CIREBON โ Lapangan Kopi Luhur, Cirebon, menjadi saksi kemeriahan gelaran perdana Liga Perkutut Jabar Berkibar SH Cup yang dihelat pada Minggu, 1 Februari 2026. Agenda ini bukan sekadar kompetisi rutin, melainkan tonggak sejarah baru bagi perburungan di Jawa Barat dengan dilantiknya kepengurusan Pengwil P3SI Jawa Barat masa bakti 2026. Panitia pendaftaran sibuk sejak beberapa pekan bahkan mendekati hari H pendaftaran makin banyak, karena tempat terbatas maka panitia “terpaksa” menambah 1 baris kerekan, meski ini tidak diperkenankan adart namun cara ini sudah “lumrah” bahkan ada panitia yang menambah sampai 2 baris.
Meski konkrusnya kategori regional namun peserta yang hadir terbilang luar biasa, bahkan burung dengan stastus juara nasional LPI pun turut ambil bagian di liga jabar. sebut saja “el zero meido”, rodtang, atau Ruby star, khusus yang di sebut terakhir ini justru menepi dari kelas dewasa dan memilih jalur aman di kelas piyek bebas.
Pelantikan Pengwil Jabar & Kehadiran Tokoh Pusat
Suasana khidmat menyelimuti arena sebelum kompetisi dimulai. Ketua Umum P3SI Pusat hadir secara langsung untuk melantik Bapak Suhartono (Koh Akim) sebagai Ketua Pengwil P3SI Jawa Barat yang baru. Prosesi pelantikan ini menandai dimulainya era baru kepemimpinan yang diharapkan mampu membawa organisasi lebih solid dan inovatif.
Koh Akim menyatakan rasa bangga dan syukurnya atas kesuksesan acara ini. Beliau menekankan bahwa antusiasme luar biasa dari para peserta adalah bukti bahwa hobi perkutut di Jawa Barat tetap menjadi primadona. Kehadiran kontingen dari berbagai kota di pelosok Indonesia pun menambah gengsi perlombaan, menjadikan Cirebon sebagai pusat perhatian kungmania nasional akhir pekan ini.
APRESIASI KETUA PENGWIL JABAR TERPILIH
Ketua Pengwil Jabar terpilih, Suhartono yang akrab disapa Koh Akim, menyampaikan rasa puas dan apresiasi tinggi terhadap kinerja panitia penyelenggara. Menurutnya, konkurs pembukaan ini menjadi awal yang sangat baik bagi perjalanan Liga Jabar Berkibar 2026.
โSaya sangat puas dengan penyelenggaraan konkurs pembukaan ini. Panitia bekerja rapi, tertib, dan profesional. Ini menjadi modal penting untuk membangun liga yang sehat, adil, dan berkelanjutan ke depannya,โ ujar Suhartono (Koh Akim) di sela-sela acara.
Ia juga menegaskan bahwa Liga Jabar Berkibar 2026 diharapkan mampu menjadi wadah prestasi sekaligus silaturahmi antar kung mania, baik dari Jawa Barat maupun luar daerah.

PESERTA DARI BERBAGAI KOTA, PERSAINGAN BERKUALITAS
Konkurs pembukaan ini diikuti peserta dari berbagai kota dan daerah, mulai dari Cirebon, Bandung, Bogor, Garut, Ciamis, Jakarta, Semarang, Malang, Surabaya, Lombok, Palu, hingga daerah lain. Kehadiran kung mania lintas kota tersebut membuat persaingan di setiap kelas berlangsung ketat dan sarat kualitas.
Baik kelas Dewasa Bebas, Piyik Bebas, Piyik Yunior, maupun Piyik Hanging, seluruhnya menampilkan burung-burung terbaik dengan karakter suara, irama lagu, dan durasi kerja yang dinilai secara objektif oleh tim juri.
AWAL POSITIF MENUJU LIGA YANG LEBIH BESAR
Suksesnya konkurs pembukaan Liga Jabar Berkibar 2026 ini menjadi sinyal positif bagi agenda liga selanjutnya. Selain melahirkan juara-juara berkualitas, acara ini juga memperlihatkan soliditas komunitas perkutut dan kepercayaan kung mania terhadap kepengurusan baru Pengwil Jabar.
Dengan manajemen yang tertata, dukungan peserta lintas daerah, serta komitmen dari pengurus, Liga Perkutut Jabar Berkibar 2026 diyakini akan menjadi salah satu liga bergengsi yang mampu mencetak prestasi sekaligus memperkuat persaudaraan di dunia perkututan nasional.
KELAS DEWASA BEBAS
Persaingan di kelas Dewasa Bebas berlangsung ketat dan berkualitas tinggi, diikuti deretan burung papan atas lintas daerah termasuk juara LPI 2025 “el zero meido”. ALDEGUER (Wewe ALF/Malang) pada babak awal langsung tancap gas dengan memimpin perolehan 3 warna. Memasuki babak kedua, burung yang dijoki Mas Billah ini masih kokoh di puncak penilaian, disusul DONALD TRUMP (Titi ALF/Semarang).
Perseteruan antara PAMAN (Wewe) dan KEPONAKAN (Titi) berlangsung sangat seru, seolah sama-sama enggan mengalah. Titi bahkan mencoba menghajar jagoan pamannya dengan burung baru seharga Rp200 juta, bergelang Nusa.
Melihat keduanya โcekcokโ berebut posisi juara pertama, Cokro Hindoyo merasa kurang nyaman. Alhasil, diambil jalan tengah dengan memerintahkan โEl Zero Miedoโ untuk mengamankan posisi juara satu. Keputusan tersebut dieksekusi dengan sempurna oleh Miedo, yang 10 menit menjelang lomba usai sukses mengunci kemenangan sekaligus mengamankan 150 poin.
Nama-nama besar seperti RODTANG, ZONA ALAM, dan MARIMAS, NALENDRO,LOKANANTA meski gagal tampil maksimal tapi tetap menunjukkan kualitasnya, dan harus puas di papan tengah. Kelas ini menegaskan bahwa Dewasa Bebas masih menjadi barometer kualitas tertinggi dalam gelaran Liga Jabar Berkibar.

KELAS PIYIK BEBAS: “JAGOAN TUA TUMBANG”
Kelas Piyik Bebas menjadi salah satu kelas paling ramai dan kompetitif.
ACOSTA milik Wewe ALF (Malang) tampil mencolok dengan kerja maksimal dan mental tanding matang, mengamankan Juara 1 dengan poin tertinggi 150.
Di belakangnya, RUBY STAR (Dede Prima Rasa/Bandung) dan JELITA (Agus Tardi/Tanjungpinang) menunjukkan potensi besar sebagai piyik masa depan, dengan kualitas suara yang mulai terbentuk dan stabil.
Menarik perhatian pula penampilan TRUNOJOYO, TEBAR PESONA, hingga MASKAPAI KENCANA, yang menandakan regenerasi perkutut nasional berjalan sangat positif. Kelas ini dipenuhi bibit unggulan yang siap naik kelas dalam waktu dekat.

KELAS PIYIK YUNIOR : TEAM PRIMARASA MASIH TERBAIK.
Kelas Piyik Yunior menghadirkan persaingan merata dari awal hingga akhir.
SARITOMO REBORN milik Dede Prima Rasa (Bandung) tampil konsisten dengan karakter lagu jelas memastikan Juara 1 dengan 150 poin.
Posisi kedua diraih BHAIRAWA YANTRA (AF BF/Bogor) yang menunjukkan kualitas suara tebal dan stabil. BULGARY (Henry Manila/Bandung) melengkapi tiga besar.
Kelas ini memperlihatkan bakat calon-calon perkutut masa depan cerah, yang memiliki mental lomba kuat, sebut saja AL-HADID, ROMANTIKA, hingga MINAK JINGGO yang sama-sama menunjukkan penampilan apiknya.

KELAS PIYIK HANGING : SULIWA BERKELAS.
Kelas Piyik Hanging tak kalah menarik dengan dominasi burung-burung muda berkualitas.
SULIWA milik Agil Liga (Cirebon) tampil luar biasa sehingga pantas meraih Juara 1 dengan 150 poin.
DADEWA (Dede Prima Rasa/Bandung) dan PARIKESTI (H. Miarto JIMAT Team/Ciamis) bersaing ketat di posisi kedua dan ketiga, hanya terpaut tipis dalam penilaian.
Nama-nama seperti CIREBON TRUSMI, VINI JR., hingga PANDAWA memperkaya kualitas kelas ini, menandakan bahwa kelas hanging tetap menjadi lumbung calon juara masa depan.

Slamet (Juri Kelas Dewasa โ Tegal) menilai kualitas lomba, khususnya di kelas Dewasa, berada pada level yang sangat tinggi.
โSaya sangat senang dengan suasana perlombaan kali ini. Khususnya di kelas Dewasa, kualitas burung yang berbunyi benar-benar menguras konsentrasi dan pikiran saya saat melakukan penilaian. Semoga ke depan, khususnya di level LPI, kualitas burung bisa semakin meningkat dan lebih baik lagi,โ ujar Slamet.
Sementara itu, salah satu panitia pelaksana, Defri Eyaka, mengungkapkan kebanggaannya atas antusiasme peserta.
โWalaupun ini masih konkurs tingkat regional, namun dari sisi jumlah peserta dan kualitas burung yang tampil sudah setara dengan lomba tingkat nasional,โ ungkap Defri Eyaka.
Ketua Pengwil Jabar terpilih, Suhartono (Koh Akim), turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat.
โSaya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu jalannya konkurs Liga Jabar ini. Alhamdulillah, kegiatan dapat berjalan dengan maksimal, tertib, dan sukses dalam penyelenggaraannya,โ tutur Suhartono.
Kesuksesan SH Cup Cirebon ini menjadi sinyal positif bagi perjalanan Liga Perkutut Jabar Berkibar ke depan. Dengan kepengurusan baru di bawah Koh Akim, Jawa Barat siap kembali menjadi barometer perkutut nasional.













































