Goldenvoicenews.com – Lapangan lomba burung perkutut di Pringsewu kembali menjadi saksi denyut nadi dunia kung mania Lampung. Melalui ajang “Semarak Akhir Tahun 2025 Cup” yang digelar P3SI Pengda Bandar Lampung, Ladinil Pringsewu sukses menghadirkan susana kompetisi yang bukan sekadar lomba, tetapi juga momentum menjaga asa dan semangat kebersamaan para pecinta perkutut di Bumi Ruwa Jurai mengingat lapangan metro telah tergusur.
Dua kelas utama yang dipertandingkan, Piyek Yunior dan Dewasa Bebas, berlangsung kompetitif sejak gantangan awal. Cuaca relatif bersahabat, memungkinkan burung-burung tampil optimal dan juri bekerja maksimal dalam menilai kualitas suara, irama, serta stabilitas kerja di setiap sesi.

Dominasi Piyek Yunior: Konsistensi Jadi Kunci
Kelas Piyek Yunior menampilkan persaingan ketat antar farm dan pemilik. Burung Sinar Lampung milik Sigit B. Lampung dengan ring Media Sumedang tampil paling konsisten dan akhirnya keluar sebagai juara pertama. Stabilitas irama dan mental tanding yang matang menjadi pembeda di tengah ketatnya persaingan.
Posisi kedua diraih Arjuna milik Anjar (ring Palapa 99), disusul Sayang Sayang kembali milik Sigit B. Lampung dari Wulandari BF. Fakta ini menegaskan kedalaman materi Sigit B. Lampung yang mampu menempatkan beberapa amunisinya di papan atas.
Hingga posisi sepuluh besar, kelas Piyek Yunior menunjukkan pemerataan kualitas. Nama-nama seperti New Gladius, Lhunik, Ken Dedes, hingga Slip Joss membuktikan bahwa regenerasi perkutut Lampung masih terjaga dan menjanjikan untuk musim-musim berikutnya.


Dewasa Bebas: Panggung Para Senior
Di kelas Dewasa Bebas, atmosfer persaingan terasa lebih panas. Burung bernama “22” milik Zazuli NB (ring Wulandari BF) keluar sebagai juara pertama, unggul tipis dari Timbul milik Kuat dan Astro Boy milik Rico F..
Namun sorotan besar tertuju pada Jordan BF Metro, farm milik salah satu tokoh kung mania Lampung, Darmo Halim yang akrab disapa Koh Ahok. Jordan BF sukses menempatkan beberapa burungnya di papan atas, di antaranya Astro Boy, Naga Sui, dan Dewaruci. Konsistensi ini menegaskan eksistensi Jordan BF sebagai salah satu kekuatan penting di kelas dewasa Lampung.

Peran Tokoh dan Makna Ladinil
Kehadiran figur seperti Darmo Halim (Koh Ahok) bukan sekadar soal prestasi. Ia dikenal aktif menjaga iklim persaudaraan antar kung mania, sekaligus menjadi contoh bahwa pembinaan farm yang serius dan berkelanjutan akan selalu berbuah hasil.
Ladinil Pringsewu kali ini bukan hanya tentang siapa juara, tetapi juga menjadi penjaga asa bagi komunitas perkutut Lampung. Di tengah padatnya agenda lomba dan tantangan regenerasi pemain, event ini menjadi bukti bahwa semangat berkung masih hidup, solid, dan terus berkembang.
Penutup
Dengan penyelenggaraan yang rapi, penjurian yang tegas, serta partisipasi merata dari berbagai daerah, Semarak Akhir Tahun 2025 Cup layak disebut sebagai penutup tahun yang bermartabat bagi kung mania Lampung. Harapannya, semangat yang terjaga di Pringsewu ini menjadi modal kuat menyongsong kalender lomba 2026 yang lebih bergairah dan berkualitas.












