Terimakasih atas bantuan sharenya

Joki Heru WI Antar Duo Andalan Tampil Perkasa di PIB Cup 2025 Serang*

Goldenvoicenews.com-Gelaran Latihan Dinilai PIB Cup 2025 Serang pada Minggu, 23 November 2025, menjadi panggung pembuktian bagi nama besar Haji Nunu Pesona Depok. Dua amunisi terbaiknya, yakni Joko Samudra dan Srikandi, kembali menunjukkan kualitas suara emas hingga berhasil memuncaki kelas Piyik Bebas. Kemenangan ini semakin menegaskan konsistensi H. Nunu sebagai salah satu kekuatan besar dalam dunia perkutut tanah air.

Di balik performa gemilang kedua jawara tersebut, terdapat sosok joki andalan yang tak bisa diabaikan: Heru WI. Dikenal memiliki karakter tenang, teliti, dan mampu membaca kondisi burung, Heru WI berperan penting dalam menjaga ritme performa burung sejak awal digantang hingga penilaian berakhir.


Duel Internal Pesona Depok: Joko Samudra vs Srikandi

h. nunu pesona & h.arief shasha

Kelas Piyik Bebas berlangsung ketat dengan dominasi burung-burung bergengsi dari berbagai daerah. Namun dua burung milik Haji Nunu justru tampil paling mencuri perhatian.

1. Joko Samudra – Juara 1

Dengan kestabilan nada dan tembakan rapat, Joko Samudra tampil sebagai penguasa arena. Pembawaan suara yang panjang dan memiliki karakter “WA” membuatnya unggul mutlak atas lawan-lawan tangguh lainnya. Heru WI mampu menjaga durasi kerja burung tetap konsisten hingga akhir penjurian.

2. Srikandi – Juara 2

Tak mau kalah dari saudara setimnya, Srikandi juga tampil luar biasa dengan karakter suara “SAMO” yang khas. Performa stabil dari awal sampai akhir membuat Srikandi menempel ketat Joko Samudra di posisi kedua. Dominasi ganda ini menjadi bukti kemapanan materi yang dimiliki H. Nunu Pesona Depok.


Eksistensi Haji Nunu Pesona Depok Kian Bersinar

Kemenangan ganda di kelas paling bergengsi membuka kembali pembicaraan seputar komitmen Haji Nunu dalam membangun kualitas perkutut nasional. Ia dikenal sebagai sosok yang tidak pernah setengah-setengah dalam merawat dan menyeleksi burung. Mulai dari pemilihan indukan, perawatan harian, hingga penanganan saat lomba—semua dilakukan dengan standart tinggi.

Kehadiran joki andalan seperti Heru WI semakin memperkuat pondasi kejayaan Pesona Depok. Heru bukan sekadar joki, tetapi menjadi “navigator” yang paham betul karakter setiap burung milik Haji Nunu. Kekompakan ini menciptakan harmoni antara pemilik, joki, dan kualitas materi burung.


Panggung Lain yang Tak Kalah Sengit

Selain kelas utama, gelaran PIB Cup 2025 Serang juga diwarnai oleh persaingan ketat di kelas Piyik Yunior dan Piyik Hanging. Nama-nama besar seperti Comando, Gempar, Matahari, serta Caviar turut menjadi sorotan. Namun atmosfer seketat apa pun, tetap saja sorotan utama hari itu tidak lepas dari dominasi Pesona Depok di kelas bebas.

Banyak kung mania mengakui bahwa performa Joko Samudra dan Srikandi hari itu sulit ditandingi. Beberapa peserta bahkan menganggap tampilnya duo burung milik Haji Nunu seperti menonton “latihan privat” kelas premium—terkontrol, halus, dan berkarakter juara.

🟦 KELAS PIYIK YUNIOR

Komando Kuasai Persaingan Ketat

Pertandingan di kelas ini berlangsung seru dengan banyak burung muda yang memiliki potensi besar.

1. Comando – Juara 1

Tampil impresif dengan karakter suara SEBA. Comando digantang tenang, tidak banyak gerak, dan langsung bekerja sejak menit awal. Konsistensi inilah yang membuatnya layak mengisi posisi tertinggi.

2. Gempar – Juara 2

Amunisi MUL Gobang dari Jakarta tampil menonjol dengan karakter GOBANG. Meski unggul dari sisi tembakan, sedikit kekurangan di durasi membuatnya berada di posisi dua.

3. Dhen Toyib – Juara 3

Memiliki performa stabil, karakter AS HOBALI, dan irama kerja yang teratur. Burung ini berhasil mempertahankan posisi tiga dari tekanan burung-burung lain seperti Volcano dan Seven.

Sorotan Tambahan

  • Volcano & Seven: Keduanya menunjukkan progres positif, terutama di sesi tengah.
  • Meteor Reborn: Punya materi besar, hanya kurang stabil.
  • Rudal: Tampil mengejutkan dengan karakter CHEILO yang unik.

🟧 KELAS PIYIK HANGING

Matahari Bersinar Terang

Kelas Hanging selalu menjadi tontonan menarik karena burung-burung muda di kelas ini biasanya sangat eksplosif.

1. Matahari – Juara 1

Tampil konsisten dengan karakter BOXER, Matahari langsung memimpin jalannya pertandingan. Suara terang, ritme stabil, dan durasi yang efektif membuat daya saingnya tinggi.

2. Kakek Perkasa – Juara 2

Jagoan MUl Gobang Jakarta kembali naik podium. Kakek Perkasa tampil kuat dengan karakter GOBANG, tetapi di sesi akhir sedikit menurun.

3. Caviar – Juara 3

Amunisi Wondo Arosa/Jakarta ini cukup menonjol. Karakter Batu Sangkar-nya bersuara rapi dan bernada bagus, namun kalah dari segi jeda dengan dua burung di atasnya.

Burung Lain yang Bersinar

  • Taj Mahal – Karakter BKL, cukup stabil.
  • Mawar – Materi CHELLO yang lembut tapi belum maksimal.
  • Suramadu & Bonek – Menunjukkan kerja yang cukup impresif pada sesi tengah lomba.
  • Golden Boy – Karakter BOXER, masih labil namun potensinya besar.

Pesan Kemenangan dari Serang

Hasil manis yang diraih Joko Samudra dan Srikandi bukan hanya sekadar catatan kemenangan, melainkan penanda bahwa Pesona Depok tetap menjadi kekuatan besar di dunia perkutut Indonesia. Konsistensi, ketekunan, dan kolaborasi solid antara H. Nunu dan Heru WI menjadi resep yang kembali terbukti ampuh.

Dari Serang, gema kemenangan ini mengalir ke seluruh penjuru arena Kung Mania. Dan satu hal pasti—nama Pesona Depok masih akan sangat diperhitungkan di setiap lomba besar ke depan. @terataibf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *