Goldenvoicenews.com – Gelaran Liga Bumi Roban 2025 yang berlangsung pada Minggu, 21 Desember 2025 di Tuban sukses menyedot perhatian kung mania lintas daerah. Persaingan ketat tersaji di tiga kelas utama, yakni Piyek Bebas, Piyek Yunior, dan Piyek Hanging, dengan kualitas burung dan strategi penanganan yang benar-benar diuji hingga babak akhir.
Atmosfer lomba berlangsung kondusif dan sportif. Peserta datang dari berbagai kota seperti Jakarta, Bojonegoro, Gresik, Jombang, Lombok, hingga Tangerang, menjadikan Liga Bumi Roban sebagai salah satu ajang bergengsi penutup tahun.
Piyek Bebas: Manji Tampil Dominan, Satrio Magnum Jakarta Berjaya

Di kelas Piyek Bebas, burung Manji milik Satrio Magnum/Jakarta tampil paling konsisten dan meyakinkan. Dengan raihan 75 poin teknis dan 150 poin liga, Manji sukses mengamankan posisi puncak klasemen.
Posisi runner-up ditempati Sun Go Kong milik Team Punto/Jakarta, disusul Panji Laras milik Sujono/Bojonegoro yang juga tampil stabil sepanjang penilaian. Persaingan di papan tengah tidak kalah panas, di mana nama-nama seperti Sankis, Lawan Arus, hingga Cah Sakti silih berganti menekan posisi atas.
Kelas ini menjadi bukti bahwa ketahanan irama, volume suara, dan mental tanding menjadi kunci utama dalam perebutan poin maksimal.

Piyek Yunior: Cah Samin Kuasai Puncak, Regenerasi Kualitas Terjaga

Pada kelas Piyek Yunior, burung Cah Samin milik Arive Nano/Bojonegoro tampil impresif dan keluar sebagai juara dengan raihan 150 poin liga. Performa Cah Samin dinilai paling rapi dari sisi kerja, irama, serta kestabilan bunyi.
Di bawahnya, Safir (Agung H/Jombang) dan Sulur Mas (Djedjen Raharja/Tangerang) menempati posisi dua dan tiga. Menariknya, kelas yunior ini menunjukkan potensi regenerasi perkutut yang sangat menjanjikan, dengan banyak burung muda tampil berani dan bermental kuat.
Nama-nama seperti Sidodadi, Abimanyu, dan Ferari juga patut mendapat catatan khusus karena mampu bersaing di tengah ketatnya penilaian.

Piyek Hanging: Elang Jaya Tak Terbendung

Sementara itu di kelas Piyek Hanging, Elang Jaya milik ADJI BF/Jombang tampil tanpa cela dan mengunci posisi pertama dengan 150 poin liga. Keunggulan Elang Jaya terletak pada ketepatan irama dan konsistensi kerja di setiap sesi penilaian.
Posisi kedua diraih Himalaya milik Pak Lurah/Jombang, disusul Gagak Rimang milik Heri/Bojonegoro. Persaingan di kelas hanging ini terbilang sangat rapat, terutama di posisi 4 hingga 8, di mana selisih poin relatif tipis.
Secara keseluruhan, Liga Bumi Roban 2025 Tuban berjalan sukses dan berkelas. Panitia dinilai mampu menghadirkan lomba yang tertib, transparan, dan menjunjung tinggi sportivitas. Hasil lomba ini sekaligus menjadi tolok ukur kekuatan perkutut-perkutut terbaik menjelang musim kompetisi 2026.
Dengan kualitas peserta yang terus meningkat dan antusiasme kung mania yang tetap tinggi, Liga Bumi Roban diyakini akan terus menjadi barometer kompetisi perkutut nasional.

