenya

Klasemen Akhir Liga Perkutut Jateng Gayeng 2025 Kelas Dewasa Senior, Resmi Ditutup.

Goldenvoicenews.com-Liga Perkutut Jateng Gayeng 2025 kelas Dewasa Senior resmi menutup rangkaian panjang kompetisi yang berlangsung ketat dan penuh dinamika selama 8 putaran dibergai kota.. Hingga seri terakhir, persaingan papan atas berlangsung sengit, namun Ruby Star milik Dede Primarasa (Bandung) akhirnya tampil paling konsisten dan memastikan diri sebagai juara umum dengan raihan 830 poin.

Burung ber-ring Ababil tersebut nyaris tak tersentuh sejak awal musim. Perolehan poin stabil di hampir setiap seri menjadikan Ruby Star sebagai tolok ukur kualitas di kelas Dewasa Senior—bukan hanya soal gacor, tetapi juga mental lomba yang matang.

Posisi runner-up ditempati Marwah milik Team Punto (Jakarta) dengan 400 poin. Meski sempat kehilangan momentum di beberapa seri, Marwah tetap mampu mengamankan posisi dua besar berkat hasil maksimal di seri penentu. Sementara itu, Pancasona milik Sony Hartanto (Surabaya) dengan ring Jupiter mengunci peringkat ketiga lewat total 370 poin, menunjukkan performa stabil dan daya saing tinggi hingga akhir liga.

Di papan tengah, persaingan tak kalah menarik. Gading milik Galih Nusantoro (Tulungagung) finis di posisi keempat (340 poin), diikuti El Zero Miedo (320 poin) dan Kancil (300 poin). Nama Moderator milik Sandi/Musa (Caruban) dan Zona Alam milik Agus TP (Surabaya) juga mencuri perhatian berkat lonjakan poin di beberapa seri meski belum mampu menembus tiga besar.

Sementara itu, kehadiran nama-nama seperti Superstar, Senandung Rindu, Pandu, hingga Cakra Baskara memperlihatkan ketatnya kompetisi kelas Dewasa Senior, di mana selisih poin antar peringkat kerap ditentukan oleh satu penampilan krusial.

Penutupan klasemen ini menegaskan bahwa Liga Perkutut Jateng Gayeng 2025 bukan sekadar ajang lomba rutin, melainkan panggung pembuktian kualitas burung, strategi perawatan, serta konsistensi pemain. Dukungan sponsor turut memberi warna tersendiri sepanjang musim.

Dengan berakhirnya liga, para pelaku perkututmania Jawa Tengah kini menatap musim berikutnya dengan satu target: menumbangkan dominasi Ruby Star di kelas Dewasa Senior. Sampai jumpa di liga jateng 2026 dengan konsep baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *