Tuban, Minggu 25 Januari 2026 – Gelaran Liga Perkutut (LP) Bumi Roban #1 Tuban 2026 berlangsung sukses dan mendapat respons positif dari kung mania lintas daerah. Bertempat di Tuban, lomba ini mempertandingkan tiga kelas utama, yakni Piyik Bebas, Piyik Junior, dan Piyik Hanging, dengan kualitas peserta yang dinilai merata serta atmosfer lomba yang kondusif.
Ketua Panitia menyampaikan apresiasi atas tingginya antusias peserta.
“Alhamdulillah, seri perdana LP Bumi Roban ini berjalan lancar. Peserta datang dari berbagai daerah dan kualitas burung yang turun benar-benar siap lomba,” ujarnya di sela penutupan acara.
Kelas Piyik Bebas: Patas / Putra Tasik Tampil Paling Stabil

Di kelas Piyik Bebas, burung Patas / Putra Tasik milik H. Tholib (Tuban) berhasil keluar sebagai juara pertama dengan raihan 150 poin. Stabilitas kerja, irama bunyi yang rapi, serta minim kesalahan menjadi kunci kemenangan Patas sepanjang gantangan.
“Kami tidak menargetkan juara, yang penting burung tampil maksimal. Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan,” tutur H. Tholib, usai pengumuman juara.
Posisi kedua ditempati Gading Asmoro milik Bambang (Rembang) dengan 125 poin, disusul Raja Sawer milik Budi Utomo (Rembang) dengan 100 poin. Persaingan di kelas ini terbilang ketat, bahkan hingga papan tengah, menunjukkan kualitas piyik yang relatif merata.
Kelas Piyik Junior: Jengis Khan Dominasi Sejak Awal

Kelas Piyik Junior menjadi panggung dominasi Jengis Khan milik Joyo Persak (Blora). Dengan perolehan 150 poin, Jengis Khan tampil konsisten dan unggul jauh dari pesaing terdekatnya.
“Kelas junior ini sangat menjanjikan. Banyak burung muda yang sudah berani kerja dan mentalnya bagus,” kata salah satu juri yang enggan disebutkan namanya.
Di peringkat kedua, Sulur Mas milik Djedjen (Tangerang) mengoleksi 125 poin, diikuti Panah Asmara milik H. Hanan (Gresik) dengan 100 poin. Persaingan sengit juga terjadi antara Cah Samin, Prabu, dan Supernova, yang silih berganti menekan poin hingga akhir sesi.
Kelas Piyik Hanging: Cah Triple Two Unjuk Kualitas

Pada kelas Piyik Hanging, Cah Triple Two milik Arive Nano (Bojonegoro) tampil impresif dan sukses merebut juara pertama dengan 150 poin. Burung ber-ring Atlas ini dinilai unggul dalam keberanian bunyi serta konsistensi kerja di setiap gantangan.
“Alhamdulillah, burung tampil sesuai harapan. Penilaian juri juga objektif dan tegas,” ujar Arive Nano usai menerima trofi.
Posisi kedua diraih Sang Kuni milik Pak Djo (Tuban) dengan 125 poin, disusul Mega Mendung milik Ngudijono (Tuban) di peringkat ketiga dengan 100 poin. Lima besar ditutup oleh Onto Seno dan Cah Triple One, menandakan ketatnya persaingan di kelas hanging.
Secara keseluruhan, LP Bumi Roban #1 Tuban 2026 dinilai sukses baik dari sisi teknis maupun kualitas lomba. Penjurian yang tegas serta manajemen lomba yang tertata membuat event ini mendapat apresiasi luas dari peserta.
“Kami berharap liga ini bisa menjadi agenda rutin dan melahirkan jago-jago baru dari daerah,” tutup perwakilan panitia.









