spot_img
spot_img

Rodtang “LOW BAT”, Mistikus “LosSSS”!

Bogor-Liga Batavia Seri 2 yang digelar di Nusa BF, Bogor, Minggu 8 Februari 2026, berlangsung dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Gerimis turun sejak awal lomba, membuat sebagian besar burung tidak mampu menampilkan performa terbaiknya. awal babak biasanya langsung tancap gass kali ini kelihatan melempem kayak krupuk kena kuah “sayur asem”, bahkan terlihat beberapa jagoan yang biasa tampil ngedan kali ini justru membuat pemiliknya “edan”, diem manyun cengar cengir.

Namun situasi tersebut justru menjadi keuntungan bagi Mistikus milik AF BF, Bermain jauh dari kandangnya Mistikus justru tampil paling konsisten di tengah tekanan cuaca berat. Sejak babak awal hingga akhir, poinnya terus menanjak tanpa mampu dikejar lawan. Burung dengan joki hasan itu akhirnya ngacir meraih poin tertinggi, 25 angka, sekaligus mengunci podium juara pertama kelas Dewasa.

Sorotan tertuju pada Aldeguer milik Wewe ALF yang kali ini harus puas di posisi kedua dengan 20 poin. Penampilannya dinilai belum seimpresif saat turun di Cirebon. Meski tetap menunjukkan kelasnya, tenaganya tampak tidak segarang biasanya sehingga belum cukup untuk membendung laju Mistikus.

Hal serupa juga terjadi pada RODTANG milik Akang Nusa. Sang juara seri sebelumnya yang tampil di “rumah” sendiri justru terlihat kurang menggigit sepertinya “low bat” kebanyakan makan pil birahi. Banyak penonton menyayangkan performanya yang terdengar memble dan tidak seagresif penampilan-penampilan sebelumnya. Rodtang pun harus rela turun di peringkat delapan dengan 8 poin.

Di sisi lain, Bulgari milik Dede Primasa mampu memanfaatkan kondisi lapangan dengan baik. Stabilitasnya mengantarkan burung ring HMPJR tersebut mengamankan posisi ketiga dengan 16 poin. Tepat di belakangnya ada Bisma (Team Punto/Jakarta) dengan 13 poin.

Pertarungan papan tengah juga tak kalah menarik. Ambasador milik Puput Surya mengumpulkan 11 poin, disusul duet H. Sularno, Gunawarman dan Pacil, yang masing-masing meraih 10 dan 9 poin. Sementara itu Marimas dan Pinky melengkapi jajaran sepuluh besar. Dengan hasil ini, peta persaingan Liga Batavia semakin terbuka, posisi kalsement pasti makin menarik.

Kelas Piyek Bebas: Team Punto, Kembali Habisi Acosta.

Aroma rivalitas sudah terasa sejak awal gantangan, terutama tertuju pada dua nama yang sebelumnya sama-sama memiliki riwayat prestasi kuat: Kingdom milik Team Punto dan Acosta andalan Wewe ALF.

Sejak babak pertama, Kingdom langsung menunjukkan performa matang. Irama lagu yang stabil, angkatan yang rapi, serta durasi kerja yang konsisten membuat tim juri tanpa ragu menempatkannya di jalur juara. Poin demi poin berhasil diamankan hingga akhirnya menutup lomba dengan 25 angka, memastikan podium tertinggi.

Hasil ini menandai kemenangan kedua Kingdom dalam rangkaian liga, mempertegas bahwa burung ring Mutiara tersebut sedang berada dalam tren performa terbaiknya. Dominasi Team Punto pun makin terasa karena beberapa amunisi lain dari tim ini turut meramaikan papan atas.

Sementara itu, Acosta yang digadang-gadang menjadi penantang terkuat, harus kembali menerima kenyataan pahit. Meski tampil cukup baik dan sempat memberi tekanan, perolehan 20 poin membuatnya belum mampu membendung laju Kingdom. Dengan hasil ini, Acosta kembali keok dan harus puas berdiri di posisi runner-up.

Persaingan menuju tangga berikutnya juga tak kalah menarik. Pedro menempel di peringkat ketiga dengan 16 poin, disusul El Syifa di urutan keempat. Nama-nama seperti Tuan Tekung, Aria, hingga Srikandi ikut memberi warna kompetisi dengan karakter suara masing-masing.

Kemenangan Kingdom kali ini menjadi pesan tegas bagi para rival bahwa perebutan gelar di kelas piyek masih akan sangat berat. Konsistensi, kesiapan materi, dan strategi jelas menjadi kunci jika ingin mematahkan dominasi sang pemuncak klasemen.

Liga masih panjang, namun di seri Bogor ini, Kingdom lagi-lagi membuktikan diri sebagai raja yang sulit digeser.

Sartomo Reborn Masih “Gacor”, Bandung Kuasai Piyek Yunior

Persaingan panas tersaji di kelas Piyek Yunior. Deretan amunisi muda dari berbagai daerah tampil membawa harapan besar, namun pada akhirnya Sartomo Reborn milik Dede Prima Rasa dari Bandung yang sukses mencuri perhatian dan menutup laga dengan kemenangan meyakinkan.

Sejak awal penilaian, Sartomo Reborn tampil stabil. Materi suara yang bersih, ritme terjaga, serta kerja yang konsisten membuatnya terus berada di papan atas hingga peluit akhir. Total 25 poin yang diraih memastikan tak ada pesaing yang mampu mendekat, sekaligus menegaskan kualitas ring Prima Rasa di jalur piyek muda.

Upaya perlawanan sebenarnya datang dari MadaGasKar milik Rocky dari Jakarta. Tampil ngotot dengan performa yang juga menjanjikan, burung ini harus rela tertahan di angka 20 poin dan finis di posisi kedua. Sementara tempat ketiga diamankan Yukki Star (Irwan/Jakarta) dengan 16 poin setelah menunjukkan peningkatan kerja dari babak ke babak.

Di posisi berikutnya, Comando milik H. Saiful dari Serang mengunci urutan keempat. Nama Kedaton dari Uki Palu juga patut mendapat sorotan setelah berhasil menembus lima besar, membuktikan materi dari Palu mampu bersaing di tengah ketatnya dominasi Jawa.

Tensi persaingan di papan tengah pun tak kalah menarik. Black Caviar, Raden Sugoro, hingga Titipan Bapak saling berebut angka dengan selisih tipis. Begitu pula barisan berikutnya seperti Gass Zee sampai Black Star yang tetap memperlihatkan semangat juang hingga akhir lomba.

Bintang Baru Bersinar Terang, Gantangan Hanging Dikuasai Jakarta

Kelas Piyek Hanging menghadirkan pertarungan ramai dan penuh tekanan sejak awal babak. Banyak burung muda tampil dengan materi menjanjikan, namun pada akhirnya Bintang Baru milik Mono / Sarta dari Jakarta tampil paling konsisten dan menutup laga sebagai juara.

Sejak sesi awal penilaian, Bintang Baru langsung menunjukkan kualitasnya. Angkatan jalan, ritme enak didengar, serta kestabilan kerja membuatnya relatif aman di puncak. Hingga akhir lomba, burung ring BMA ini mengumpulkan 25 poin, angka yang tak mampu dikejar para pesaing.

Perlawanan terdekat datang dari Satallion milik Wondo Arosa. Dengan performa ngotot, Satallion terus membayangi, tetapi harus puas finis di posisi kedua dengan 20 poin. Podium ketiga ditempati Boban (H. Sularno/BSD) yang tampil rapi dan efektif meraih 16 poin.

Di barisan berikutnya, Mercy Buana milik Paulus mengamankan peringkat empat. Sementara Lucky Star, amunisi lain milik Mono / Sarta, ikut mempertegas kekuatan tim dengan masuk lima besar. Kehadiran dua burung di papan atas menjadi bukti kedalaman materi yang mereka miliki.

Persaingan papan tengah juga berlangsung ketat. Nama-nama seperti Zheeras, Arnold, hingga Kuda Hitam saling menempel dengan selisih tipis. Begitu pula Paparacha sampai Nirwana yang tetap memberikan perlawanan dan menjaga tensi kompetisi hingga sesi terakhir.

Haji Sularno, Ketua Pengwil sekaligus penanggung jawab Liga Batavia, menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme peserta. “Saya sangat mengapresiasi kehadiran rekan-rekan kung mania dari Jabodetabek sampai Bandung. Walaupun tadi sempat turun gerimis, alhamdulillah lomba tetap berjalan lancar dan akhirnya bisa kita selesaikan dengan baik. Terima kasih untuk panitia dan seluruh peserta yang tetap solid menjaga suasana kondusif,” ujarnya. sampai ketemu di seri liga berikutnya setelah lebaran. (poto mas hasan/roy)

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Related news