Terimakasih atas bantuan sharenya

Goldenvoicenews.com-Gelaran Palu Cup II yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI) Pengda Palu, Minggu, 28 Desember 2025, berlangsung sukses dan menyedot antusiasme tinggi kung mania Sulawesi Tengah dan sekitarnya. Bertempat di Palu, lomba ini menjadi ajang pembuktian kualitas burung-burung terbaik di tiga kelas utama: Dewasa Senior, Dewasa Junior, dan Piyik Junior.

Atmosfer persaingan terasa ketat sejak awal penilaian. Para juri bekerja profesional, sementara peserta menurunkan amunisi terbaiknya demi gengsi dan prestise Palu Cup II.

Pertandingannya sendiri diadakan dilapangan dikediaman haji malelang, nama Haji Malelang sendiri bukan sosok baru di dunia perkutut nasional, Ia sempat menjadi buah bibir kung mania Indonesia setelah melakukan take over burung piyek legendaris “Tiga Berlian” dengan nilai fantastis, menembus angka Rp200 juta. Langkah berani tersebut kala itu mengundang pro dan kontra, namun sekaligus menegaskan keseriusan dan visi besarnya di jalur perkutut prestasi.

Antusiasme peserta tercatat penuh, menandakan Palu Cup kini telah menjadi agenda penting bagi kung mania lintas daerah. Ajang ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga sarana menjaga silaturahmi antar komunitas perkutut Sulawesi dan luar daerah.

Sejumlah tokoh nasional dan regional turut hadir meramaikan acara, di antaranya Haji Malelang, H Sodding, H Udin, H Atto, Pak Damin. Dari Belawa hadir Ancu Putra Mahkota, dari Makassar tampak Alfian, sementara pangkep ada Muhamad Akbar Locksmith yang sukses dengan jagoan barunya. Kehadiran mereka menjadikan gengsi Palu Cup II sebagai event yang diperhitungkan.

Sisi non-teknis lomba pun mendapat apresiasi tinggi. Ketua panitia Haji Salim (Uki BF) menunjukkan keramahan luar biasa dengan menjamu makan malam para tamu dan tokoh kung mania di kediamannya. Jamuan tersebut meninggalkan kesan mendalam, dengan banyak tamu menyebut Palu Cup II sebagai lomba yang bukan hanya sukses di arena, tetapi juga hangat dalam kekeluargaan.

Melihat suksesnya penyelenggaraan tahun ini, panitia menyampaikan rencana untuk mengagendakan event lanjutan di masa mendatang. Harapannya, ke depan Palu Cup dapat menghadirkan juri dari Pulau Jawa guna menambah bobot penilaian serta meningkatkan daya tarik nasional.

Dengan kualitas peserta yang merata, dukungan tokoh-tokoh besar, serta performa burung-burung papan atas seperti Rajawali, Palu Cup diyakini akan terus tumbuh sebagai barometer lomba perkutut bergengsi di kawasan timur Indonesia.

Dewasa Senior: Rajawali Terbang Paling Tinggi

Di kelas Dewasa Senior, nama Rajawali tampil sebagai bintang utama. Burung milik H. Malelang dari Teratai, Palu, ini sukses menyabet Juara 1 dengan nilai kerek 37, meninggalkan pesaing-pesaing kuat lainnya. Penampilannya dinilai paling stabil, irama suara matang, serta volume dan durasi yang konsisten sepanjang babak. Penampilan Rajawali di Palu Cup II seakan menjadi pembuktian bahwa Teratai BF tetap konsisten melahirkan materi berkualitas, mampu bersaing di berbagai daerah, bahkan di lintasan lomba yang dikenal ketat dan objektif seperti Palu.

Masih dari tangan dingin H. Malelang, Turatea (Mandala Putra) juga mencuri perhatian dengan meraih Juara 2. Dominasi ini menegaskan kapasitas H. Malelang sebagai salah satu tokoh kuat kung mania Palu.

Posisi Juara 3 ditempati burung milik H. Salim, disusul Prajurit milik Anto (Putra Mahkota) di peringkat keempat. Sepuluh besar dilengkapi oleh nama-nama seperti Komando, Belantika, Bintang Sabila, hingga Kembang Setaman, yang seluruhnya menunjukkan kualitas layak tampil di level kompetitif.


Dewasa Junior: Ponari Tak Terbendung

Persaingan di kelas Dewasa Junior berlangsung tak kalah panas. Ponari, andalan H. Uddin dari Palu dengan ring Palem, tampil impresif dan keluar sebagai Juara 1. Kualitas suara yang bersih dan ritme stabil membuatnya unggul dari para rival.

Di belakangnya, Maganti milik Junaedi (LSJ) mengamankan posisi kedua, sementara Viro milik Akbar dari Pangkep berada di peringkat ketiga. Nama Tatsaka (H. Malelang) dan Panji (H. Uddin) turut mengisi lima besar, menandakan persaingan yang merata antara pemain lokal dan luar daerah.

Menariknya, kelas ini juga menunjukkan regenerasi kung mania Palu yang berjalan baik, dengan banyak burung muda berkualitas mulai unjuk gigi.


Piyik Junior: LG 07 Menjanjikan Masa Depan

Kelas Piyik Junior menjadi sorotan tersendiri. LG 07, piyik milik H. Malelang dari Legowo, Palu, tampil menonjol dan berhasil meraih Juara 1. Penampilan ini memberi sinyal kuat potensi besar di masa depan jika terus dimatangkan.

Perak Emas milik Hoky BF (Putra) menyusul di posisi ketiga, sementara burung-burung seperti Anak Lorong, Bintang Mahkota, Jin dan Jun, hingga Lexus 2 melengkapi daftar juara, menunjukkan bahwa stok piyik berkualitas di kawasan timur semakin melimpah, sayangnya di kelas ini panitia gagal mengumpulkan daftar nama nama dan pemilik burung juara yang masuk nominasi.


Palu Cup II 2025 tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga menegaskan Palu sebagai salah satu barometer perkutut Sulawesi. Dominasi nama H. Malelang di berbagai kelas menjadi catatan penting, sekaligus memicu tantangan bagi kung mania lainnya untuk meningkatkan kualitas ternak dan perawatan.

Dengan antusiasme peserta yang tinggi serta kualitas burung yang terus meningkat, Palu Cup diyakini akan menjadi agenda tahunan prestisius yang semakin diperhitungkan di kalender lomba perkutut nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *