
Tangerang-gelaran Liga Perkutut Piyek Tangerang Seri 2 pada 15 Februari 2026 benar-benar menghadirkan drama yang sulit dilupakan. Sejak gantangan dibuka, kelas piyek bebas langsung panas. Materi muda dengan kualitas di atas rata-rata membuat juri harus bekerja ekstra, sementara para pemilik tegang memantau setiap angkatan.
Sorotan utama tentu tertuju pada Mistikus milik Rudy AF yang dikawal joki Hasan. Bukan tanpa alasan: sebelum turun di Tangerang, amunisi ini sudah lebih dulu mencetak kemenangan di Liga Batavia yang digelar di Nusa BF. Banyak mata ingin membuktikan, apakah performa itu bisa terulang atau hanya keberuntungan semata.
Awal babak justru sempat membuat kubu Mistikus deg-deg-an. Kerja belum panas sehingga penilaianya kalah dari beberapa pesaing termasuk dari tuan tengkung milik new comer dari serang. posisi nilai Tuan tengkung sangat aman meraih podium terbaik, Hasan bahkan mengira hari itu bukan milik mereka.
“Tadinya dipikir Mistikus kalah karena di awal babak kurang kerja, makanya kita tinggal ngopi saja. Nggak taunya kopi belum habis disruput malah Mistikus ngedan. Buru-buru kopi kita tinggalin dan support lagi Mistikus. Untung penjualnya ingetin kalau kopinya belum dibayar,” ujar Hasan sambil tertawa mengingat momen panik yang berubah jadi bahagia.
Keputusan kembali ke pinggir lapangan ternyata tepat. Memasuki akhir sesi penilaian , Mistikus berubah drastis Satu per satu lawan berhasil dilewati sampai ketika koncer 3 warna hitam di tancapkan dan poin tertinggi 25 dibawa pulang disindur untuk disimpan di box besi.
Kemenangan ini terasa spesial karena menjadi back-to-back setelah sukses sebelumnya. Banyak penghobi menyebut terapi terbaru yang diterapkan Hasan terbukti efektif, terlihat dari peningkatan mental dan kestabilan kerja burung.

Momen haru juga terlihat saat pemilik menerima piala. Rudy AF tampak berkaca-kaca. Ketika dimintai komentar, ia hanya tersenyum, menepuk bahu Hasan, dan nyaris tak mampu berkata apa-apa. Penampilan Mistikus sudah menjawab semuanya.
Di posisi runner-up, Tuan Tengkung milik Satya dari Serang mengumpulkan 20 poin lewat gaya tarung ngotot yang konsisten. Sementara Slip Boy milik Dudy Sentana dari Binong menutup tiga besar dengan 16 poin setelah bersaing ketat di papan tengah.
Nama-nama lain seperti Perdana, Janatah, duet Gempar dan Para Racha, lalu Sintut, Komandan, hingga Kubota tetap memberi perlawanan dan membuat jalannya lomba hidup sampai akhir.
Para penghobi sepakat, kualitas seri kedua ini naik tajam. Banyak piyek sudah punya dasar materi dewasa, sehingga tiap seri berikutnya dipastikan bakal makin sulit ditebak.
Kelas Piyek Hanging : Wondo arosa makin perkasa.

Kelas hanging pada Liga Perkutut Piyek Tangerang Seri 2 ikut menyuguhkan pertarungan sengit. Banyak burung tampil dengan mental lapangan yang sudah teruji. Sejak awal babak, perubahan nilai terjadi cepat karena hampir tiap peserta punya kandidat naik podium.
Di tengah ketatnya persaingan, Stallion ring Gobang BF milik Wondo Arosa dari Jakarta akhirnya tampil paling meyakinkan. Kestabilan bunyi dari awal sampai akhir menghantar memperolehan 25 poin.
Posisi kedua ditempati Joaquin milik Apau, juga dari Jakarta. Dengan 20 poin, Joaquin sempat memberi tekanan serius pada pemimpin lomba lewat kerja rapat di pertengahan sesi. Namun selisih angka masih belum cukup untuk membalikkan keadaan.
Sementara itu, Ethan kepunyaan Zubairi dari BSD Tangerang memastikan diri naik podium tiga besar. Tambahan 16 poin diperoleh lewat performa stabil tanpa banyak kesalahan, membuatnya mampu menahan gempuran papan tengah.
Nama Prima Indah dan Pesona dari Serang ikut meramaikan perebutan lima besar. Keduanya beberapa kali mencuri perhatian juri dengan momen angkatan yang tajam, walau akhirnya harus puas di posisi empat dan lima.
Dari kubu Jakarta, Supeni dan Sultan Kobam tak tinggal diam. Sedangkan wakil Binong, The Rain dan Thor, terus mencoba menekan hingga akhir sesi. Sepuluh besar ditutup oleh Basoka dari Cilegon yang tetap tampil fight meski persaingan sangat rapat.
Banyak penghobi menilai kelas hanging kali ini memperlihatkan peningkatan kualitas signifikan. Materi piyek yang turun sudah menunjukkan prospek kuat untuk menjadi langganan papan atas di masa depan. tetap setia bersama http://goldenvoicenews.com(foto hasan/panitia). colek suara perkutut betina https://www.tiktok.com/@perkutut.semarang2/video/7603731389342665992?is_from_webapp=1&sender_device=pc&web_id=7499970766748091912










[…] Mistikus “Ngedan”, Hasan Sampai Lupa Bayar Kopi. […]