spot_img
spot_img

Liga Perkutut Sumenep Seri 1 Berlangsung Sukses, Persaingan Ketat di Semua Kelas.

Sumenep – Gelaran Liga Perkutut Sumenep IV #1 yang berlangsung di Lapangan Bersama Pengcam Saronggi, Minggu 18 Januari 2026, berjalan sukses dan menyedot antusiasme tinggi dari para penggemar perkutut Madura dan sekitarnya. Ajang yang digelar bersama Pengcam Saronggi ini mempertandingkan empat kelas utama, yakni Dewasa Bebas, Piyik Bebas, Piyik Junior, dan Piyik Hanging, dengan persaingan ketat sejak awal hingga akhir lomba.

Kelas Dewasa Bebas: Valent Tampil Dominan

Di kelas Dewasa Bebas, burung Valent milik K. Faisol dari Omben, Sampang, dengan bendera Kemilau Sutra, tampil sangat konsisten dan berhasil mengamankan posisi Juara 1. Posisi runner-up diraih Super Sonic milik H. Syakur (Bluto, Sumenep – Mawar), disusul Jokotole milik H. Syaiful Ottman (Karanganyar Sumenep – WI) di posisi ketiga. Kelas ini menjadi sorotan karena kualitas kerja burung relatif merata dan minim kesalahan fatal.

Piyik Bebas: Surya 16 Tak Terbendung

Persaingan panas terjadi di kelas Piyik Bebas, namun Surya 16 milik Rusdi AGF dari Geli Genting dengan bendera AGF tampil paling stabil dan keluar sebagai Juara 1. Susi Susanti (H. Lutfi – Bluto Sumenep – Lavida) harus puas di posisi kedua, sementara Brawijaya milik H. Syaiful Ottman (Karanganyar Sumenep – Ottman) melengkapi podium. Banyak pengamat menilai kelas ini menjadi barometer kualitas piyik unggulan Sumenep dan sekitarnya.

Piyik Junior: Prabowo Tunjukkan Potensi Besar

Di kelas Piyik Junior, burung Prabowo milik H. Ach. Hamdan dari Genius Pamekasan (Jailani) sukses merebut Juara 1 setelah tampil meyakinkan. Bagong milik Jum’ie (Pamekasan – Ayla) menempati posisi kedua, disusul Padang Wulan milik Ustadz Badri (Dasuk Sumenep – SKW). Kelas ini dinilai sangat prospektif karena banyak burung muda menunjukkan potensi untuk naik ke level lebih tinggi.

Piyik Hanging: Kabut Malam Terbaik

Sementara itu, di kelas Piyik Hanging, Kabut Malam milik Rafik Dewantara dari Talango (Al Mazar) tampil konsisten dan berhak atas Juara 1. Bintang Harapan (Team SHD Ketapang – SHD) menyusul di posisi kedua, dan Mustika Pantura milik Syahrum Tim Balada (Batu Bintang – Nissabila) berada di peringkat ketiga. Kelas hanging menjadi penutup lomba yang tetap menyajikan kualitas kerja burung yang menarik.

Secara keseluruhan, Liga Perkutut Sumenep IV #1 berlangsung tertib, sportif, dan sarat kualitas. Panitia dinilai sukses menyelenggarakan lomba dengan penjurian yang tegas dan transparan. Hasil lomba ini sekaligus menegaskan bahwa wilayah Sumenep, Pamekasan, dan sekitarnya terus melahirkan perkutut-perkutut berkualitas yang siap bersaing di level regional maupun nasional.

Ajang ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi para peternak dan pemain untuk terus meningkatkan kualitas ternaknya, sekaligus mempererat silaturahmi antar penghobi perkutut di Madura dan Jawa Timur.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Related news